Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Prediksi Kebutuhan Hewan Kurban Cirebon 2026: 16.000 Ekor dan Pengawasan

Jabar · Oleh · · Diperbarui 4 Agustus 2026

Kabupaten Cirebon memprediksi kebutuhan hewan kurban Iduladha 2026 mencapai 16.000 ekor. Dinas Pertanian mengintensifkan pemeriksaan kesehatan dan pengawasan untuk memastikan keamanan hewan kurban.

Prediksi Kebutuhan Hewan Kurban Cirebon 2026: 16.000 Ekor dan Pengawasan

Kabar Prediksi Kebutuhan Hewan Kurban Cirebon 2026

Pada 7 Mei 2026, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Denny Nugraha, mengumumkan prediksi kebutuhan hewan kurban untuk Iduladha tahun ini mencapai 16.000 ekor. Angka ini jauh melebihi target awal pemeriksaan kesehatan hewan yang ditetapkan sebesar 5.000 ekor, mengikuti tren lonjakan realisasi tahun lalu yang mencapai jumlah serupa.

"Tahun ini target awal pemeriksaan sekitar 5.000 ekor. Namun kalau melihat pengalaman tahun lalu, realisasi pemeriksaan bisa mencapai 16.000 ekor hewan kurban," kata Denny dalam keterangan pers pada Kamis (7/5/2026).

Latar Belakang Lonjakan Kebutuhan Hewan Kurban

Denny menjelaskan bahwa lonjakan jumlah hewan yang diperiksa menjadi indikator jelas tingginya aktivitas jual beli dan kebutuhan masyarakat akan hewan kurban di Kabupaten Cirebon. Peningkatan ini seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah kurban menjang Iduladha, serta peran Cirebon sebagai hub distribusi hewan kurban yang strategis.

Kabupaten ini menjadi tujuan utama pengiriman hewan dari berbagai wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah, sehingga transaksi penjualan sapi dan kambing selalu mengalami peningkatan signifikan menjang hari raya. Hingga pekan pertama Mei 2026, sudah sebanyak 500 ekor sapi dan kambing telah diperiksa kesehatan di sejumlah peternakan, pasar hewan, dan lokasi penjualan hewan kurban musiman, termasuk di wilayah Kaliwadas, Kecamatan Sumber.

Baca Juga: Staf Administrasi RSUD Dr. Soekardjo Diduga Hina Pasien BPJS yang Sempat Keluhkan Waktu Tunggu 8 Jam

Pengawasan dan Tahapan Pemeriksaan Kesehatan Hewan

Untuk memastikan hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon telah mengintensifkan program pemeriksaan kesehatan sejak awal Mei 2026. Pemeriksaan dilakukan melalui dua tahapan standar yang ketat:

Selain itu, Dinas Pertanian telah menyiapkan sosialisasi mendalam tentang kedua tahapan pemeriksaan kepada petugas lapangan. Tim kesehatan hewan juga telah disebar ke seluruh titik strategis, mulai dari peternakan, pasar hewan, hingga lapak penjualan hewan kurban musiman yang mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan utama Kabupaten Cirebon.

Antisipasi Penyakit Menular

Pengawasan ketat ini juga bertujuan untuk mengantisipasi peredaran hewan yang terindikasi penyakit menular, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun penyakit kulit pada ternak. Denny menegaskan bahwa setiap kasus hewan yang terindikasi penyakit akan segera ditangani untuk mencegah penyebaran ke wilayah lain.

Hal ini sangat penting untuk menjamin keamanan pangan masyarakat, mengingat hewan kurban akan dikonsumsi oleh banyak orang selama hari raya Iduladha.

Baca Juga: Dukcapil: 34,7 Juta Penduduk Indonesia Berzodiak Cancer, Terbanyak dari Semua Zodiak

Dampak Positif pada Ekonomi Sektor Peternakan

Tingginya kebutuhan hewan kurban tidak hanya berdampak pada kegiatan ibadah, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor peternakan. Transaksi penjualan sapi dan kambing menjang Iduladha selalu mengalami peningkatan signifikan dibandingkan bulan-bulan biasa, dengan perputaran ekonomi yang meningkat setiap tahun.

Selain pedagang lokal, peningkatan transaksi juga melibatkan peternak dari luar daerah yang memasok sapi dan kambing ke sejumlah titik penjualan musiman di Cirebon. Hal ini membuat perputaran ekonomi dari penjualan hewan kurban semakin besar, memberikan manfaat bagi peternak, pedagang, dan masyarakat sekitar.

Sertifikat dan Edukasi Tambahan

Setiap hewan yang lolos pemeriksaan kesehatan akan diberikan Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikat ini menjadi bukti resmi bahwa hewan telah memenuhi standar kesehatan dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.

"Sapi-sapi yang sehat biasanya kami berikan sertifikat kelayakan atau SKKHK. Ini penting sebagai jaminan kepada masyarakat bahwa hewan yang dibeli sudah memenuhi standar kesehatan," ujar Denny.

Selain pemeriksaan kesehatan, pemerintah daerah juga memberikan edukasi tambahan kepada panitia kurban dan petugas pemotongan terkait tata cara penyembelihan yang benar, serta penanganan daging setelah pemotongan untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan.

Prospek Pemeriksaan Mendekati Iduladha

Dinas Pertanian memprediksi jumlah pemeriksaan hewan kurban akan terus meningkat mendekati hari raya Iduladha, seiring dengan bertambahnya hewan yang masuk ke Kabupaten Cirebon dari berbagai wilayah. Oleh karena itu, pengawasan dan pemeriksaan kesehatan akan tetap ditingkatkan untuk memastikan semua hewan kurban memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.