Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkot Bandung Siapkan Pendampingan Psikologis untuk Pemain EPA Persib Usai Penyerangan di Tol Batang

Bandung · Oleh ·

Pemkot Bandung merencanakan pendampingan psikologis untuk pemain dan keluarga EPA Persib setelah penyerangan di Tol Batang yang merusak bus dan melukai ofisial.

Pemkot Bandung Siapkan Pendampingan Psikologis untuk Pemain EPA Persib Usai Penyerangan di Tol Batang

Kekhawatiran melanda keluarga pemain Elite Pro Academy (EPA) U-18 Persib Bandung seusai penyerangan di Rest Area KM 360, Tol Batang, Minggu malam. Istri pelatih dan istri Pandu Persada, salah satu ofisial tim, turut merasakan dampak dari insiden tersebut.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut pendampingan psikologis menjadi prioritas utama bagi pemerintah kota. Ia akan berkoordinasi dengan Asosiasi Kota (Askot) PSSI Bandung untuk memberikan bantuan mental bagi para korban.

"Nomor dua, dari Pemerintah Kota Bandung bersama dengan Askot PSSI Kota Bandung, itu akan melakukan pendampingan, baik pendampingan psikologis untuk para atlet," tutur Farhan.

Baca Juga: 70 Lapak PKL Kiaracondong Dibongkar Mandiri Jelang Batas Akhir 15 Oktober

Insiden berakhir tanpa luka dalam di kalangan pemain. Namun situasi sempat tidak terkendali ketika sejumlah orang masuk ke dalam bus dan melakukan provokasi. Pemain tidak terpancing karena pelatih berusaha mengendalikan kondisi. Kendati demikian, ada pemain yang pakaiannya ditarik oleh orang-orang di lokasi.

Pandu Persada mengalami kekerasan fisik lebih parah. Berdasarkan keterangan yang diterima Farhan, Pandu dipukul dan pakaiannya dibuka secara paksa. Anggota tim bernama Ridwan yang sempat tertinggal di rest area berhasil kembali dengan selamat.

Bus raksasa yang mengangkut 34 orang这支队伍 mengalami kerusakan di bagian eksterior. Kaca depan retak dan bodi bus penyok di beberapa titik. Peristiwa ini terjadi ketika rombongan возвращалась dari laga pembuka Shopee Cup Thailand.

Baca Juga: Polda Jawa Barat Gerebek 47 Target Jaringan Narkotika selama 10 Hari Operasi Antik Lodaya

Persib Bandung sebelumnya mencatat perjalanan lebih dari 1.000 kilometer untuk meladeni 10 titik nobar di Bandung saat melawan Dewa United. Jarak tempuh yang jauh ini menunjukkan tantangan logistik yang dihadapi tim junior saat bermain di luar kota.

Sebagai langkah pencegahan, Farhan mengusulkan penugasan personel Satpol PP dan Dishub untuk mendampingi rombongan tim akademi. Satu orang dari tiap instansi itu bertugas menjaga keamanan perimeter sekaligus menjadi pengemudi cadangan jika diperlukan.

"Saya berpikir akan menugaskan satu orang dari Satpol PP dan satu orang Dishub yang tujuannya adalah memastikan perimeter keamanan dan juga menjadi driver cadangan," jelas Farhan.

Rencana ini masih akan dibahas lebih lanjut bersama manajemen Persib. Farhan memastikan pemkot akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pendampingan korban dan pencegahan kejadian serupa.