BRI Ajarkan Tiga Prinsip Keuangan untuk Persiapan Masa Depan Generasi Muda
Literasi keuangan perlu diperkenalkan sejak sebelum memiliki penghasilan agar generasi muda memahami alokasi pendapatan dengan bijak, bukan sekadar konsumtif.

Kemudahan transaksi digital membuat generasi muda bisa pengeluaran dalam hitungan detik. Tanpa bekal pengetahuan keuangan, kemudahan ini justru berisiko mendorong gaya hidup konsumtif yang tidak sesuai kemampuan.
Achmad Royadi, Direktur Finance & Strategy BRI, mengatakan literasi keuangan sebaiknya diberikan bahkan sebelum seseorang memiliki penghasilan sendiri.
"Di BRI, kami percaya bahwa literasi keuangan sebaiknya diberikan bahkan sebelum seseorang memiliki penghasilan sendiri. Mereka sudah memahami bagaimana mengalokasikan penghasilan dari awal, mulai dari kebutuhan, dana darurat, tabungan dan investasi, hingga gaya hidup," kata Achmad.
Baca Juga: Persib Bandung tekuk PSM Makassar 3-1 di laga pembuka Super League
Tantangan utama generasi muda bukan sekadar memperoleh penghasilan, melainkan mengelolanya secara bijak. BRI mengidentifikasi tiga prinsip finansial yang perlu dibangun sejak dini.
Prinsip pertama adalah financial discipline, yaitu kemampuan mengatur pengeluaran dan menyisihkan penghasilan sejak awal. Prinsip kedua adalah financial knowledge, yang mencakup pemahaman tabungan, investasi, proteksi, hingga kredit, termasuk risiko dari setiap keputusan keuangan. Prinsip ketiga adalah financial growth mindset, yaitu pola pikir yang mendorong generasi muda untuk membangun aset, bukan sekadar menghabiskan penghasilan bulan ini.
BRImo telah digunakan lebih dari 50 juta pengguna aktif bulanan per Juni 2026. Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai kebutuhan finansial agar generasi muda dapat menabung, berinvestasi, dan mengatur anggaran melalui satu platform.
Baca Juga: Jembatan Pvtkot Cimahi Dibuka Senin untuk Sepeda Motor, Mobil Masih Dialihkan
"Semakin awal kita mulai membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi, semakin panjang pula waktu yang kita miliki untuk mengembangkan aset dan memperoleh manfaat dari efek compounding," tambah Achmad.
Peningkatan literasi keuangan generasi muda juga perlu dibarengi kewaspadaan terhadap penipuan finansial. BRI mengajarkan prinsip "Stop, Check, Verify".
Stop berarti tidak langsung bertindak ketika dibuat panik atau tergiur. Check berarti memeriksa rekening dan transaksi melalui aplikasi resmi. Verify berarti mengonfirmasi melalui kanal resmi bank apabila masih ada keraguan.
"Dalam menghadapi penipuan finansial, semakin kita didesak untuk cepat mengambil keputusan, justru semakin kita perlu berhati-hati. Pengelolaan keuangan yang baik harus berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap risiko dan keamanan transaksi," jelas Achmad.
BRI terus mengembangkan solusi digital yang membantu generasi muda menerapkan kebiasaan finansial secara praktis, bukan sekadar teori di atas kertas.