Puskesmas Cipayung Periksa Kelayakan SPPG Rawagebang dan Higienitasnya
Kepala Puskesmas Cipayung Ajat Jatnika melakukan pengecekan kelayakan operasional dan higienitas SPPG Rawagebang di Kabupaten Bekasi, menyatakan fasilitas layak operasi dengan catatan perbaikan sirkulasi udara

Pada Rabu, 25 Februari 2026, Kepala Puskesmas Cipayung Kecamatan Cikarang Timur, Ajat Jatnika, bersama jajaran melakukan pengecekan standarisasi dan kelayakan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rawagebang di Desa Tanjungbaru, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengawasi layanan kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat agar berjalan sesuai standar nasional yang ditetapkan.
Lingkup Pengecekan Komprehensif
Selama peninjauan, tim dari Puskesmas Cipayung memeriksa seluruh aspek teknis dan higienitas dapur SPPG Rawagebang secara menyeluruh. Beberapa poin yang diperiksa meliputi:
- Tata letak ruang produksi yang teratur dan fungsional
- Area penyimpanan bahan makanan yang aman dan bebas kontaminasi
- Kebersihan dan kondisi peralatan masak yang digunakan
- Sistem sanitasi dan kebersihan umum fasilitas pelayanan
Standar higienitas dapur sangat penting untuk mencegah kontaminasi pangan dan memastikan bahwa makanan yang disalurkan tidak membahayakan kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa sebagian besar aspek fasilitas telah memenuhi standar kelayakan dasar sebagai pusat pelayanan pemenuhan gizi. Ajat menjelaskan bahwa kondisi ini menjadi modal penting untuk menjamin keamanan pangan dan kualitas gizi yang akan disalurkan kepada masyarakat sekitar.
"Secara umum, tata ruang sudah tertata baik, kebersihan terjaga, dan sanitasi tersedia lengkap. Ini menjadi modal penting untuk menjamin keamanan pangan dan kualitas gizi yang disalurkan kepada masyarakat," ujar Ajat di sela-sela pengecekan.
Temuan dan Rekomendasi Perbaikan
Meskipun sebagian besar fasilitas memenuhi standar operasional, tim menemukan catatan kecil terkait instalasi sirkulasi udara di beberapa ruangan yang dinilai masih kurang optimal. Ajat menjelaskan bahwa rekomendasi penambahan ventilasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan, serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan kerja petugas SPPG.
Ia menegaskan bahwa perbaikan kecil ini tidak mengurangi kelayakan operasional SPPG Rawagebang secara keseluruhan.
"Pada prinsipnya, SPPG Rawagebang sudah sangat representatif sebagai dapur pelayanan pemenuhan gizi untuk mendukung program Mandiri Gizi (MBG) di Cikarang Timur, dan saat ini sudah mulai berjalan dengan baik," tegasnya.
Peran SPPG Rawagebang dalam Program Gizi Masyarakat
Keberadaan SPPG Rawagebang di Desa Tanjungbaru diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan program Mandiri Gizi (MBG) berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Program MBG sendiri bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pemenuhan gizi yang berkualitas, sehingga dapat menurunkan angka malnutrisi di wilayah Cikarang Timur.
Upaya ini juga menjadi bukti kolaborasi yang baik antara fasilitas kesehatan dan pemerintah desa dalam menghadirkan pelayanan yang aman, berkualitas, serta berdampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Dengan adanya pengawasan rutin dari Puskesmas Cipayung, diharapkan SPPG Rawagebang dapat terus mempertahankan standar operasional dan higienitasnya, sehingga dapat memberikan layanan pemenuhan gizi yang terbaik bagi warga Desa Tanjungbaru dan wilayah sekitar Cikarang Timur.