Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Prabowo Tugaskan Zulkifli Hasan Atasi Sampah 60 Kota dalam 2 Tahun

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Zulkifli Hasan tunjukkan penanganan sampah harus fokus di tingkat hulu. Target 2 tahun untuk atasi sampah di 60 kota darurat, termasuk Bandung Raya dengan volume 2.000 ton/hari.

Prabowo Tugaskan Zulkifli Hasan Atasi Sampah 60 Kota dalam 2 Tahun

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan penanganan sampah di Indonesia harus tuntas dari sumbernya atau di tingkat hulu. Target ambisius ini disampaikan dalam deklarasi aksi Pilah Sampah Bersama dari Rumah di Bandung, Jumat (24/7), sebagai langkah nyata mengatasi krisis sampah nasional.

Target Dua Tahun dari Prabowo

Presiden Prabowo Subianto memberikan tugas khusus kepada Zulkifli Hasan untuk menyelesaikan persoalan sampah dalam waktu dua tahun ke depan. Penugasan ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam menangani masalah lingkungan yang sudah mencapai tahap darurat di berbagai wilayah Indonesia.

"Yang darurat ini tidak hanya Bandung Raya, Jakarta, Tangerang Selatan, hampir di enam puluh kota itu darurat," tegas Zulkifli Hasan dalam kesempatan tersebut.

Volume Sampah Bandung Raya Capai 2.000 Ton per Hari

Data menunjukkan volume sampah di kawasan Bandung Raya hampir menyentuh angka 2.000 ton per hari. Angka ini menggambarkan urgensi penanganan yang tepat dan serius dari seluruh lapisan masyarakat. Dengan jumlah sebesar ini, pendekatan bisnis as usual sudah tidak lagi efektif.

Untuk itu, pola penanganan sampah perlu diubah secara total dengan memastikan sampah tuntas di tempatnya masing-masing.

Solusi Hulu: Sampah Harus Selesai di Sumbernya

Zulkifli Hasan menjelaskan konsep penanganan dari tingkat hulu sebagai kunci utama penyelesaian. Setiap institusi harus bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya.

"Misalnya di kantor di sini, sampah harus selesai di sini. Harus. Di kampus, sampah harus selesai di kampus. Kalau ada mal, sampah harus selesai di mal. Sampah harus selesai di sekolahan. Ada pasar harus selesai di pasar. Nah, rumah makan harus selesai di rumah makan."

Konsep ini melarang praktik membuang sampah sembarangan dengan alasan akan diangkut oleh truk kebersihan. Tanggung jawab harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.

Peran Kunci Rumah Tangga

Pemilahan sampah rumah tangga antara jenis organik dan anorganik menjadi langkah fundamental sebelum sampah diangkut atau diproses lebih lanjut. Zulkifli Hasan menekankan bahwa pemisahan di tingkat rumah tangga adalah kunci utama.

"Kalau sudah dipisah dengan hal yang sederhana seperti ini sampah sudah bisa terurai. Yang organik bisa berguna, bisa menjadi pupuk atau lainnya," jelas politisi PAN ini.

60 Kota Masuki Status Darurat Sampah

Persoalan sampah tidak hanya terjadi di Bandung Raya, melainkan melanda sebagian besar kota besar di Indonesia. Hampir 60 kota telah memasuki kategori darurat sampah dengan dampak lingkungan yang luar biasa.

Praktik pembuangan terbuka yang masih terjadi di banyak daerah melanggar undang-undang dan dapat menjerat sanksi pidana bagi pemerintah daerah yang bertanggung jawab.

Waste-to-Energy: Solusibergharga dari Sampah

Zulkifli Hasan meyakini sampah dapat mendatangkan nilai positif apabila dikelola dengan baik. Salah satu terobosan yang sedang digenjot adalah konversi sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy.

Selama 11 tahun ke belakang, proses perizinan untuk proyek pengolahan sampah menjadi listrik sangat rumit dan berbelit-belit akibat banyaknya birokrasi. Kini, atas instruksi langsung Presiden Prabowo, hambatan regulasi tersebut dipangkas dan disederhanakan.

Namun, program pengelolaan sampah melalui skema waste-to-energy ini baru mencakup sekitar 22,5% dari total keseluruhan volume sampah nasional. Sisanya menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan melalui teknologi tepat guna.

Kolaborasi dengan BRIN dan Perguruan Tinggi

Untuk menutupi kesenjangan penanganan sampah, pemerintah melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta perguruan tinggi dalam negeri. Alat pengolah kapasitas mikro yang dikembangkan oleh lembaga-lembaga ini menjadi harapan baru dalam menyelesaikanproblem sampah secara merata.

Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi unsur penting dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari krisis sampah dalam dua tahun ke depan.