Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Puskesmas Sukadami Canangkan Layanan Pemeriksaan Mata November 2026 untuk Warga Cikarang Selatan

Jabar · Oleh ·

Puskesmas Sukadami canangkan layanan pemeriksaan mata mulai November 2026 untuk warga Cikarang Selatan. Rencana ini jadi bagian dari upaya perluas jangkauan pelayanan kesehatan, di samping penguatan Posyandu dan pencegahan stunting.

Puskesmas Sukadami Canangkan Layanan Pemeriksaan Mata November 2026 untuk Warga Cikarang Selatan

Warga Cikarang Selatan bakal mendapat akses pemeriksaan mata lebih mudah mulai November 2026. Kepala Puskesmas Sukadami, dr. H. Raden Muhammad Adi Pranaya, menyampaikan rencana kerja sama dengan pihak terkait untuk menghadirkan layanan itu melalui Posyandu dan sekolah.

"Pemeriksaan mata yang lebih mudah diakses diharapkan membantu mengenali gangguan penglihatan lebih awal sehingga masyarakat memperoleh penanganan yang sesuai," katanya dalam Rapat Minggon Kecamatan Cikarang Selatan di Aula Kantor Desa Sukadami, Rabu (21/10/2026).

Layanan ini dianggap penting karena gangguan penglihatan bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari, kemampuan belajar anak, produktivitas orang dewasa, hingga kemandirian lanjut usia. Selama ini, warga yang ingin memeriksa mata harus ke fasilitas kesehatan dengan alat yang lebih lengkap.

Baca Juga: Pemkab Bogor Edukasi Aparatur Cisarua Cegah Penyimpangan Sejak Dini

Di samping layanan pemeriksaan mata, rapat juga membahas penguatan peran kader Posyandu sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat. Kader membantu pemantauan tumbuh kembang anak, pendampingan ibu hamil, edukasi gizi, hingga deteksi dini risiko kesehatan secara langsung di tingkat家门口.

"Kedekatan tersebut memungkinkan informasi kesehatan disampaikan secara lebih efektif sekaligus membantu tenaga kesehatan mengenali persoalan yang membutuhkan tindak lanjut," terang dr. Adi.

Penekanan lain落在预防 stunting atau gangguan pertumbuhan anak. dr. Adi mengingatkan bahwa intervensi harus dilakukan sejak dini, bukan hanya ketika gangguan sudah ditemukan. Pemeriksaan kehamilan teratur, pemantauan status gizi ibu, hingga pengecekan berat dan tinggi badan anak menjadi bagian upaya itu.

Baca Juga: Kekeringan dan Pilkades Digital Jadi Perhatian Utama Warga Pangkalan Karawang dalam Forum Minggon Kecamatan

Ia juga menyinggung kasus gizi berat yang pernah ditemukan di wilayah pelayanan Puskesmas Sukadami sebagai pengingat bahwa masalah gizi bisa berkembang serius tanpa penanganan tepat waktu.

"Anak yang memperoleh asupan gizi memadai, pemantauan kesehatan yang baik, dan lingkungan tumbuh kembang yang mendukung memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara optimal," katanya.

Aspek keamanan pangan turut menjadi perhatian. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap makanan tidak layak konsumsi, terutama yang dikonsumsi anak-anak dan kelompok rentan. Sekolah, penyedia makanan, orang tua, dan pemerintah desa perlu segera melaporkan dugaan kejadian yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Dalam rapat yang sama, dr. Adi juga memohon doa dari peserta karena dirinya lolos ke Tahap III lomba ASN Inovatif Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Ia berharap keikutsertaannya dalam kompetisi itu bisa memperkenalkan berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan di lingkungan Puskesmas Sukadami.

Dalam konteks无力, penguatan Posyandu, pencegahan stunting, dan pengembangan layanan baru seperti pemeriksaan mata menjadi langkah konkret yang diharapkan menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih responsif. Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program-program tersebut.