Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Polda Jawa Barat Berhasil Ungkap 24 Kasus Begal dalam Sebulan

KDM · Oleh · · Diperbarui 4 September 2026

Polda Jawa Barat berhasil mengungkap 24 kasus begal sepanjang Juli 2026. Sinergi polisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci pemberantasan kejahatan jalanan.

Polda Jawa Barat Berhasil Ungkap 24 Kasus Begal dalam Sebulan

Kriminalitas Jalanan di Jawa Barat Menurun Berkat Sinergi Polisi dan Masyarakat

Polisi Daerah Jawa Barat mencatatkan keberhasilan signifikan dalam memberantas kejahatan jalanan sepanjang Juli 2026. Melalui koordinasi intensif dan partisipasi aktif masyarakat, pihak kepolisian berhasil mengungkap 24 kasus pembegalan yang meresahkan warga.

Peran Aktif Masyarakat Bantu Pengungkapan Kasus

Kepala Bidang humas Polisi Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa informasi dari masyarakat melalui media sosial menjadi kunci penting dalam proses pengungkapan kasus kejahatan jalanan.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi perintahkan pemulihan 32 ha Kebun Karet Jalupang Subang

"Dari 19 kasus yang viral di media sosial, kami berhasil mengungkap 24 kasus begal di seluruh wilayah Jawa Barat. Kontribusi masyarakat melalui postingan dan laporan sangat membantu kami dalam menelusuri setiap kejadian," jelas Hendra saat ditemui di Bandung.

Kecepatan informasi yang menyebar di platform digital memungkinkan aparat kepolisian untuk segera melakukan penelusuran dan penindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan.

Instruksi Tegas dari Pimpinan Polisi Daerah

Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Pipit Rismanto, telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh kapolres di tingkat kabupaten dan kota untuk meningkatkan penindakan terhadap pelaku begal dan kejahatan jalanan.

Baca Juga: KDM Tegaskan Belum Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun ke SMI

"Perintah langsung dari Bapak kapolda adalah menindak tegas dan terukur. Ini berlaku tidak hanya bagi anggota polisi, tetapi juga bagi masyarakat yang ingin ikut serta menjaga keamanan," tegas Hendra.

Instruksi ini mencakup peningkatan patroli malam, pengawasan di titik-titik rawan, serta penangkapan aktif terhadap pelaku yang masih membandel.

Koordinasi Erat dengan Pemerintah Daerah

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut ambil andil dalam upaya memberantas kejahatan jalanan. Ia mengungkapkan telah berkoordinasi langsung dengan kapolda untuk memperkuat pengamanan di wilayah Bandung Raya dan seluruh daerah di Jawa Barat.

"Kami telah sepakat untuk melakukan pengamanan secara menyeluruh di seluruh wilayah. Ini mencakup aspek teknis maupun taktis di lapangan," jelas Dedi.

Langkah koordinasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam mendukung upaya kepolisian untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Peran Serta Masyarakat dalam Menjaga Keamanan

Selain penguatan operasional oleh aparat, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melalui kegiatan ronda dan patroli lingkungan di tingkat RT dan RW.

Langkah-langkah yang disarankan meliputi:

Partisipasi masyarakat dianggap sebagai komponen krusial dalam mencegah aksi begal dan kriminalitas jalanan lainnya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Keamanan Jawa Barat

Keberhasilan mengungkap 24 kasus begal dalam sebulan menjadi bukti nyata sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memberantas kejahatan jalanan. Dengan koordinasi yang terus diperkuat dan partisipasi aktif warga, diharapkan kondisi keamanan di Jawa Barat dapat terus terjaga dengan baik.

Polygon kejahatan jalanan membutuhkan penanganan menyeluruh yang melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.