Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Reaktivasi Bandara Husein: PHRI Prediksi Okupansi Hotel Bandung Naik 20 Persen

Bandung · Oleh Nabila Azzahra ·

PHRI Jawa Barat menyambut positif reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, memprediksi okupansi hotel Bandung naik hingga 20 persen dengan datangnya wisatawan domestik dari luar Jawa.

Reaktivasi Bandara Husein: PHRI Prediksi Okupansi Hotel Bandung Naik 20 Persen

Kota Bandung - Keputusan Presiden RI untuk mengizinkan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara mendapat sambutan hangat dari kalangan perhotelan Jawa Barat. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Dodi Ahmad, menilai kembalinya operasional penerbangan ke bandara ini berpotensi meningkatkan tingkat hunian hotel di Kota Bandung hingga 20 persen, seiring dengan datangnya kembali wisatawan domestik dari berbagai wilayah Indonesia.

Dampak Pembatasan Operasional Terhadap Sektor Perhotelan

Selama beberapa bulan terakhir, pembatasan aktivitas penerbangan jet di Bandara Husein memberikan dampak signifikan bagi sektor perhotelan di Bandung, terutama hilangnya segmen wisatawan domestik dari berbagai kota besar di luar Pulau Jawa. Menurut data yang dikutip Dodi, hilangnya pasar wisatawan dari luar Jawa menyebabkan penurunan okupansi hotel sekitar 20 persen selama periode pembatasan operasional. Segmen wisatawan dari Medan, Palembang, Bengkulu, hingga Makassar merupakan salah satu kelompok yang paling berpengaruh terhadap tingkat hunian hotel di Kota Bandung sebelum pembatasan diberlakukan.

Pernyataan Ketua PHRI Jawa Barat

Dalam pernyataan resminya pada Kamis (28/5/2026), Dodi menyatakan bahwa pembukaan kembali penerbangan ke Bandara Husein akan membuka peluang besar bagi wisatawan dari seluruh Indonesia untuk kembali mengunjungi Kota Bandung. Ia menambahkan bahwa sambutan positifnya terhadap reaktivasi ini didasarkan pada pengalaman sebelum pembatasan, dimana penerbangan ke Husein menjadi salah satu konektivitas udara utama bagi wisatawan domestik dari luar Pulau Jawa.

"Kalau memang itu dibuka, saya menyambut baik. Tamu-tamu dari Medan dan daerah sekitar Indonesia bisa mendarat di Husein lagi, alhamdulillah pasti ada peningkatan," ujar Dodi.

Ia juga mengakui bahwa pihaknya masih menunggu keputusan resmi terkait teknis operasional reaktivasi bandara, termasuk kemungkinan dibukanya kembali penerbangan internasional dari Malaysia dan Singapura yang sebelumnya beroperasi ke Bandara Husein.

"Kalau dari Malaysia atau Singapura saya belum tahu diperbolehkan atau tidak. Kan belum ada keputusan resmi, baru lampu hijau saja," jelasnya.

Berdasarkan obrolannya dengan sejumlah general manager hotel di berbagai wilayah Bandung, Dodi menyatakan bahwa peningkatan okupansi bisa mencapai sekitar 20 persen apabila konektivitas udara kembali normal dan operasional penerbangan berjalan lancar.

Ketidakseimbangan Okupansi Hotel di Berbagai Wilayah Bandung

Saat ini, kondisi okupansi hotel di Bandung masih belum merata di seluruh wilayah. Kawasan pusat kota seperti Braga, Alun-alun Bandung, Asia Afrika, hingga Jalan Riau menjadi titik dengan tingkat hunian tertinggi, mencapai sekitar 70 persen saat musim libur. Sementara itu, hotel di kawasan utara Bandung cenderung mengalami penurunan tingkat hunian yang signifikan, hanya mencapai 40 hingga 50 persen meskipun musim libur. Dodi menjelaskan bahwa ketidakseimbangan ini disebabkan oleh lokasi yang strategis dan aksesibilitas yang lebih baik di kawasan pusat kota.

Jenis Hotel yang Paling Merasakan Manfaat dari Reaktivasi

Dodi menjelaskan bahwa hotel-hotel bintang tiga, empat, dan lima di Bandung akan menjadi yang paling merasakan dampak positif dari reaktivasi Bandara Husein. Hal ini karena wisatawan domestik dari luar daerah umumnya memilih menginap di hotel-hotel tersebut selama berada di Kota Bandung, mengingat fasilitas dan layanan yang ditawarkan. Sebaliknya, hotel budget di wilayah sekitar mungkin tidak merasakan peningkatan yang signifikan, mengingat preferensi wisatawan lokal yang lebih cenderung memilih akomodasi yang lebih murah.

Meski masih menunggu detail teknis operasional dari pihak berwenang, Dodi optimis bahwa apabila penerbangan domestik kembali dibuka secara penuh, sektor perhotelan di Bandung akan kembali bergerak dan pulih dari dampak pembatasan operasional bandara sebelumnya. Ia juga menambahkan bahwa PHRI Jawa Barat siap bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa reaktivasi bandara berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi sektor perhotelan di wilayah ini.