Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Puncak Kemarau 2026: BMKG Prediksi 90 Persen Jawa Barat Kering Ekstrem

Jabar · Oleh · · Diperbarui 26 Agustus 2026

BMKG prediksi musim kemarau 2026 di Jawa Barat lebih kering dari normal dengan puncak Agustus mencakup 90 persen wilayah.

Puncak Kemarau 2026: BMKG Prediksi 90 Persen Jawa Barat Kering Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat memperingatkan bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi jauh lebih kering dibandingkan kondisi klimatologis normal. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang dan mencakup sekitar 90 persen wilayah Jawa Barat.

Kondisi Sawah di Tasikmalaya Tunjukkan Dampak Awal

Diperkuat dengan dokumentasi di lapangan, kondisi pertanian di beberapa wilayah sudah menunjukkan dampak awal dari musim kemarau ini. Sawah irigasi anak Sungai Cimulu di Kampung Ciwasmandi, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, bahkan sudah mulai mengering.

Baca Juga: Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan Kredit Bank BUMN Senilai Rp 3,4 Miliar

Fenomena ini menjadi gambaran nyata betapa serius ancaman kekeringan yang melanda sektor pertanian di berbagai daerah di Jawa Barat. Petani setempat kini menghadapi tantangan berat dalam menjaga ketahanan pangan mereka.

Faktor Penyebab Kemarau Lebih Kering dari Normal

Berdasarkan data BMKG, ada beberapa faktor yang menyebabkan musim kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis normal:

Baca Juga: Damkar Kuningan Evakuasi Ular Kobra 1 Meter dari Rumah Guru Ngaji

Kombinasi faktor-faktor tersebut menciptakan kondisi atmosfer yang tidak mendukung terbentuknya awan hujan signifikan di wilayah Jawa Barat selama musim kemarau.

Dampak pada Sektor Pertanian dan Permukiman

Kondisi kemarau ekstrem ini berpotensi memberikan dampak luas, terutama pada:

BMKG Jawa Barat menekankan pentingnya persiapan dini untuk menghadapi puncak kemarau pada Agustus mendatang.

Langkah Antisipasi yang Direkomendasikan

Menghadapi kondisi ini, BMKG memberikan beberapa rekomendasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat:

Peringatan Dini untuk Masyarakat

Masyarakat dihimbau untuk mulai melakukan persiapan sejak dini. steps sederhana seperti:

Kondisi ini menuntut koordinasi yang baik antara pemerintah, petani, dan masyarakat luas untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh musim kemarau yang diprediksi lebih kering tahun ini.

Dengan persiapan yang tepat dan kesadaran bersama, diharapkan masyarakat Jawa Barat dapat melewati musim kemarau 2026 dengan dampak seminimal mungkin.