Prabowo Subianto Tunjuk Prihati Dirut BPJS; MoU Freeport Tambang 2041
Prabowo Subianto menunjuk Prihati Pujowaskito sebagai Dirut BPJS Kesehatan dan menandatangani MoU perpanjangan Freeport tambang hingga 2041, menandai langkah strategis kesehatan nasional dan investasi AS‑Indonesia.

Prabowo Subianto Tunjuk Prihati Dirut BPJS; MoU Freeport Tambang 2041
Prabowo Subianto menunjuk Prihati Pujowaskito, mantan dokter spesialis jantung dan pensiunan Mayjen TNI, sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan untuk periode 2026‑2031. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026, yang mengakhiri masa jabatan Ali Ghufron Mukti pada akhir Februari 2026.
"Penetapan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan kesinambungan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)."
— Rilis BPJS Kesehatan, 19 Februari 2026
Latar belakang
Prihati Pujowaskito telah berperan di BPJS sejak 2019 sebagai Direktur Bidang Operasional. Sebelumnya, ia menjabat Komandan Umum RS TNI dan mencapai pangkat Mayjen. Kombinasi pengalaman militer dan keahlian medis dianggap sesuai untuk menghadapi tantangan struktural dalam sistem jaminan sosial kesehatan nasional.
Proses penunjukan
- Keputusan Presiden mengacu pada UU No. 24/2011 Pasal 23 yang menetapkan masa jabatan direksi 5 tahun dengan kemungkinan perpanjangan satu kali.
- Komisi IX DPR RI melakukan uji fit‑and‑proper sebelum penyerahan kepada Presiden.
- Penunjukan diikuti dengan delapan direktur baru dan susunan dewan pengawas terdiri dari tujuh anggota.
- Nama‑nama direktur baru diumumkan secara bertahap dalam rapat direksi bulan Februari 2026.
Dampak potensial pada JKN
- Stabilitas kepemimpinan memudahkan koordinasi keuangan antara Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, dan Badan Pengembangan Daerah.
- Direktur spesialis jantung dapat memperkuat kebijakan preventive care dan manajemen risiko kardiovaskular, salah satu target utama JKN.
- Transparansi dan audit internal yang lebih kuat diharapkan mendorong penurunan out‑of‑pocket untuk peserta.
MoU Perpanjangan Izin Tambang Freeport‑McMoRan hingga 2041
Pada Rabu (18/2/2026), Chairman Richard Adkerson dari Freeport‑McMoRan menandatangani MoU perpanjangan izin tambang Freeport Indonesia bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Perjanjian ini diumumkan di Washington DC, AS, dalam forum Kamar Dagang Amerika, dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Kami berharap kehadiran Amerika bisa semakin kuat di ekonomi kami. Kami ingin perusahaan‑perusahaan Amerika menjadi mitra strategis."
— Presiden Prabowo Subianto, konferensi pers Jakarta, 15 Januari 2026
Ketentuan MoU
- Perpanjangan izin berlaku hingga tahun 2041, menambah operasi selama 20 tahun lebih.
- Komitmen investasi USD 1,2 miliar untuk pengembangan infrastruktur, jalur transportasi, dan rehabilitasi lingkungan.
- Governance melibatkan Badan Pengelola Hutan (BPN) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk menilai dampak sosial‑lingkungan.
Dampak pada iklim investasi Indonesia‑AS
- Kepastian hukum dan stabilitas politik menjadi penjaga utama bagi investor asing, sesuai komitmen Prabowo.
- Perjanjian ini merupakan bagian dari 10 daftar kerja sama investasi yang ditandatangani dalam forum Kadin AS 2026, mencakup sektor mineral kritis, oilfield recovery, agri‑food, semikonduktor, dsb.
- Freeport menginvestasikan kembali US$ 300 juta dalam upgrading processing plant dan US$ 450 juta untuk rehabilitation of tailings.
Analisis Dampak Strategis
Kesehatan
- Direktur spesialis dapat mempercepat digitalisasi BPJS dan peningkatan layanan di tingkat provinsi.
- Fokus pada manajemen kronik penyakit meningkatkan efisiensi biaya dan kualitas layanan.
Mineral
- Penambahan kapasitas tambang di Papua Barat mengurangi ketergantungan impor emas dan tembaga.
- Prospek pasokan logistik ke Jawa Barat mendukung industri otomotif dan elektronik melalui downstream mineral.
- Strategi hilirisasi mempromosikan pendapatan daerah dan penciptaan lapangan kerja di wilayah ekstraksi.
Prospek Jangka Panjang
- Kombinasi stabilitas institusi dan ekspansi investasi dapat menjadi pilar utama kebijakan kesehatan nasional dan pertumbuhan ekonomi 2026‑2031.
- Kedua langkah menunjukkan konsistensi pemerintah dalam menjalin relasi strategis dengan AS serta menegakkan tata kelola institusi nasional.
"Investasi dan kehadiran Amerika Serikat semakin kuat di ekonomi kami, didukung oleh iklim usaha yang kondusif, stabilitas politik, dan kepastian hukum."
— Menteri Investasi Rosan Roeslani, pernyataan tertulis 15 Januari 2026