Respons Cepat Atasi Kekeringan, Kabupaten Bandung Aktifkan Hotline Pengaduan
Melibatkan seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Bandung mengaktifkan koordinasi terpadu respons cepat atasi kekeringan melalui optimalisasi pompa air, perbaikan pipanisasi, dan hotline pengaduan.

Latar Belakang dan Kesiapsiagaan Pemerintah
Memimpin langsung rapat koordinasi dan evaluasi kinerja daerah pada Senin (20/7), Bupati Dadang Supriatna menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah, BUMD, hingga pemerintah kecamatan dalam mengantisipasi dampak kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bandung.
Sebagai wilayah dataran tinggi dengan potensi kekeringan tinggi saat musim kemarau, koordinasi terpadu menjadi kunci utama dalam memberikan respons cepat terhadap kebutuhan air bersih masyarakat dan antisipasi potensi krisis pangan.
Baca Juga: Pasar Kalcer 2026 Hadirkan 17 Subsektor Ekonomi Kreatif Bandung di Laswi Heritage Mulai 5 September
Langkah Darurat yang Disiapkan
Dadang Supriatna menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung telah mempersiapkan berbagai langkah penanganan darurat untuk menghadapi kondisi kekeringan:
- Optimalisasi pemanfaatan pompa air untuk menjangkau wilayah yang kesulitan air
- Perbaikan infrastruktur pipanisasi untuk memperbaiki saluran air yang rusak
- Penyediaan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan
Sistem Koordinasi Terpadu
Untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan efektif, bupati menginstruksikan pembentukan sistem koordinasi terpadu yang menghubungkan seluruh perangkat daerah dalam satu grup komunikasi.
"Setiap laporan saya kirimkan langsung ke grup koordinasi. Di sana kita bisa langsung memberikan solusi, menentukan titik mana yang butuh pipanisasi atau bantuan pompa air," tegas Dadang Supriatna.
Hotline pengaduan menjadi jalur komunikasi utama bagi masyarakat untuk melaporkan gangguan saluran air atau kebutuhan sarana air bersih.
Transparansi Lewat Dokumentasi Digital
Dadang juga meminta Perumda Air Minum Tirta Raharja aktif menyampaikan perkembangan penanganan di lapangan melalui media digital.
"PDAM silakan buat video, saya juga buat video di Instagram. Misalkan ada saluran yang putus, langsung dicek oleh Dirut, dan sampaikan hasilnya secara before-after kepada masyarakat," tambah bupati.
Langkah ini bertujuan meningkatkan keterbukaan informasi dan membangun kepercayaan publik terhadap penanganan yang dilakukan pemerintah.
Prioritas Anggaran untuk Pelayanan Dasar
Di samping penanganan kekeringan, rapat evaluasi juga membahas penyelarasan anggaran daerah mengingat adanya defisit serta penurunan Dana Transfer Keuangan Daerah (TKD).
Meski demikian, anggaran untuk pelayanan dasar dan program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat tetap dijamin tidak akan dikurangi.
"Saat ini kami sedang melakukan mapping untuk efisiensi pada program yang sekiranya kurang memberikan manfaat langsung," jelas Dadang.
Kolaborasi Tingkatkan Kepatuhan Pajak
Guna menjaga stabilitas pendapatan daerah, Pemerintah Kabupaten Bandung memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak strategis:
- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat untuk koordinasi hukum
- Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) untuk meningkatkan kepatuhan pajak sektor pariwisata
Kolaborasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak.
Peningkatan Kapasitas Aparatur
Terakhir, bupati menekankan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia ASN dan literasi digital. Ia menginstruksikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk merumuskan program pelatihan yang komprehensif.
Tujuannya adalah aparatur lebih responsif, adaptif terhadap teknologi, dan profesional dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.
Penutup
Langkah koordinasi terpadu ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam merespons krisis kekeringan dengan cepat dan transparan. Melalui hotline pengaduan, optimalisasi pompa air, hingga peningkatan kualitas ASN, diharapkan masyarakat terdampak dapat terbantu secara optimal.