Progres Pabrik BYD di Subang, Kapan Produksi Massal Dimulai?
PT BYD Motor Indonesia mengungkapkan sertifikat lengkap untuk pabrik EV Subang, Jawa Barat, serta membahas rencana produksi dan data penjualan kendaraan listrik BYD di Indonesia hingga akhir 2025.

Pabrik Mobil Listrik BYD Subang: Sertifikat Lengkap dan Rencana Produksi 2026
PT BYD Motor Indonesia baru saja mengungkapkan perkembangan signifikan terkait proses pembangunan pabrik mobil listrik (EV) mereka di Subang, Jawa Barat. Selain itu, perusahaan juga menegaskan bahwa operasional pabrik internasional pertama mereka di Camacari, Brasil, sudah berjalan lancar sejak awal Juli 2025. Dalam acara yang diadakan di Kemayoran, Jakarta, Kepala Hubungan Publik dan Pemerintah PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan berbagai aspek persiapan pabrik lokal yang sudah memasuki tahap akhir.
Sertifikat Penting untuk Operasional Pabrik Subang
Kepada awak media pada 5 Februari 2026, Luther mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi tiga sertifikat kunci untuk memulai produksi di pabrik Subang:
"Sertifikat standar, kemudian WMI (World Manufacturer Identifier) itu untuk tanda pengenal dari nomor identifikasi kendaraan (VIN) dan ada sertifikasi IKD (Incompletely Knocked Down),"
Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas, berikut adalah penjelasan singkat masing-masing sertifikat:
- WMI (World Manufacturer Identifier): Tiga digit pertama dari 17 karakter nomor identifikasi kendaraan (VIN atau nomor rangka) yang berfungsi sebagai tanda pengenal produsen kendaraan.
- IKD (Incompletely Knocked Down): Metode perakitan komponen kendaraan sebagian menjadi unit utuh, yang merupakan alternatif dari metode Completely Knocked Down (CKD) dan Semi Knocked Down (SKD).
Luther menambahkan bahwa dengan sertifikat ini, fasilitas pabrik Subang sudah siap untuk memulai produksi nasional, meskipun masih ada beberapa tahapan tambahan sebelum mencapai skala produksi massal.
Kapasitas Produksi dan Fokus Produk
Sebelumnya, BYD telah mengumumkan bahwa pabrik Subang akan memiliki kapasitas produksi maksimal 150 ribu unit per tahun, dengan target awal operasional pada kuartal pertama tahun 2026. Saat ini, perusahaan belum dapat menentukan target produksi pasti untuk tahap awal, namun Luther menjelaskan bahwa BYD akan fokus pada produk EV dengan volume penjualan tinggi untuk memaksimalkan efisiensi operasional.
Perkembangan Penjualan EV BYD di Indonesia
Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa total penjualan kendaraan BYD termasuk merek Denza secara wholesales (dari pabrik ke dealer) telah mencapai lebih dari 55 ribu unit selama periode 17 bulan, dari Juni 2024 hingga Desember 2025. Pertumbuhan penjualan ini didukung oleh kebijakan insentif impor BEV dengan komitmen investasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Investasi Nomor 1 Tahun 2024, yang memberikan kebebasan bea masuk dan pembebasan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah).
Sebagai informasi, dalam periode 22 bulan sejak memulai operasi di Indonesia, PT BYD Motor Indonesia telah mengimpor sebanyak 68.220 unit mobil listrik dari China. Suatu saat sebelum acara, pengunjung pameran sempat melihat langsung berbagai model EV BYD di booth perusahaan selama BCA Expoversary 2026 yang diadakan di ICE BSD, Tangerang, pada tanggal 5 Februari 2026. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Operasional Pabrik BYD di Brasil
Selain perkembangan pabrik lokal, BYD juga telah resmi memulai produksi di pabrik barunya di Camacari, Brasil, sejak awal Juli 2025. Langkah ini merupakan bagian dari strategi global perusahaan untuk memperluas jaringan produksi EV di berbagai negara, selain China dan Indonesia. (Foto: BYD)
Dengan persiapan yang sudah memasuki tahap akhir, pabrik Subang di Jawa Barat diharapkan dapat menjadi salah satu pusat produksi EV terbesar di Southeast Asia, yang akan mendukung pertumbuhan industri otomotif listrik di Indonesia.