Pondok Pesantren Ar-Romlah Kp. Patola Tebar Kepedulian, K.H. Dede Rukmana Pimpin Penyaluran Makanan untuk Korban Banjir
Pondok Pesantren Ar-Romlah di Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada korban banjir sebagai implementasi ajaran Islam tentang kepedulian sosial. Kegiatan ini dipimpin oleh K.H. Dede Rukmana dan melibatkan santri serta ibu-ibu Majelis Zikir Ar-Romlah, menanamkan nilai ukhuwah dan keteladanan Rasulullah SAW.

Konteks Banjir di Kabupaten Bekasi dan Tanggapan Pesantren Ar-Romlah
Musibah banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu. Banyak warga terdampak, kehilangan akses ke makanan dan kebutuhan dasar akibat genangan air yang menghalangi pergerakan. Di tengah situasi ini, Pondok Pesantren Ar-Romlah yang berlokasi di Kampung Patola, Desa Pasirtanjung, muncul sebagai aktor kemanusiaan yang langsung beraksi.
Bantuan Makanan Siap Saji: Bentuk Kepedulian yang Langsung Berdampak
Pesantren ini menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada korban banjir secara langsung. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh K.H. Dede Rukmana, Pimpinan Pondok Pesantren Ar-Romlah, yang ingin menunjukkan keteladanan sebagai ulama dalam mengamalkan ajaran Islam.
Bantuan ini tidak hanya disiapkan oleh pihak pesantren, melainkan juga melibatkan ibu-ibu jamaah Majelis Zikir Ar-Romlah dan para santri. Mereka bekerja sama dengan penuh keikhlasan: dari menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga membagikannya kepada warga terdampak. Setiap langkah dilakukan dengan hati yang tulus, sesuai dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan berbagi tanpa pamrih.
“Kami ingin bantuan ini dapat segera sampai ke tangan yang membutuhkan, terutama di tengah kesulitan akibat banjir yang membuat warga sulit mendapatkan makanan,” ujar K.H. Dede Rukmana dalam keterangan kepada wartawan.
Dasar Spiritual Bantuan Kemanusiaan dari Ajaran Islam
Aksi kemanusiaan ini bukanlah tanpa dasar. K.H. Dede Rukmana menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi langsung ajaran Islam yang menekankan pentingnya kepedulian sosial dan empati terhadap sesama.
Salah satu dasar spiritualnya adalah firman Allah SWT dalam QS. Al-Ma’idah: 2:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya.”
Selain itu, hadits Rasulullah SAW juga menjadi pedoman: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Nilai ini ditanamkan kepada para santri sejak dini, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Keteladanan Ulama dan Generasi Santri dalam Pengabdian Umat
Peran K.H. Dede Rukmana sebagai pemimpin pesantren tidak hanya sebatas mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menunjukkan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan turut serta dalam penyaluran bantuan, dia memberikan contoh nyata kepada santri tentang pentingnya menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama.
Para santri yang terlibat dalam kegiatan ini juga mendapatkan pengalaman berharga. Mereka belajar tentang tanggung jawab sosial, kerja sama tim, dan bagaimana mengamalkan ajaran Islam dalam situasi darurat. Banyak dari mereka mengakui bahwa kegiatan ini membuat mereka lebih memahami makna dari ukhuwah Islam dan kepedulian terhadap sesama.
Ukhuwah Islam Sebagai Pendorong Aksi Kemanusiaan
Kolaborasi antara santri dan ibu-ibu Majelis Zikir Ar-Romlah menunjukkan kekuatan ukhuwah Islam yang kuat. Mereka bekerja tanpa membedakan latar belakang, hanya dengan tujuan satu: membantu sesama yang sedang kesulitan. Kehadiran makanan siap saji menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi warga terdampak, yang selama ini kesulitan mendapatkan makanan akibat genangan air yang menghalangi akses ke pasar atau warung.
Banyak warga korban banjir yang merasa terharu dengan bantuan yang diterima. Mereka menyatakan bahwa bantuan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memberikan semangat dan harapan dalam situasi sulit.
Harapan Pesantren Ar-Romlah untuk Masa Depan
Pondok Pesantren Ar-Romlah berharap dapat terus melaksanakan kegiatan kemanusiaan seperti ini di masa depan. K.H. Dede Rukmana menegaskan bahwa membantu sesama bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan wujud nyata keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat yang berkeadilan dan berkeadaban.
Melalui aksi kemanusiaan ini, pesantren ingin menjadi contoh bagi lembaga lain tentang bagaimana mengintegrasikan ajaran agama dengan tindakan sosial yang bermanfaat. Mereka berharap bahwa semakin banyak orang yang terinspirasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan, sehingga masyarakat dapat menjadi lebih solid dan saling membantu.