Saddil Ramdani Tentukan Persaingan Menuju ACL Two, PERSIB Tanpa Bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat
Saddil Ramdani memastikan siap membawa PERSIB melaju ke fase grup ACL Two meski harus bermain tanpa dukungan Bobotoh akibat sanksi AFC di Stadion Si Jalak Harupat.

Stadion Si Jalak Harupat akan menjadi medan pertempuran bagi Pangeran Biru pada 31 Agustus 2026. Klub harus melewati play-off ACL Two 2026/2027 untuk memastikan tempat di fase grup kompetisi antarklub Asia.
Saddil Bangkit dari Cedera
Saddil Ramdani kembali menjadi sorotan jelang laga krusial ini. Pemain asal Sulawesi Tenggara itu sudah tampil konsisten sepanjang musim, menjadi salah satu arsitek serangan Maung Bandung. Kemampuannya menciptakan peluang dari sayap menjadi aset berharga bagi tim asuhan Leonardo Martina.
Baca Juga: PO Jersey Player Issue PERSIB 2026/27 Bisa Lewat PERSIB Apps Mulai Hari Ini
Saddil terakhir kali terlihat bermain untuk PERSIB saat Serie A Brazil melawan Fluminense pada Januari lalu. Cedera engkel yang dialaminya sempat menghambat penampilannya di Liga 1. kini ia memastikan kondisinya sudah pulih sepenuhnya.
Sanksi AFC Mengunci Pintu Stadion
PERSIB harus memainkan laga tanpa kehadiran Bobotoh di tribun. Sanksi AFC membatasi kapasitas penonton dan melarang pendukung tim tamu maupun tuan rumah memberikan dukungan langsung. Saddil mengakui situasi ini menjadi tantangan mental bagi seluruh pemain.
Baca Juga: Saddil Apresiasi Bantuan Keluarga Besar PERSIB untuk Keluarga di Muna Barat
"Ya, kami selalu optimistis karena main di kandang. Jadi motivasi kami sama dengan Bobotoh yaitu tetap memenangkan pertandingan untuk lolos di fase berikutnya," kata Saddil seperti disampaikan situs resmi klub.
Artinya Pemain harus terbiasa dengan keheningan Stadion Si Jalak Harupat yang biasanya menyalakan nyanyian khas Bandung. Adaptasi ini memerlukan konsentrasi ekstra di momen-momen kritis.
Persaingan di Belakang Saddil
Saddil tidak tampil sendiri di lini depan. Berguinho Kembali Berlatih Bareng Persib Jelang Play-off ACL Lawan Manila Digger menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Leonardo Martina. Striker Brasil itu baru saja pulih dari cedera dan bergabung kembali dalam sesi latihan kelompok.
Kedatangan Berguinho menambah opsi serangan PERSIB. Pertanyaan yang muncul adalah apakah Martina akan memainkan Saddil dan Berguinho secara bersamaan atau merotasi keduanya di sepanjang laga. Keduanya memiliki karakter berbeda yang bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan taktis.
Manila Digger, Lawan yang Tidak Dikenal
Representasi Filipina ini menjadi bumbu unik dalam storyline ACL Two. Sedikit informasi yang beredar di kalangan penggemar tentang kekuatan sebenarnya Manila Digger. Kurangnya data ini memaksa tim pelatih PERSIB menyiapkan skenario permainan secara universal tanpa memprioritaskan satu lawan tertentu.
Saddil tampaknya tidak terlalu ambil pusing dengan analisis lawan. Ia lebih fokus pada apa yang bisa dikendalikan oleh skuadnya sendiri.
"Terpenting adalah kami bisa membawa poin dan percaya proses apa yang pelatih berikan untuk tim ini dan kami akan memaksimalkan semuanya dengan kerja keras," katanya.
Dampak Lolosnya ACL Two bagi PERSIB
Lolos ke fase grup ACL Two berarti PERSIB akan bertemu klub-klub Asia lainnya dalam kompetisi bergengsi. Selain aspek prestise, ada konsekuensi finansial dan exposure internasional yang signifikan. Pemain muda PERSIB mendapat pengalaman berharga berhadapan dengan standar permainan benua Asia.
Saddil Ramdani memahami tekanan ini. Pemain berusia 26 tahun itu sebelumnya sudah merasakan atmosfer kompetisi Asia saat PERSIB menembus semifinal AFC Cup 2024. Pengalaman itu menjadi bekal berharga untuk menjalani laga play-off nanti.
Sumber: persib.co.id