Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Rp 529 Miliar Anggaran Pemulihan Faskes Terdampak Bencana Sumatera

Jabar · Oleh Raka Permana ·

Pemerintah mengalokasikan Rp 529 miliar untuk pemulihan faskes dan bantuan rumah tenaga kesehatan terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera.

Rp 529 Miliar Anggaran Pemulihan Faskes Terdampak Bencana Sumatera

Pemerintah Luncurkan Rp 529 Miliar untuk Pemulihan Faskes Terdampak Bencana Sumatera

Kamis (12/3), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan penyerahan ambulans kepada daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan. Dalam acara resmi tersebut, Budi mengungkapkan alokasi anggaran sebesar Rp 529 miliar untuk pemulihan fasilitas kesehatan (faskes) yang rusak akibat bencana dahsyat yang melanda tiga provinsi Sumatera pada November 2025.

Latar Belakang Kerusakan Akibat Bencana Hidrometeorologi

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025 menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur publik, termasuk fasilitas kesehatan. Menurut data Kementerian Kesehatan, puluhan rumah sakit dan ratusan puskesmas tidak dapat beroperasi akibat banjir bandang, longsor, dan kerusakan akses. Salah satu dampak yang parah adalah putusnya jembatan strategis seperti Jembatan Gunung Nago di Kota Padang dan Jembatan Kuta Blang di Kabupaten Bireuen, yang mengganggu pasokan logistik dan akses masyarakat ke layanan kesehatan.

Meskipun menghadapi tantangan berat, pemerintah bergerak cepat dalam upaya pemulihan fasilitas kesehatan. Budi menjelaskan bahwa dalam dua minggu setelah permintaan bantuan, hampir semua rumah sakit yang terdampak sudah dapat kembali beroperasi, hanya sembilan faskes yang rusak parah yang masih membutuhkan waktu lebih lama. Untuk puskesmas, 98% dari total fasilitas yang terdampak sudah kembali beroperasi dalam waktu empat minggu, hanya dua puskesmas yang mengalami kerusakan total dan harus dibangun kembali dari nol.

"Sesudah kita minta bantuan, dalam dua minggu alhamdulillah rumah sakitnya sudah bisa beroperasi, kecuali sembilan (faskes) yang benar-benar rusak parah waktu itu," kata Budi dalam sambutannya saat acara penyerahan ambulans.

Anggaran Rp 529 Miliar untuk Pemulihan Fasilitas Kesehatan

Anggaran sebesar Rp 529 miliar yang diumumkan Budi telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo dan saat ini sedang diproses di Kementerian Keuangan untuk segera dicairkan. Dana ini akan digunakan untuk menutupi kerugian dan mengganti perlengkapan yang hilang atau rusak akibat bencana, mulai dari peralatan medis dasar seperti kasur pasien, stetoskop, dan obat-obatan, hingga peralatan komputer yang hilang akibat banjir.

Selain perlengkapan dasar, pemerintah juga akan menanggung pengadaan alat kesehatan bernilai tinggi seperti CT scan, MRI, mamografi, dan X-ray melalui anggaran negara. Alat-alat ini sangat penting untuk menangani kasus darurat dan memberikan layanan kesehatan yang komprehensif kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Budi menargetkan bahwa semua pemenuhan peralatan medis ini dapat selesai pada pertengahan tahun 2026, tepatnya pada bulan Juni. Hal ini bertujuan agar fasilitas kesehatan di tiga provinsi Sumatera dapat kembali beroperasi secara normal dan siap melayani masyarakat dengan layanan yang lengkap.

"529 miliar, sudah disetujui sama Bapak Presiden," ucap Budi saat menjelaskan proses anggaran. "Kemenkes mengajukan anggaran akhirnya disetujui. Kemenkes mendapat tambahan anggaran Rp 529 miliar untuk disalurkan ke tiga provinsi terkena bencana ini."

Bantuan Pemulihan Rumah bagi Tenaga Kesehatan

Selain pemulihan fasilitas kesehatan, pemerintah juga memperhatikan kondisi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terdampak bencana. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 3.000 tenaga medis mengalami kerusakan rumah akibat bencana, yang membuat mereka sulit untuk kembali bekerja dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Untuk membantu mereka, pemerintah menyalurkan bantuan perbaikan rumah dengan nilai berdasarkan tingkat kerusakan:

Hingga saat ini, sekitar 1.000 rumah tenaga kesehatan sudah mendapatkan persetujuan bantuan perbaikan. Budi berharap proses penyaluran bantuan dapat dipercepat agar para tenaga kesehatan dapat kembali menjalani aktivitas secara normal, termasuk merayakan Lebaran di rumah masing-masing.

"Kita lagi kejar supaya mereka bisa merayakan Lebaran di rumahnya masing-masing," ujar Budi.

Langkah pemerintah ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk segera memulihkan layanan kesehatan di daerah terdampak bencana, sehingga masyarakat dapat kembali mengakses perawatan medis yang dibutuhkan dengan cepat. Selain itu, perhatian terhadap tenaga kesehatan juga menjadi bagian penting dari upaya pemulihan, karena mereka adalah tulang punggung dalam menangani bencana dan memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan bantuan ini, diharapkan para tenaga kesehatan dapat kembali bekerja dengan semangat dan fokus untuk melayani masyarakat.