Polres Cianjur Siagakan Tim Pengurai Antisipasi Macet di Jalur Puncak-Cianjur Selama Libur Idul Adha 2026
Polres Cianjur menyiagakan 70 petugas dan tim pengurai antrean di jalur Puncak-Cianjur untuk antisipasi kemacetan selama libur panjang Hari Raya Idul Adha 2026, dengan pemantauan di titik rawan seperti Hanjawar, Cibodas, dan Pasar Cipanas.

Sebagai destinasi wisata populer di Jawa Barat, kawasan Puncak-Cipanas akan kembali ramai dikunjungi wisatawan selama libur panjang Hari Raya Idul Adha 2026. Untuk mengantisipasi kemacetan yang sering terjadi pada periode libur besar, Polres Cianjur telah menyiagakan tim pengurai antrean dan puluhan personel di sejumlah titik rawan jalur Puncak-Cianjur.
Strategi Penanganan Lalu Lintas
Kepolisian Resor (Polres) Cianjur telah menurunkan sekitar 70 personel ke sejumlah titik rawan lalu lintas sepanjang jalur utama Puncak-Cianjur. Menurut Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi, tim pengurai antrean akan disiagakan secara dini untuk menangani antrean panjang yang mungkin terjadi akibat lonjakan volume kendaraan.
"Sekitar 70 petugas disebar pada sejumlah titik guna mengatur kelancaran arus lalulintas selama libur panjang Hari Raya Kurban 2026, termasuk menyiagakan tim pengurai macet sehingga saat terjadi antrean tim akan melakukan berbagai cara," kata Aang dalam keterangannya.
Titik Rawan yang Dipantau
Petugas akan fokus pada beberapa titik rawan yang sering mengalami kemacetan selama libur panjang, yaitu:
- Pertigaan Hanjawar
- Cibodas
- Pasar Cipanas
Di titik-titik tersebut, tim pengurai akan melakukan penyekatan dan rekayasa arus lalu lintas, termasuk penerapan sistem satu arah secara situasional untuk mengurangi panjang antrean dan mempercepat aliran kendaraan.
Pemantauan Selama Dua Hari Pertama Libur
Selama dua hari pertama libur panjang, lalu lintas di jalur Puncak-Cianjur tercatat relatif lancar, kecuali di beberapa titik rawan seperti Hanjawar dan Cibodas. Di kedua titik tersebut, laju kendaraan terlihat tersendat akibat banyaknya kendaraan yang keluar masuk destinasi wisata, hotel, dan rumah makan di kawasan Puncak-Cipanas. Menurut Aang, tim pengurai dan petugas lapangan telah disiagakan di kedua titik tersebut untuk mencegah antrean yang memanjang dan menyebabkan kemacetan parah, terutama pada pagi dan petang hari ketika volume kendaraan mencapai puncak. "Banyak kendaraan yang keluar masuk tempat wisata, rumah makan, dan hotel di kawasan Puncak-Cipanas, menjadi penyebab laju kendaraan tersendat, namun tidak berlangsung lama dan memanjang," jelasnya.
Data Arus Kendaraan di Jalur Puncak
Jalur Puncak dikenal sebagai salah satu jalur lalu lintas paling padat di Jawa Barat selama libur panjang hari raya keagamaan. Selama long weekend Kenaikan Isa Almasih Mei 2026 lalu, catatan menunjukkan sekitar 220 ribu hingga 320 ribu kendaraan melintasi kawasan ini selama periode libur. Pada hari dengan puncak arus wisata, jumlah kendaraan yang masuk mencapai sekitar 45 ribu unit per hari, sedangkan pada arus balik menuju Jakarta, jumlah kendaraan turun mencapai sekitar 44 ribu unit per hari. Untuk mengatasi kemacetan yang mungkin terjadi, petugas biasanya menerapkan beberapa langkah penanganan, seperti:
- Sistem satu arah (one way) pada waktu tertentu
- Pembukaan dan penutupan jalur secara selektif
- Penerapan aturan ganjil-genap untuk kendaraan penumpang
Imbauan untuk Semua Pengendara
Selain menyiagakan tim pengurai dan personel lapangan, Polres Cianjur juga mengimbau semua pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas, termasuk mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas dan memperlancar aliran kendaraan selama libur panjang.
Menurut analisis lalu lintas kawasan, persiapan dini yang dilakukan oleh Polres Cianjur ini sangat penting mengingat lonjakan volume kendaraan yang selalu terjadi selama libur hari raya. Dengan langkah-langkah penanganan yang matang, diharapkan kemacetan dapat diminimalkan dan wisatawan dapat menikmati libur dengan aman dan nyaman.