Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Respons Cepat KAI Daop 2 Bandung Jamin Keamanan KA Siliwangi Usai Gempa M 4.9 Sukabumi

Bandung · Oleh · · Diperbarui 16 Oktober 2026

Gempa M 4.9 guncang Sukabumi, KAI Daop 2 Bandung hentikan sementara KA Siliwangi untuk inspeksi jalur. Hasil pemeriksaan pastikan seluruh prasarana aman, kereta berangkat dengan keterlambatan 19 menit.

Respons Cepat KAI Daop 2 Bandung Jamin Keamanan KA Siliwangi Usai Gempa M 4.9 Sukabumi

Gempa Bumi Guncang Wilayah Selatan Sukabumi

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 melanda wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (19/7) sore. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di 83 kilometer Selatan Kabupaten Sukabumi pada koordinat 7,73 LS – 106,53 BT dengan kedalaman 23 kilometer.

Getaran gempa dirasakan hingga wilayah operasional PT KAI Daop 2 Bandung, khususnya di lintas Cibeber–Gandasoli yang merupakan bagian dari rute perjalanan kereta api di daerah tersebut.

Baca Juga: Warung Gorengan jadi BRILink Agen, KUR BRI Ubah Nasib 60 Pelanggan Sehari di Padahurip

KA Siliwangi Langsung Dihentikan untuk Pemeriksaan

Manager Humasi KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo menjelaskan bahwa saat gempa terjadi, KA Siliwangi (343) relasi Cipatat–Sukabumi sedang memasuki Stasiun Cibeber-Cianjur. Mengingat prioritas keselamatan merupakan hal utama, perjalanan kereta langsung dihentikan sementara.

"Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama KAI dalam setiap kondisi, termasuk saat terjadi bencana alam," tegas Kuswardojo.

Langkah ini merupakan bentuk penerapan prosedur keselamatan yang ketat untuk memastikan keamanan seluruh penumpang dan awak keretaapi.

Baca Juga: Polisi Gerebek Gudang Obat Ilegal di Kopo, Kapasitas Produksi 250 Juta Butir

Pemeriksaan Mendalam terhadap Prasarana Kereta Api

Usai penghentian sementara, petugas KAI Daop 2 Bandung segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian di lintas terdampak. Pemeriksaan meliputi:

Hasil Pemeriksaan: Seluruh Prasarana Aman

Setelah melalui proses inspeksi detail, KAI Daop 2 Bandung memastikan bahwa seluruh prasarana di lintas Cibeber–Gandasoli dalam kondisi aman dan tidak terdapat kerusakan akibat gempa bumi. Dengan hasil tersebut, KA Siliwangi kemudian diberangkatkan kembali dari Stasiun Cibeber menuju Stasiun Sukabumi.

Kendati demikian, keberangkatan mengalami keterlambatan selama 19 menit dari jadwal semula sebagai dampak dari prosedur keselamatan yang diterapkan.

Prosedur Tanggap Darurat KAI saat Bencana Alam

KAI Daop 2 Bandung menegaskan komitmennya terhadap keselamatan pelanggan, awak sarana, dan operasional kereta api. Setiap kali terjadi gempa bumi yang berpotensi mempengaruhi jalur kereta api, KAI menerapkan prosedur tanggap darurat terstruktur.

"KAI akan segera menerapkan prosedur tanggap darurat dengan menghentikan sementara perjalanan kereta pada lintas yang terdampak untuk dilakukan inspeksi oleh petugas prasarana," jelas Kuswardojo.

Prosedur ini merupakan langkah antisipatif yang dirancang untuk menjamin keamanan sebelum perjalanan keretaapi dilanjutkan, sesuatu yang menjadi standar mutlak dalam operasional perkeretaapian nasional.

Kesimpulan

Kejadian gempa bumi magnitudo 4,9 di wilayah Sukabumi menjadi contoh nyata bagaimana protokol keselamatan KAI berjalan efektif. Dengan respons cepat dan prosedur pemeriksaan yang sistematis, KAI Daop 2 Bandung berhasil memastikan keamanan perjalanan keretaapi tanpa mengorbankan keselamatan penumpang.