Reses Dewan Jawa Barat: 5 Aspirasi Prioritas Masyarakat Bandung
Reses anggota dewan Jawa Barat di Bandung收起 lima aspirasi utama: lapangan kerja, penguatan UMKM, bantuan masjid, kemacetan, dan banjir dengan solusi nyata.

Reses Anggota Dewan di Dapil Jawa Barat I Sasar Lima Isu Strategis
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Tedy Rusmawan, AT., MM., menutup masa reses dengan membawa pulang segudang aspirasi dari konstituennya di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat I yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi.
Kegiatan reses berlangsung selama kurun waktu 12 hingga 20 Juni 2026, menjadi momentum penting bagi legislator untuk mendengarkan langsung berbagai keluhan dan harapan masyarakat sebagai landasan pengawasan kebijakan pemerintah daerah.
"Reses merupakan amanah untuk mendengar langsung suara masyarakat. Seluruh aspirasi yang masuk akan kami perjuangkan agar dapat menjadi prioritas dalam perencanaan maupun pelaksanaan program pembangunan di Jawa Barat," tegas Tedy.
Lapangan Kerja Jadi Keluhan Utama Masyarakat
Persoalan lapangan pekerjaan menduduki posisi teratas sebagai aspirasi yang paling banyak disampaikan warga selama masa reses.
Banyak warga mengaku kesulitan memperoleh pekerjaan dan berharap pemerintah terus menghadirkan solusi nyata agar peluang kerja semakin terbuka. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, legislator turut mensosialisasikan aplikasi "Nyari Gawe"—platform digital resmi milik Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan berbagai lowongan dari perusahaan.
Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store dan memungkinkan pengguna membuat profil lengkap meliputi:
- Biodata dan data diri
- Riwayat pendidikan
- Pengalaman kerja
- Sertifikasi keahlian
Sistem dalam aplikasi akan mencocokkan profil pelamar dengan kebutuhan perusahaan secara otomatis. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk aktif mengikuti job fair yang rutin diselenggarakan pemerintah maupun berbagai pihak.
Digitalisasi UMKM Jadi Kebutuhan Mendesak
Aspirasi kedua yang paling banyak呼声 adalah pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan digital.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperbanyak program pelatihan yang sesuai dengan perkembangan era digital, khususnya dalam bidang digital marketing dan affiliate marketing. Tedy menilai, peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui digitalisasi tidak hanya memperkuat daya saing usaha, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan kesempatan kerja baru bagi masyarakat luas.
Bantuan Pembangunan Masjid Masih Diminati
Di bidang keagamaan, aspirasi masyarakat masih berfokus pada harapan pemerintah kembali membuka program bantuan hibah untuk pembangunan masjid dan sarana ibadah.
Masyarakat menilai keberadaan masjid memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat Jawa Barat yang religius serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Kemacetan Lalu Lintas Jadi Persoalan Klasik
Persoalan infrastruktur tidak luput dari perhatian warga. Kemacetan lalu lintas di Kota Bandung dan Kota Cimahi masih menjadi persoalan utama yang dikeluhkan masyarakat.
Tedy menjelaskan, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah masih rendahnya minat masyarakat menggunakan transportasi massal, termasuk Bus Rapid Transit (BRT). Diperlukan sosialisasi lebih masif disertai peningkatan kualitas pelayanan agar masyarakat tertarik beralih ke transportasi umum.
Banjir di Kawasan Permukiman Perlu Penanganan Segera
Keluhan mengenai banjir yang kerap terjadi di kawasan perumahan juga cukup banyak disampaikan. Masalah utamanya adalah kondisi drainase yang kurang memadai serta kerusakan jalan lingkungan.
Permasalahan ini harus ditindaklanjuti agar tidak terus berulang saat musim hujan tiba.
Seluruh aspirasi yang dihimpun selama pelaksanaan reses akan dibawa dan diperjuangkan dalam pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai dengan kewenangan DPRD.
Legislator berharap berbagai program konkret dapat segera direalisasikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di Dapil Jawa Barat I.