Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Polrestabes Bandung Gagalkan Balap Liar di Pasupati, Amankan 16 Motor

Bandung · Oleh Nabila Azzahra · · Diperbarui 2 Maret 2026

Tim Polrestabes Bandung mengamankan 16 unit sepeda motor diduga untuk balap liar di Flyover Pasupati Bandung pada dini hari Minggu, 22 Februari 2026. Pihak berwenang juga mengintensifkan patroli untuk menekan aktivitas ilegal di kota.

Polrestabes Bandung Gagalkan Balap Liar di Pasupati, Amankan 16 Motor

Tanggal: 22 Februari 2026 Pada dini hari Minggu, 22 Februari 2026 pukul 02.28 WIB, Tim Prabu 3 Polrestabes Bandung melakukan operasi penindakan terhadap sekelompok pengendara sepeda motor yang diduga akan menggelar aksi balap liar di kawasan Flyover Pasupati, Kota Bandung. Dalam operasi yang berlangsung di Jalan Riau, wilayah hukum Polsek Bandung Wetan, petugas berhasil mengamankan 16 unit kendaraan roda dua yang telah dikumpulkan untuk aktivitas ilegal tersebut.

Deteksi dan Penindakan Dini Hari

Operasi ini diawali ketika petugas patroli rutin mencurigai keberadaan rombongan pengendara motor yang berkumpul pada dini hari, saat lalu lintas jalan relatif sepi. Setelah melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap lokasi, tim polisi mengkonfirmasi bahwa belasan kendaraan tersebut akan digunakan untuk balap liar, aktivitas ilegal yang meningkatkan risiko kecelakaan dan gangguan keamanan jalan. Seluruh motor yang diamankan kemudian dibawa ke Mako Polrestabes Bandung untuk dilakukan proses tilang sesuai peraturan lalu lintas dan hukum yang berlaku. Situasi selama operasi berlangsung dilaporkan aman dan kondusif, tanpa ada insiden penolakan atau kekerasan dari pihak pelaku.

Komentar Pihak Berwenang

Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengintensifkan patroli malam hingga dini hari untuk menekan angka balap liar dan gangguan kamtibmas lainnya di wilayah Kota Bandung.

"Balap liar sangat membahayakan keselamatan, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lain. Aktivitas ini tidak hanya mengancam nyawa pelaku, tetapi juga dapat menimbulkan kecelakaan yang menimpa warga jalan umum," ujar Asep dalam keterangan resminya.

Dia juga mengingatkan para remaja untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta mengajak masyarakat untuk segera melapor ke polisi jika menemukan potensi gangguan keamanan atau kumpulan orang yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

Operasi Berkelanjutan Selama Akhir Pekan

Selain operasi di Flyover Pasupati, jajaran Polrestabes Bandung juga melaksanakan rangkaian patroli Prabu Lodaya Presisi dan Perintis Presisi pada Jumat (20/2/2026) hingga Sabtu (21/2/2026) pagi. Operasi 1x24 jam ini berlangsung sejak Jumat pukul 08.00 WIB hingga Sabtu pukul 08.00 WIB, dengan fokus pada penindakan geng motor dan aktivitas ilegal lainnya. Selama patroli, petugas menemukan 26 orang yang terindikasi tergabung dalam kelompok geng motor, terdiri dari 20 orang geng Warsel dan 6 orang geng Warpoh. Selain itu, tim polisi juga menangkap empat unit sepeda motor yang menggunakan knalpot brong, modifikasi ilegal yang menghasilkan suara berlebih dan meningkatkan risiko kecelakaan. Salah satu penindakan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat mengenai kumpulan geng motor di Jalan Serang, di mana 20 orang ditangkap dan dibawa ke Polsek Batununggal untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pada Sabtu pukul 02.53 WIB, Tim Perintis Presisi 2 melakukan patroli preventif di kawasan jembatan layang Pelangi hingga Jalan Ibrahim Adjie. Saat itu, petugas mendapati segerombolan pemuda mengacungkan senjata tajam jenis celurit sambil menggeber-geber sepeda motor dan diduga hendak menyerang warga. Petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap tiga remaja berinisial B (15), R (17), dan A (17). Polisi menyita satu bilah celurit, satu unit sepeda motor Suzuki GSX warna putih, 20 butir obat-obatan terlarang, dan celana yang telah dimodifikasi menggunakan baut. Ketiga remaja kemudian diserahkan ke Polsek Kiaracondong untuk proses hukum lebih lanjut.

Komitmen Berkelanjutan untuk Keamanan Jalan

AKBP Asep Saepudin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi geng motor dan segala bentuk kekerasan jalanan di Kota Bandung. Setiap pelanggaran hukum akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku, tanpa pandang bulu. Ia menambahkan bahwa upaya penindakan balap liar dan aktivitas ilegal lainnya merupakan bagian dari komitmen Polrestabes Bandung untuk menciptakan lingkungan jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga. Pihaknya juga akan terus bekerja sama dengan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas patroli dan penindakan.