Rawa Binong Bekasi: Dari Tradisi Hajat Bumi Menuju Destinasi Wisata Budaya Unggulan
Semarak Hajat Bumi Rawa Binong di Bekasi gelar lima kesenian tradisional dan tradisi penebaran ikan mas. Potensi wisata budaya Rawa Binong jadi sorotan.

Melihat Semarak Hajat Bumi Rawa Binong sebagai Wadah Pelestarian Budaya Bekasi
Ribuan masyarakat memadati kawasan Rawa Binong, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, sejak pagi hari. Mereka hadir dalam perhelatan Hajat Bumi yang menjadi tradisi turun-temurun masyarakat setempat. Berbagai rangkaian acara tersaji memukau, mulai dari doa bersama, pagelaran lima kesenian tradisional, penebaran bibit ikan mas, hingga kegiatan adat lainnya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan kepada warisan budaya para leluhur.
Potensi Rawa Binong sebagai Ikon Wisata Bekasi
Keseribu masyarakat yang hadir bukan tanpa alasan. Kawasan Rawa Binong menawarkan pesona alam rawa yang khas sekaligus kekayaan budaya yang jarang ditemukan di. Ketua Panitia Hajat Bumi Rawa Binong, Bopi, menyatakan bahwa seluruh rangkaian acara dapat terlaksana berkat semangat gotong royong masyarakat serta dukungan berbagai pihak termasuk pemerintah desa, Forkopimcam, tokoh agama, dan sesepuh adat.
Baca Juga: Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan Kredit Bank BUMN Senilai Rp 3,4 Miliar
"Hajat Bumi merupakan momentum mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal yang harus terus dijaga," tegas Bopi.
Tradisi Penebaran Bibit Ikan Mas sebagai Simbol Keberlanjutan
Salah satu tradisi yang tak pernah absen dalam Hajat Bumi adalah penebaran bibit ikan mas. Bagi masyarakat Hegarmukti, tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai simbol harapan akan kelestarian alam, keberkahan, dan keberlangsungan ekosistem rawa. Bopi berharap tradisi tersebut terus dipertahankan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.
Baca Juga: Damkar Kuningan Evakuasi Ular Kobra 1 Meter dari Rumah Guru Ngaji
Lebih jauh, Bopi mendorong agar kawasan Rawa Binong dapat berkembang menjadi ikon wisata Kecamatan Cikarang Pusat bahkan Kabupaten Bekasi secara luas. Ia menekankan bahwa kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan alam yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Komitmen Pemerintah Desa Menjaga Warisan Leluhur
Kepala Desa Hegarmukti, H. Ajo Subarjo, menegaskan bahwa Situs Rawa Binong merupakan aset desa yang memiliki nilai sejarah, budaya, sekaligus potensi ekonomi yang besar. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya serta peninggalan para leluhur yang menjadi identitas Desa Hegarmukti.
"Tradisi Hajat Bumi harus terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah tetap terpelihara," jelas H. Ajo Subarjo.
Pihaknya berharap kawasan Rawa Binong dapat terus dikembangkan menjadi objek wisata yang tertata, nyaman, dan berkelanjutan. Dengan begitu, keberadaan kawasan ini diharapkan mampu mendorong kemajuan Desa Hegarmukti sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peran Legislator dalam Pelestarian Budaya Lokal
Anggota Komisi Empat DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Golkar, H. Agung Suganda, S.Pd., M.M., turut hadir dalam perhelatan tersebut. Putra asli Desa Hegarmukti itu menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pelestarian budaya yang menjadi jati diri masyarakat.
Menariknya, Agung Suganda pernah berjanji saat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD pada Pemilu 2024 bahwa dirinya akan menghadirkan lima kesenian tradisional apabila dipercaya menjadi wakil rakyat. Janji tersebut kini diwujudkan melalui penampilan:
- Seni Topeng
- Jaipong
- Tanjidor
- Degung
- Calung
Penampilan lima kesenian tradisional ini merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat sekaligus dukungan nyata terhadap para pelaku seni dan budaya lokal.
Kolaborasi untuk Pengembangan Wisata Budaya
Agung Suganda menekankan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pengembangan potensi daerah. Ia menyatakan kesiapan mendorong berbagai program yang mendukung pengembangan Rawa Binong sebagai kawasan wisata budaya dan wisata alam.
"Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan, saya optimistis Rawa Binong dapat menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Bekasi yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar," papar Agung Suganda.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama merawat Hajat Bumi sebagai warisan budaya yang harus tetap hidup sepanjang zaman. Baginya, budaya merupakan kekuatan yang menyatukan masyarakat sekaligus fondasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Bekasi yang semakin maju, berbudaya, dan sejahtera.