Polsek Cikarang Pusat Kawal 50 Hektare Lahan Jagung Polda Metro Jaya
Kapolsek Cikarang Pusat memimpin monitoring pengolahan 50 hektare lahan jagung program pangan Polda Metro Jaya di Deltamas, Bekasi, dengan tahapan persiapan lahan dan penyesuaian teknis untuk optimalisasi produktivitas.

Pada Sabtu (21/2/2026) pukul 07.00 WIB, kegiatan pengolahan lahan seluas 50 hektare untuk penanaman jagung pipil resmi dimulai di kawasan Deltamas, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Polda Metro Jaya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui komitmen kemandirian pangan yang berkelanjutan dan produktif.
Tim Pengawasan dari Polsek Cikarang Pusat
Kegiatan ini diawasi langsung oleh jajaran kepolisian Polsek Cikarang Pusat, dipimpin oleh Kapolsek AKP Elia Umboh, SH, MH. Ia didampingi oleh Wakapolsek Iptu Noto Aksoro, Kanit Binmas Ipda Wowo Sundawa, serta Bhabinkamtibmas Aipda Sutarto. Kehadiran tim ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan berjalan tertib, terukur, dan sesuai dengan perencanaan agronomis yang telah disusun.
"Kehadiran kami di lapangan bukan hanya untuk mengawasi, tetapi juga memastikan setiap tahapan dilaksanakan sesuai standar agronomis dan protokol yang telah ditetapkan," ujar Kapolsek Elia Umboh usai melakukan monitoring di lokasi.
Skala dan Tahapan Persiapan Lahan
Proyek pengolahan lahan ini terbagi menjadi dua bagian utama:
- Tahap awal pengolahan seluas 25 hektare lahan pertama yang telah dipanen sebelumnya
- Perluasan lahan seluas 25 hektare tambahan
Untuk tahap persiapan, tim menggunakan alat berat berupa bulldozer untuk membuka dan merapikan akses jalan kebun serta jalur panen. Sementara itu, excavator dikerahkan untuk melakukan pekerjaan cut and fill di lahan perluasan, guna menciptakan kontur tanah yang lebih ideal bagi pertumbuhan tanaman jagung pipil.
Pada lahan 25 hektare pertama, tim telah melakukan penyemprotan herbisida 7 hingga 10 hari sebelumnya sebagai langkah pengendalian gulma secara efektif. Tahapan ini merupakan bagian dari praktik budidaya yang sistematis, yang bertujuan menjaga kualitas lahan dan meningkatkan produktivitas tanam berikutnya. Menariknya, lahan ini masih memiliki kandungan pupuk yang cukup tinggi sebagai residu tanam sebelumnya, yang diharapkan dapat mendukung fase awal pertumbuhan jagung secara lebih efisien.
Evaluasi dan Kendala Teknis
Berdasarkan hasil pemetaan dan pemeriksaan lapangan terhadap total 50 hektare lahan, untuk sementara hanya seluas 26,5 hektare yang siap untuk penanaman jagung pipil. Beberapa area lainnya menghadapi kendala kemiringan lahan yang terlalu curam serta tingkat pH tanah yang belum memenuhi standar optimal bagi pertumbuhan tanaman jagung.
Tim teknis akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian lanjutan agar seluruh lahan dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga program ini dapat memberikan kontribusi optimal terhadap ketahanan pangan lokal.
Tujuan dan Harapan Program
Dengan perencanaan matang dan pengelolaan profesional, program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan panen jagung yang optimal, tetapi juga menjadi model kolaborasi ketahanan pangan yang inspiratif bagi daerah lain di wilayah Jawa Barat dan seluruh Indonesia. Melalui program ini, Polda Metro Jaya berharap dapat menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal di kawasan Cikarang Pusat.