Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Polisi Usut Dugaan Penipuan Pejabat Bapenda Tasikmalaya: Modus Cek Kosong dan Janji Proyek Alkes Rp 5 Miliar

Jabar · Oleh · · Diperbarui 25 Agustus 2026

Polisi usut kasus penipuan pejabat Bapenda Tasikmalaya AG yang gunakan modus cek kosong dan janji proyek alkes Rp 5 miliar. Total korban capai miliaran rupiah.

Polisi Usut Dugaan Penipuan Pejabat Bapenda Tasikmalaya: Modus Cek Kosong dan Janji Proyek Alkes Rp 5 Miliar

Kronologi Penipuan Terungkap

Seorang pejabat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tasikmalaya berinisial AG kini menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan besar yang melibatkan puluhan miliar rupiah. Modus yang digunakan pelaku cukup sistematis: mengajukan pinjaman dengan dalih proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tasikmalaya, kemudian membayar dengan cek kosong.

Korban bernama Adi menceritakan kronologi sebenarnya. Pada Januari 2026, AG menghubungi dan mengklaim tengah membutuhkan dana segar untuk mengerjakan proyek pemerintah bernilai Rp 5 miliar. Dengan iming-iming keuntungan dari proyek tersebut, AG berhasil meyakinkan korban untuk meminjamkan uang.

Baca Juga: Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan Kredit Bank BUMN Senilai Rp 3,4 Miliar

Modus Cek Kosong ke Temannya Sendiri

Pinjaman yang diminta AG bukan nominal besar. Ia hanya mengklaim butuh Rp 50 juta untuk saldo pencairan kredit dan berjanji mengembalikan dalam dua hingga tiga hari. Sebagai jaminan, AG menyerahkan satu unit motor beserta STNK.

Namun, alih-alih mengembalikan uang tepat waktu, AG justru menyerahkan cek kosong kepada temannya sendiri. "Pelaku memberikan cek kosong dengan dalih untuk membayar utang," jelas Adi, Minggu (12/7/2026).

Baca Juga: Damkar Kuningan Evakuasi Ular Kobra 1 Meter dari Rumah Guru Ngaji

Pada Mei 2026, AG kembali menyerahkan satu lembar cek. Ia mengklaim cek tersebut Dan hingga kini, tidak ada pengembalian dana dari pelaku.

"Saya mendengar ternyata bukan hanya saya saja, tapi di luaran banyak korbannya bahkan totalnya mencapai miliaran rupiah," keluh Adi.

Total Korban Capai Miliaran Rupiah

Kasus ini makin mencengangkan ketika terungkap bahwa korban tidak hanya satu orang. Adi menyebut banyak pihak lain yang juga menjadi korban praktik serupa, dengan total kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Karena tidak ada kejelasan pengembalian uang, Adi akhirnya melaporkan kasus ini ke Resortsunlock Tasikmalaya Kota sekitar sebulan lalu.

Polisi Benarkan Laporan, ASN dalam Casis

Kepolisian Resort Tasikmalaya Kota membenarkan adanya laporan terkait kasus ini. Kepala Satreskrim Resortsunlock Tasikmalaya Kota AKP Januar Rangga Fardhela menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan tersebut dan sedang dalam proses pemantauan.

"Sudah (monitor kasus ini), nanti dicek," kata Januar singkat, mengonfirmasi status pelaku yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Implikasi Hukum bagi Pejabat yang Terlibat

Dari perspektif hukum, kasus ini memiliki beberapa dimensi yang perlu diperhatikan. Suryana, Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG) Tasikmalaya, menegaskan bahwa status ASN seharusnya menjadi jaminan integritas, bukan justru menjadi sarana penipuan.

"Ada kode etik dan sumpah ASN, kalau diteliti lebih dalam, bahaya," papar Suryana.

Ia menjelaskan, dalam kasus ini terdapat dua kemungkinan hukum:

Suryana menekankan bahwa semua perjanjian tertulis menjadi dasar hukum bagi para pihak untuk menjalankan isi perjanjian. Ketika pekerjaan selesai, setiap pihak wajib memenuhi kewajibannya.

"Jangan ada anggapan kalau dihukum pidana, gugur dan kewajiban membayar utang tidak seperti konstruksi hukum," tegas Suryana.

Kasus ini Menjadi Pengingat

Kasus penipuan yang melibatkan pejabat daerah ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam segala bentuk perjanjian keuangan, bahkan dengan orang yang sudah dikenal sekalipun. Status sosial atau jabatan seseorang tidak lagi menjadi jaminan kepercayaan mutlak.

Bagi investor atau pemberi pinjaman, penting untuk memverifikasi setiap informasi terkait proyek dan tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.

Pihak kepolisian kini masih terus mendalami kasus ini untuk membuka kemungkinan korban lain dan mengetahui lebih lanjut mengenai aliran dana dari praktik penipuan yang merugikan tersebut.