Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

PMI Cianjur Salurkan 175 Ribu Liter Air Bersih ke Puskesmas dan Ponpes Selama Kemarau

Jabar · Oleh ·

PMI Cianjur distribusikan 175 ribu liter air bersih ke sembilan kecamatan selama kemarau panjang. Puskesmas Mande dan dua ponpes penerima manfaat.

PMI Cianjur Salurkan 175 Ribu Liter Air Bersih ke Puskesmas dan Ponpes Selama Kemarau

Puskesmas Mande dan dua pondok pesantren di Cianjur menjadi penerima manfaat distribusi air bersih dari Palang Merah Indonesia Kabupaten Cianjur. Kedua fasilitas itu kesulitan air bersih dampak kemarau panjang yang melanda wilayahnya sejak berminggu-minggu.

Pendistribusian berlangsung sejak sekitar satu bulan terakhir. PMI Cianjur bekerja sama dengan Perumdam Cianjur mengirim air melalui truk tangki berkapasitas 5 ribu liter setiap kali pengiriman. Total air yang sudah terdistribusi mencapai 175 ribu liter mencakup sembilan kecamatan.

"Permintaan terus meningkat seiring kemarau panjang yang terus melanda, satu hari sedikitnya kami melayani dua sampai empat kali pengiriman ke dua kecamatan," kata Kepala Markas PMI Cianjur Ajang Fajar Aciana.

Baca Juga: Jawa Barat Sabet Juara Umum Ormas MKGR Open Padel 2026 dan Jadi Tuan Rumah Tahun Depan

Wilayah penerima manfaat meliputi Kecamatan Cianjur, Cilaku, Cibeber, Sukaluyu, Cikalongkulon, Haurwangi, Mande, Campaka, dan Cibinong. Warga di area tersebut yang tidak bisa dijangkau truk tangki diminta menyediakan bak penampungan di titik terdekat agar pendistribusian tetap berjalan.

Relawan PMI yang mendapat jadwal rutin setiap hari bertugas hingga malam. Mereka mengantar air ke perkampungan yang bisa dilalui kendaraan pengangkut. Setiap pengiriman rata-rata membawa 5 ribu liter air.

Sepanjang periode tersebut, sekitar 2 ribu kepala keluarga di nine kecamatan sudah menerima manfaat. Dalam sehari, volume pendistribusian berkisar 15 ribu hingga 20 ribu liter. Angka itu masih berpotensi naik mengingat kondisi cuaca yang belum mendukung.

Baca Juga: Kepala Desa Bao Umbara Pakai Jumat Keliling di Empat Masjid untuk Dengar Langsung Suara Warga

"Untuk pendistribusian air kami mendapat tambahan anggaran dari PMI Pusat melalui PMI Jabar, sehingga kegiatan tersebut akan terus dilakukan disesuaikan dengan anggaran yang ada, termasuk dari bulan dana kemanusiaan PMI Cianjur," kata Ajang.

Anggaran tambahan dari PMI Pusat lewat PMI Jawa Barat memungkinkan distribusi terus berjalan selama status siaga darurat kekeringan masih diterapkan Pemerintah Kabupaten Cianjur. PMI juga berkoordinasi dengan BPBD dan Perumdam Cianjur dalam mengatur jadwal dan lokasi pendistribusian.

Dampak kekeringan akibat kemarau panjang tidak hanya dirasakan warga umum. Fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Mande ikut terdampak dan memerlukan suplai air bersih dari luar. Kondisi serupa juga melanda dua ponpes di Ciranjang dan Haurwangi yang masuk daftar penerima.

PMI Cianjur juga masih menangani distribusi bantuan logistik untuk korban bencana. Beberapa kasus kebakaran yang terjadi dalam dua bulan terakhir ditangani bersamaan dengan operasi air bersih ini. Namun, frekuensi distribusi paket bantuan untuk korban bencana mulai menurun.

"Tidak terlalu banyak dalam satu pekan ada sekitar 10 sampai 15 paket yang didistribusikan untuk warga korban bencana, termasuk kebakaran. Dibandingkan dua bulan sebelumnya penurunan cukup jauh," kata Ajang.

Situasi kekeringan di Cianjur sejalan dengan kondisi di beberapa wilayah Jawa Barat lain. BPBD Garut Salurkan 125.000 Liter Air Bersih untuk 5.687 Jiwa Terdampak Kekeringan menunjukkan wilayah lain juga mengalami tekanan serupa. Bantuan air bersih dari berbagai pihak terus mengalir ke wilayah-wilayah terdampak.