Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Polres Kuningan Salurkan 24.000 Liter Air Bersih untuk 2 Hari ke Warga Terdampak Kemarau di Garawangi

Jabar · Oleh ·

Polres Kuningan distribusikan 24.000 liter air bersih selama dua hari ke Desa Pakembangan, Garawangi, lewat kerja sama dengan PAM Tirta Kamuning.

Polres Kuningan Salurkan 24.000 Liter Air Bersih untuk 2 Hari ke Warga Terdampak Kemarau di Garawangi

Warga Desa Pakembangan, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, kini bergantung pada kiriman air tangki setiap hari. Mereka tidak bisa mengandalkan sumber air tanah maupun sungai yang biasa mereka pakai karena musim kemarau mengeringkan hampir semua titik água di wilayah itu.

Polres Kuningan bergerak cepat setelah kondisi tersebut dilaporkan. Pada Jumat, kepolisian bekerja sama dengan Perumda Air Minum Tirta Kamuning mendistribusikan 12.000 liter air bersih ke desa itu. Dua hari sebelumnya, distribusi serupa juga sudah dilakukan sehingga total air yang sampai ke warga dalam dua hari mencapai 24.000 liter.

Kapolda Jawa Barat melalui kebijakan pendampingan wilayah memastikan tiap polres memiliki dana darurat untuk penanganan bencana alam dan nonalam. Dari pos anggaran itu, polisi bisa langsung membeli air bersih dari PAM Tirta Kamuning tanpa harus menunggu koordinasi birokrasi yang panjang.

Baca Juga: Museum Prabu Siliwangi Pamerkan 368 Keramik Kuno dari Delapan Abad Perdagangan Nusantara

"Kami memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Kuningan," kata Staf Keuangan dan Komunikasi Publik PAM Tirta Kamuning Gery Aditya Pratama.

PAM Tirta Kamuning mengirim tiga tangki kecil setiap hari ke lokasi distribusi. Kapasitasnya sekitar 12.000 liter per hari. Angka ini masih kalah besar dibanding penyaluran di Bandung Barat yang dalam waktu singkat berhasil mengirim 71.000 liter untuk 5.200 jiwa. Namun pola distribusi serupa tetap berjalan di Kuningan karena wilayah itu belum memiliki infrastruktur pengolah air hujan yang memadai.

Selain air bersih, polisi juga membagikan paket bantuan sosial kepada kepala keluarga yang paling terdampak. Mereka menyisir RT dan RW bersama perangkat desa untuk memastikan bantuan sampai ke warga yang tidak memiliki tabungan sama sekali untuk membeli airgalon.

Baca Juga: Legislator Dorong SMA/SMK di Garut Masukkan Seni Budaya ke Pembelajaran Sehari-hari

"Kami juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial agar setiap permasalahan di tengah masyarakat dapat diatasi bersama," kata Kepala Polisi Resor Kuningan.

Polres Kuningan memastikan distribusi akan terus dilakukan selama musim kemarau belum berakhir. Polisi mengklaim kondisi di Garawangi masih aman dari konflik antarkeluarga yang pernah terjadi di desa lain saat musim kering panjang. Kunci yang dijaga adalah komunikasi dini antara pemerintah desa dan warga, sehingga siapa yang paling butuh bisa teridentifikasi sebelum situasi memanas.

Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk memantau kondisi bendungan dan embung kecil di sekitar Garawangi. Jika debit air di situ turun drastis, polisi akan mempercepat jadwal distribusi dan memperbesar volume kirim.

Bagi warga Kuningan, kemarau bukan masalah baru. Mereka sudah mengalami siklus kekeringan setiap tahun saat musim kemarau tiba. Yang berbeda tahun ini adalah kehadiran polisi bukan sekadar mengamankan, tapi ikut turun langsung mendistribusikan air. Menurut pengakuan warga yang diliput di lokasi, ini kali pertama polisi sampai ke desa dengan membawa air tangki.

Polisi juga menyerahkan daftar warga yang tinggal di titik-titik terjauh dari jalan protokol. Mereka akan dijadwalkan mendapat giliran pengambilan air lebih awal agar tidak harus antre terlalu lama.