Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ramadan 1447 H: Momentum Perubahan Diri di Pengajian Majelis Taklim Balai Wartawan Depok

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Kegiatan pengajian rutin Majelis Taklim Balai Wartawan Depok saat Ramadan 1447 H dihadiri tokoh lokal dan jamaah, dengan pesan spiritual tentang perubahan diri dan amalan sunnah salawat.

Ramadan 1447 H: Momentum Perubahan Diri di Pengajian Majelis Taklim Balai Wartawan Depok

Kegiatan Pengajian Rutin Majelis Taklim Balai Wartawan Depok di Bulan Ramadan 1447 H

Depok, – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Majelis Taklim Balai Wartawan Kota Depok menggelar pengajian rutin bulanan yang dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama pada Kamis, 26 Februari 2026. Acara dengan tema “Ramadan: Momentum Perubahan Kualitas Diri” dihadiri oleh beragam pihak, mulai dari pengurus dan jamaah majelis taklim, istri wartawan, hingga tokoh lokal seperti Ketua DPD Forkabi Kota Depok Edi Dadang Chandra dan jajarannya, serta Ketua DPW Pejabat Depok Amar Fuad.

Bagi para wartawan di Kota Depok, kegiatan ini bukan hanya ajang beribadah, tetapi juga kesempatan untuk melepaskan kepenatan dari rutinitas kerja yang padat, sambil memperdalam pemahaman spiritual dan mempererat hubungan dengan rekan sejawat.

Dua Pembicara yang Menghiasi Acara

Acara ini menghadirkan dua pembicara agama yang terkenal di wilayah Jawa Barat, yaitu Ustadz Mohammad Sofwan yang akrab dipanggil Ustadz Jaka Gledek, dan Ustadz Syahruddin El Fikri, guru pembimbing Majelis Taklim Balwan Kota Depok. Keduanya menyampaikan pesan spiritual yang relevan dengan tema perubahan diri di bulan Ramadan.

Pesan tentang Cinta dan Amalan Salawat dari Ustadz Jaka Gledek

Dalam tausyiahnya, Ustadz Jaka Gledek memulai ceramahnya dengan kisah penuh hikmah tentang kemuliaan Baginda Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan bahwa nama Nabi Muhammad telah tertulis di pintu-pintu surga sebagai kekasih Allah, dan bagaimana Nabi Adam AS merasa penasaran dan memohon kepada Allah untuk diperlihatkan wajah Rasulullah. Setelah membaca salawat “Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad”, Nabi Adam diperlihatkan gambaran wajah Rasulullah melalui kedua ibu jarinya.

Ustadz Jaka Gledek kemudian mengingatkan jamaah untuk memperbanyak membaca salawat, khususnya saat mendengar adzan, sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah. Ia menegaskan bahwa amalan tersebut merupakan bagian dari sunnah yang membawa keberkahan bagi umat Islam.

“Perbanyak membaca salawat, khususnya saat mendengar adzan, sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah. Amalan tersebut menjadi bagian dari sunnah yang membawa keberkahan bagi umat Islam.”

Momentum Refleksi dan Perubahan Diri dari Ustadz Syahruddin El Fikri

Sementara itu, Ustadz Syahruddin El Fikri menekankan bahwa Allah SWT telah memberikan 11 bulan dalam setahun yang mungkin kita lewatkan dengan berbagai kekurangan, kelalaian, bahkan kemaksiatan. Oleh karena itu, Ramadan hadir sebagai momentum untuk bertafakur, khusyuk, dan mentadabburi Al-Quran dengan lebih seksama.

Ia menegaskan bahwa bulan suci ini adalah kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik. Ia berkata:

“Mari kita memanfaatkan bulan suci sebagai pengendali diri. Jika di bulan Ramadan kita belum mampu menjadi pribadi yang lebih baik, lalu di bulan apa lagi kita akan sadar dan memperbaiki diri?”

Ustadz Syahruddin juga menyampaikan kisah tentang Fudhail bin Iyadh, seorang tabi’in yang dahulu dikenal sebagai perampok. Namun setelah mendengar ayat Al-Quran “Alam ya’ni lilladzina amanu an takhsya’a qulubuhum li dzikrillah…” (Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?), hatinya tersentuh dan hidupnya berubah total. Kisah ini menjadi pengingat bahwa hidayah Allah dapat datang kapan saja, termasuk di bulan Ramadan yang penuh ampunan dan keberkahan.

Pengumuman dan Apresiasi dari Ketua Majelis Taklim

Adie Rakasiwi, ketua Majelis Taklim Balai Wartawan Depok, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jamaah yang setia menghadiri kegiatan pengajian rutin tersebut. Ia juga mengumumkan adanya pergantian pengurus Bendahara Majelis Taklim, yang kini dijabat oleh Rohendi Budiyana.

Adie mengajak seluruh jamaah untuk tetap istiqamah menjalankan kewajiban ibadah puasa serta menjadikan Ramadan sebagai sarana meningkatkan kualitas iman dan takwa. Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai spiritual semakin tumbuh di kalangan jamaah, serta menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

“Semoga Ramadan tahun ini benar-benar menjadi momentum transformasi diri bagi kita semua, Aamiin.”

Acara ini diakhiri dengan sesi berbuka puasa bersama, di mana seluruh jamaah bisa berkumpul, berbagi cerita, dan mempererat hubungan sosial. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat spiritual bagi para peserta, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas di kalangan wartawan dan masyarakat di Kota Depok.