Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Polda Jawa Barat Gerebek 47 Target Jaringan Narkotika selama 10 Hari Operasi Antik Lodaya

Bandung · Oleh ·

Polda Jawa Barat kerahkan 1.112 personel dalam Operasi Antik Lodaya 2026 untuk memberantas peredaran narkotika di wilayahnya. Ada 47 target operasi yang menjadi sasaran utama.

Polda Jawa Barat Gerebek 47 Target Jaringan Narkotika selama 10 Hari Operasi Antik Lodaya

Ribuan households di Jawa Barat kini menghadapi ancaman serius peredaran narkotika yang makin masif. Untuk memutus rantai peredaran ini, Kepolisian Daerah Jawa Barat mengerahkan 1.112 personel dalam Operasi Antik Lodaya yang berlangsung 7-16 Oktober 2026.

Kepala Bidang Humaspolda Jawa BaratAKombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan operasi ini difokuskan pada pemberantasan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif ilegal.

"Komitmen kami tegas dalam memberantas peredaran gelap narkoba hingga ke akar-akarnya," kata Hendra. "Tujuannya menciptakan kondisi kamtibnas yang kondusif bagi masyarakat Jawa Barat."

Baca Juga: Pemkot Bandung Siapkan Pendampingan Psikologis untuk Pemain EPA Persib Usai Penyerangan di Tol Batang

Sepanjang operasi, polda dan jajaran menetapkan 47 target operasi sebagai sasaran utama pengungkapan. Setiap pengungkapan wajib dikembangkan untuk mengetahui pengendalinya, asal barang, jalur distribusi, dan pihak yang terlibat dalam jaringan tersebut.

Irwasda polda Jawa BaratAKombes Pol Benny Subandi menjelaskan penindakan tidak hanya menyasar pelaku di tingkat bawah. Pendekatan dilakukan dari hulu hingga hilir.

"Penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial," kata Benny. "Setiap pengungkapan wajib dikembangkan untuk mengetahui siapa pengendalinya, dari mana barang berasal, bagaimana jalur distribusinya, hingga siapa saja yang terlibat."

Baca Juga: Pengendara Honda Usia 24 Tahun Diduga Lalai, Berserempetan dengan Motor di Jalur Cepat Soekarno Hatta

Polisi juga memperketat pengawasan aktivitas peredaran narkotika di ruang digital selama operasi berlangsung. Langkah ini merespons pola distribusi yang kini makin bergeser ke platform online.

Dalam pelaksanaannya, petugas mengedepankan penegakan hukum secara terukur yang didukung kegiatan preemtif dan preventif di lapangan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk mencegah penyebaran dibanding hanya menangkap pelaku saja.