Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Polisi Klaim Situasi Aman di Cigondewah Bandung Usai Insiden Geng Motor

Jabar · Oleh · · Diperbarui 2 September 2026

Insiden geng motor di Cigondewah Bandung viral di medsos. Polisi klaim situasi terkendali dan akan gelar patroli ketat setiap akhir pekan.

Polisi Klaim Situasi Aman di Cigondewah Bandung Usai Insiden Geng Motor

Insiden Geng Motor dengan Warga Jadi Perhatian Publik

Peristiwa yang melibatkan sekelompok geng motor dan warga di kawasan Cigondewah, Bandung, menjadi sorotan publik pada pertengahan Juli 2026. Kejadian yang terekam dalam video dan viral di media sosial ini berlangsung di Jalan Raya Cigondewah Kaler, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung.

Berdasarkan informasi yang beredar, sekelompok orang yang diduga merupakan anggota geng motor mendadak memasuki area permukiman warga pada Sabtu (18/7/2026) dini hari. Dalam video yang dibagikan, terlihat puluhan kendaraan bermotor datang secara bersamaan ke lokasi kejadian.

Baca Juga: Jayadi dari PAMDI Karawang Ajak Warga Dukung Penegakan Hukum Humanis pada Harlah KEJARI ke-81

Kronologi Kejadian Menurut Saksi Mata

Warga setempat, Andres Pratama, menceritakan bahwa kejadian berlangsung secara tiba-tiba tanpa adanya pemicu yang jelas. Pada malam kejadian, sejumlah warga terutama kalangan muda tengah berkumpul di sekitar lokasi.

"Terus mereka pas tiba-tiba disamperin, dilihat ke depan ada banyak, udah banyak anggota udah banyak gengsternya di sini, udah banyak motor, puluhan motor," terang Andres saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).

Dalam situasi tersebut, salah seorang dari kelompok geng motor disebut melakukan provokasi terhadap warga yang sedang berkumpul. Merasa keamanan dan ketertiban masyarakat terancam, warga berupaya untuk membubarkan kelompok tersebut.

Baca Juga: Asep Saepul Ditangkap Usai 17 Hari Sembunyi di Rumah Guru Spiritual Sukabumi

"Terus tiba-tiba anak-anak langsung pada balik lagi, pada ngambil senjata yang ada di situ apa aja sampai petasan dibawa, kembang api buat ngebubarkan gitu sih waktu malam," lanjut Andres.

Barang Bukti yang Ditemukan di Lokasi

Andres menyebutkan bahwa kelompok yang diduga melakukan penyerangan membawa sejumlah barang berbahaya, di antaranya:

"Banyak sih dilihat-lihat bawa ada samurai, ada segala macam dibawa, kayu, besi pada dibawa itu botol-botol bekas minuman juga pada dilempar-lempar ke sini, dipecah-pecahin ke dilempar-lempar ke anak-anak di sini," terang Andres.

Masyarakat Melaporkan Kejadian ke Polisi

Usai insiden, salah seorang warga setempat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Tidak berselang lama, aparat segera datang ke lokasi untuk membubarkan massa dan memastikan situasi tetap aman.

Andres mengaku bahwa aksi yang mengganggu ketertiban masyarakat ini bukan kali pertama terjadi. Menurut pengakuannya, kejadian serupa sudah berulang dalam beberapa minggu terakhir.

"Udah hampir sebulan lebih, setiap minggu ke sini setiap malam Minggu, kadang malam Sabtu, saya juga kurang tahu entah awal mulanya gimana cuma nyerangnya ke arah sini aja," aku Andres.

Klarifikasi Resmi dari Polrestabes Bandung

Menanggapi insiden tersebut, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung,AKBP Anton, memberikan klarifikasi resmi bahwa situasi di kawasan Cigondewah telah terkendali.

"Tidak ada tawuran di sana. Sudah dicek," tegas Anton saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka serius dalam peristiwa tersebut. Namun, kepolisian tetap mengambil langkah preventif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Strategi Keamanan Jelang Akhir Pekan

Polrestabes Bandung sebelumnya telah mengeluarkan imbauan tentang penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan. Kabar tersebut disampaikan olehAKBP Anton pada Rabu, 15 Juli 2026, beberapa hari sebelum insiden Cigondewah terjadi.

"Kami dari kepolisian akan menindak tegas para pelaku kriminal yang dengan sangat sadis dan kejam melakukan kekerasan. Kami akan melakukan tindakan tegas terukur, apalagi jika mereka membahayakan petugas maupun masyarakat," tegas Anton.

Guna menekan angka kriminalitas, Polrestabes Bandung melakukan berbagai upaya preventif, antara lain:

Imbauan untuk Masyarakat

Polrestabes Bandung juga turut meminta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Kepolisian membuka jalur komunikasi untuk menerima informasi terkait tindak kriminal di lingkungan sekitar.

"Kami berharap masyarakat segera menghubungi layanan 110 apabila menemukan adanya gangguan kamtibmas. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula anggota dapat bergerak menuju lokasi dan melakukan penyelidikan," terangAKBP Anton.

Masyarakat diimbau untuk tidak ragu memberikan laporan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan atau menjadi korban tindak kriminal. Kerja sama antara polisi dan warga dianggap penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Langkah Preventif yang Perlu Diketahui Warga

Bagi warga yang tinggal di kawasan perkotaan padat penduduk, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi potensi konflik:

Kasus di Cigondewah menjadi pengingat bahwa koordinasi antara masyarakat dan aparat keamanan sangat diperlukan untuk menjaga ketertiban, terutama menjelang akhir pekan di mana potensi konflik cenderung meningkat.