Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Program Bahasa Inggris PKH Ciamis: Kurangi Gawai dan Pendidikan

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Program pembelajaran bahasa Inggris untuk anak penerima PKH di Ciamis, Jawa Barat, berjalan sejak 2023, diikuti 94 anak dengan 11 guru relawan, bertujuan penguatan pendidikan dan mengurangi penggunaan gawai.

Program Bahasa Inggris PKH Ciamis: Kurangi Gawai dan Pendidikan

Minggu (10/5/2026), di PKH Shop Kertaharja, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ratusan anak penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) mengikuti sesi pembelajaran bahasa Inggris yang menarik dan interaktif. Kegiatan ini bukan hanya sesi kursus biasa, melainkan bagian dari program berkelanjutan yang telah melibatkan lebih dari 90 anak setiap tahunnya sejak diluncurkan pada tahun 2023. Berbeda dengan program kursus bahasa berbayar pada umumnya, program ini tidak mengenakan biaya apapun kepada peserta, sehingga memberikan akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah.

Detail Program dan Partisipan

Program pembelajaran bahasa Inggris dan Jepang ini diinisiasi oleh pendamping PKH Ciamis sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sampai saat ini, program ini telah melibatkan 11 guru relawan yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, termasuk guru bahasa Inggris dan Jepang di sekolah-sekolah lokal, serta profesional yang ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat. Total ada 94 anak KPM yang mendaftar dan mengikuti kegiatan secara rutin, dengan rentang usia antara 7 hingga 12 tahun.

Tujuan Utama Program

Ada dua tujuan inti yang ingin dicapai melalui program ini. Pertama, penguatan pendidikan formal dan non-formal bagi anak-anak dari keluarga penerima bantuan sosial, yang seringkali kurang memiliki akses ke kursus bahasa berbayar. Dengan memberikan pembelajaran bahasa Inggris dan Jepang, program ini membantu anak-anak mengembangkan keterampilan bahasa yang dibutuhkan di pasar kerja masa depan, tanpa harus khawatir tentang biaya. Kedua, mengurangi penggunaan gawai berlebih di kalangan anak-anak, yang menjadi masalah umum di berbagai wilayah pedesaan di Jawa Barat. Dengan memberikan kegiatan pembelajaran yang menarik dan interaktif, diharapkan anak-anak akan lebih tertarik untuk belajar dan berinteraksi dengan teman-teman sebaya daripada menghabiskan waktu di depan layar gawai.

Kutipan dari Guru Relawan

Salah satu guru relawan yang terlibat dalam program ini mengatakan bahwa ia tergerak untuk bergabung karena ingin membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses ke pendidikan yang berkualitas.

"Banyak anak di sini tidak bisa mengikuti kursus bahasa karena biaya yang mahal. Dengan program ini, mereka bisa belajar tanpa khawatir tentang biaya," ujarnya.

Menurutnya, selain mengajar keterampilan bahasa, program ini juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan orang dewasa yang positif dan mengembangkan keterampilan sosial.

Dampak dan Potensi Pengembangan

Selain manfaat langsung dalam hal keterampilan bahasa, program ini juga memiliki dampak sosial yang lebih luas. Orang tua dari beberapa peserta melaporkan bahwa anak mereka sekarang lebih suka menghabiskan waktu belajar bahasa daripada bermain game online atau menonton video di gawai. Hal ini merupakan perubahan positif yang sangat dibutuhkan, mengingat masalah penggunaan gawai berlebih telah menjadi masalah serius di berbagai wilayah pedesaan di Indonesia.

Pendamping PKH Ciamis juga menyatakan bahwa mereka berencana untuk memperluas program ini ke wilayah lain di Kabupaten Ciamis pada tahun depan, dengan menambahkan lebih banyak mata pelajaran dan guru relawan. Hal ini diharapkan akan membantu lebih banyak anak KPM mendapatkan akses ke pendidikan yang berkualitas, serta meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.

Kesimpulannya, program pembelajaran bahasa Inggris dan Jepang untuk anak PKH di Ciamis merupakan contoh inisiatif sosial yang berhasil menggabungkan dukungan pendidikan dengan penanganan masalah sosial umum. Dengan berjalan selama lebih dari tiga tahun, program ini telah terbukti memberikan manfaat yang signifikan bagi lebih dari 90 anak setiap tahunnya, serta membantu meningkatkan akses pendidikan yang merata di wilayah Ciamis.