Putih Sari Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bekasi
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari melakukan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bekasi, menegaskan manfaat multi sektor dan menangani informasi keliru tentang anggaran program.

Kabupaten Bekasi – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Gerindra, Putih Sari, menggelar acara sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja di Kabupaten Bekasi pada Senin, 2 Maret 2026. Acara dihadiri perwakilan Badan Gizi Nasional, serta Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi Gerindra, Darissalam. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang tujuan, manfaat, dan tata cara pelaksanaan program yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Tujuan Utama Program Makan Bergizi Gratis
Dalam sambutannya, Putih Sari menegaskan bahwa Program MBG memiliki visi mulia untuk membentuk generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi merupakan fondasi utama keberhasilan pendidikan, karena kurikulum sebagus apa pun tidak akan optimal jika anak-anak tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup. “Kesehatan dan kecerdasan itu dimulai dari makanan yang bergizi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penerima manfaat program tidak hanya terbatas pada siswa sekolah, tetapi juga kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang menjadi penentu kualitas generasi masa depan.
Menanggapi Informasi Keliru tentang Anggaran Program
Salah satu poin krusial dalam sosialisasi ini adalah penjelasan Putih Sari terhadap narasi keliru yang beredar di masyarakat, yang menyebut program MBG mengurangi anggaran pendidikan. Ia menegaskan bahwa investasi pada gizi sebenarnya merupakan bagian integral dari anggaran pendidikan. Menurutnya, anggaran pendidikan tidak hanya mencakup biaya operasional sekolah, Program Indonesia Pintar (PIP), renovasi gedung, maupun insentif guru, tetapi juga investasi terhadap kualitas kesehatan dan kesiapan fisik serta mental peserta didik. “Program ini bukan mengurangi, tetapi memperkuat sektor pendidikan. Karena pendidikan bukan hanya soal ruang kelas, melainkan juga kesiapan fisik dan mental anak-anak kita,” tegasnya.
Dampak Multi Sektor dari Program MBG
Selain berdampak langsung pada kesehatan dan pendidikan anak, Program MBG juga memiliki efek berganda terhadap perekonomian masyarakat lokal. Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG melibatkan partisipasi aktif masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai institusi dalam proses percepatan pembangunan dan operasionalnya. Hingga saat ini, secara nasional ribuan dapur MBG telah beroperasi dan terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Putih Sari juga menekankan bahwa Komisi IX DPR RI, sebagai mitra kerja Badan Gizi Nasional, akan melakukan pengawasan ketat agar pelaksanaan program berjalan sesuai standar kualitas dan keamanan pangan. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun anak Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan akibat kelalaian dalam pengelolaan program ini.
Selain itu, Putih Sari mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif mengawasi jalannya program. Jika ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui kanal pengaduan resmi yang telah disediakan. “Partisipasi publik sangat penting agar program ini terus membaik dan tepat sasaran,” katanya.
Harapan dari Kegiatan Sosialisasi
Acara sosialisasi di Kabupaten Bekasi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya investasi gizi sebagai bagian dari pembangunan bangsa. Kabupaten Bekasi, yang merupakan salah satu wilayah padat penduduk di Jawa Barat, menjadi lokasi strategis untuk implementasi program ini, mengingat jumlah penduduk yang besar dan potensi penerima manfaat yang luas.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga legislatif, dan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diyakini menjadi langkah strategis menuju Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing di tingkat global. Melalui program ini, diharapkan setiap anak Indonesia memiliki akses ke asupan gizi yang cukup, sehingga dapat mengoptimalkan potensi diri dan berkontribusi pada kemajuan bangsa.