Respons Cepat Pemerintah: Tim Pengadaan Batu Bara Dirasmikan untuk Stabilisasi Listrik Jawa
Pemerintah bentuk Tim Pengadaan Batu Bara untuk atasi pemadaman listrik. Pasokan batu bara kalori medium menjadi kunci pemulihan sistem kelistrikan Pulau Jawa.

Pemerintah Indonesia membentuk Tim Pengadaan Batu Bara khusus sebagai langkah strategis untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah, terutama Pulau Jawa, dalam beberapa waktu terakhir.
Presiden Prabowo Panggil Menko ESDM dan Dirut PLN
Presiden Prabowo Subianto memanggil langsung Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo ke Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (23/6/2026). Pertemuan mendadak ini merupakan respons langsung terhadap keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: BRI Peduli Resmikan Posyandu Matahari di Desa Hargobinangun Sleman untuk Layani Ibu dan Anak
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah mendeteksi bahwa akar masalah pemadaman massal dipicu oleh keterbatasan pasokan batu bara berkalori medium yang digunakan sebagai bahan campuran (blending) bahan bakar di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Akar Masalah Teridentifikasi: Pasokan Batu Bara Kalori Medium
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, kendati alokasi batu bara untuk kebutuhan domestik (Domestic Market Obligation/DMO) sangat melimpah, yakni berkisar 180–190 juta ton per tahun, ternyata yang menjadi kendala adalah spesifikasi kalori batu bara menengah.
Baca Juga: Warga Bandung Tak Perlu Transit Jakarta Lagi Usai Wings Air Terbangi Palembang Langsung
"Yang sudah dikontrak oleh PLN sebesar 134 juta ton untuk satu tahun. Sekarang baru memasuki bulan Juni. Secara hitungan volume kontrak, seharusnya tidak ada masalah," tegas Bahlil.
Lebih lanjut, ia meluruskan bahwa kendala utama bukan pada kuantitas makro, melainkan pada spesifikasi kalori batu bara menengah yang dibutuhkan untuk pencampuran teknis di ruang bakar pembangkit. Pasokan pembantu ini kini sudah mulai bergerak dan pemerintah mengawal penuh eksekusinya.
Langkah Konkret: Tim Pengadaan Batu Bara Resmi Dibentuk
Sebagai langkah taktis, pemerintah resmi membentuk Tim Pengadaan Batu Bara gabungan guna mengamankan rantai pasok energi primer. Tim ini bertugas memastikan ketersediaan batu bara sesuai spesifikasi kebutuhan pembangkit secara berkelanjutan.
Presiden Prabowo menegaskan, dirinya telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk menjamin pelayanan listrik ke masyarakat kembali normal tanpa kendala interupsi.
"Saat ini, ketahanan energi nasional kami pastikan aman dengan posisi cadangan operasional berada di atas 20 hari," ucap Presiden dengan tegas.
Kondisi Sistem Kelistrikan Mulai Membaik
Seiring dengan pergerakan pasokan batu bara yang mulai membaik, PLN mencatat bahwa kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai menunjukkan perbaikan signifikan. Pemadaman bergilir yang sempat melanda sejumlah wilayah pada pekan lalu mulai diminimalkan.
"Mulai Minggu (21/6), kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik, dan pemadaman bergilir sudah diminimalkan," papar Darmawan Prasodjo, Dirut PLN.
Dukungan pasokan energi primer yang sesuai spesifikasi kebutuhan pembangkit—baik milik PLN maupun pembangkit swasta (Independent Power Producer/IPP)—kini mulai kembali mengalir, memperkuat ketahanan sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Selain itu, dua pembangkit besar milik mitra PLN yang sebelumnya mengalami gangguan teknis dan keluar dari sistem kini terus dalam proses pemulihan.
PLN Minta Maaf dan Berkomitmen Perbaiki Jaringan
Sebagai bentuk tanggung jawab, PLN ULP 3 Pasuruan dan PLN ULP Kota Probolinggo melakukan kunjungan langsung ke Wali Kota Probolinggo Aminuddin untuk menyampaikan permintaan maaf atas pemadaman bergilir yang berlangsung selama dua pekan.
"Kedatangan kami, pertama, menyampaikan permintaan maaf karena dua pekan sempat terjadi pemadaman listrik bergilir. Mulai hari Senin kemarin sudah normal lagi," jelas Agus Susanto, Manajer PLN ULP 3 Pasuruan.
Agus mengakui bahwa pemadaman listrik bergilir tidak hanya terjadi di Kota Probolinggo, melainkan hampir merata di seluruh Pulau Jawa. Kondisi tersebut dipicu oleh berkurangnya pasokan listrik primer, sehingga sistem kelistrikan harus dijaga melalui pengaturan beban.
Peringatan: Kondisi Belum Sepenuhnya Aman
Meski pasokan listrik telah kembali normal, PLN menegaskan bahwa kondisi sistem kelistrikan belum sepenuhnya aman. Saat ini masih terdapat defisit, meskipun suplai sudah mulai membaik.
Kementerian ESDM pun meminta PLN untuk memanfaatkan momentum ini guna mempercepat perawatan berkala (maintenance) jaringan kelistrikan, agar keandalan pasokan listrik ke masyarakat semakin terjamin.
Harapan Komunikasi Lebih Baik
Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyampaikan bahwa masyarakat mengeluhkan dampak dari kebijakan pemadaman bergilir. Pihaknya berharap agar PLN meningkatkan komunikasi dengan pemerintah daerah apabila kebijakan serupa perlu diterapkan kembali.
"Kami berharap agar dikomunikasikan dengan pemerintah kota jika ada kebijakan pemadaman listrik bergilir lagi. Sehingga kami bisa mengumumkan pada masyarakat dan memiliki persiapan lebih dulu," harap Aminuddin.
Kesimpulan
Pembentukan Tim Pengadaan Batu Bara oleh pemerintah menjadi bukti nyata responsiveness dalam menangani krisis energi jangka pendek. Dengan cadangan operasional di atas 20 hari dan koordinasi lintas lembaga yang semakin diperkuat, diharapkan pemadaman listrik bergilir tidak akan terulang kembali dan pelayanan listrik ke masyarakat dapat terjaga secara optimal.