Polri Panen Raya Jagung 50 Hektare di Cikarang: Akselerasi Ketahanan Pangan Nasional
Panen Raya Jagung 50 Hektare di Cikarang Pusat, Bekasi, menjadi bukti sinergi polisi dan petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Sinergi Lintas Sektoral Wujudkan Swasembada Pangan
Komitmen aparat keamanan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional semakin nyata. Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 yang diselenggarakan di Lahan Ketahanan Pangan milik Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menjadi bukti konkret sinergi lintas sektor dalam memperkuat kemandirian pangan daerah.
Kolaborasi Strategis di Lahan Tembong Gunung
Panen raya berlangsung di area Jalan Langkawi Deltamas, Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, pada Senin (13/7/2026) sore. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi, Komisaris Besar Polisi Ikhlas Putro Wasono.
Baca Juga: Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan Kredit Bank BUMN Senilai Rp 3,4 Miliar
Sekitar 55 peserta hadir dalam acara tersebut, meliputi berbagai unsur strategis:
- Jajaran kepolisian dari berbagai tingkat kesatuan
- Unsur TNI terkait
- Pemerintah daerah setempat
- Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi
- Penyuluh pertanian lapangan
- Kelompok tani dan pelaku usaha mikro
- Tokoh masyarakat dan Forkopimcam
Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan membutuhkan gerakan bersama seluruh komponen bangsa, bukan sekadar tanggung jawab satu sektor saja.
Baca Juga: Damkar Kuningan Evakuasi Ular Kobra 1 Meter dari Rumah Guru Ngaji
Optimalisasi Lahan Produktif untuk Kesejahteraan
Kegiatan panen dimulai sekitar pukul 16.00 WIB sebagai implementasi Program Ketahanan Pangan yang mengoptimalisasi lahan tidur di wilayah hukum Polsek Cikarang Pusat. Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
"Panen raya ini menjadi bukti nyata komitmen dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional. Kami berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga pemanfaatan lahan produktif mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," tutur KBP Ikhlas Putro Wasono.
Luas Areal dan Rencana Panen Bertahap
Kapolda Metro Jaya pada awalnya dijadwalkan hadir dan memimpin langsung kegiatan. Namun karena agenda kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan, pelaksanaan tetap berlangsung sesuai arahan pimpinan mengingat kondisi lahan.
Dari total luas areal yang dikembangkan, sekitar 4 hektare telah memasuki masa panen optimal dan siap dipanen. Sementara itu, tersisa 50 hektare lahan lainnya yang akan dipanen secara bertahap mengikuti siklus kematangan tanaman jagung.
Pendekatan panen bertahap ini memungkinkan pemanfaatan hasil pertanian secara berkelanjutan dan mengantisipasi potensi kerugian akibat masa panen yang terlalu berdekatan.
Peran Strategis Polsek Cikarang Pusat
Panvas Cikarang Pusat menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus mengawal keberlangsungan program melalui beberapa strategi:
- Pengamanan aset dan hasil pertanian
- Pendampingan teknis bagi kelompok tani
- Koordinasi intensif dengan pemerintah dan masyarakat
"Program ketahanan pangan ini merupakan wujud kepedulian bersama dalam menjaga ketersediaan pangan. Polsek Cikarang Pusat siap bersinerg dengan seluruh pemangku kepentingan agar program ini terus berkembang," tegas Polsek.
Refleksi: Ketahanan Pangan sebagai Agenda Bersama
Panen Raya Jagung Kuartal I 2026 ini sekaligus menjadi refleksi bahwa sektor pangan bukan semata tanggung jawab Kementerian Pertanian.Agenda ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat.
Melalui sinergi yang kuat, pemanfaatan lahan produktif diharapkan mampu:
- Meningkatkan kesejahteraan petani lokal
- Memperkuat kemandirian pangan daerah
- Memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan nasional
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 17.15 WIB dan berjalan dengan aman, tertib, serta penuh semangat kebersamaan. Harmoni antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Program ini memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat sekitar. Selain menyediakan lapangan kerja baru, hasil pertanian dari lahan ketahanan pangan juga mampu meningkatkan pendapatan kelompok tani. Ke depan, keberhasilan model kolaborasi ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari strategi nasional dalam mencapai swasembada pangan.