Sindikat perampok gasak Rp1,3 miliar dari mobil WNA di Karawang dengan modus ban kempes
Polresta Karawang memburu sindikat perampok yang merampas Rp1,3 miliar dari mobil WNA di Cikampek. Pelaku membuntuti korban sejak dari bank dan menggunakan modus ban kempes.

Polresta Karawang memburu sindikat perampok yang meraup uang tunai Rp1,3 miliar dari dalam mobil listrik yang ditumpangi tiga orang, termasuk dua warga negara asing, di kawasan Cikampek, Senin 28 September lalu.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Dawuan Kalihurip, persis di dekat gerbang Tol Kalihurip. Para korban baru saja menarik uang perusahaan senilai total Rp1,9 miliar dari bank swasta di Cikampek. Mereka membawa uang itu dalam dua tas masing-masing berisi Rp600 juta dan Rp1,3 miliar.
Modus sederhana tapi sistematis
Dua orang berbaju sipil menghampiri mobil korban dengan sepeda motor. Mereka menyampaikan bahwa ban belakang mobil kempes. Korban kemudian berhenti dan turun untuk mengecek ban.
Baca Juga: CKG Sudah Jangkau 99,1 Juta Orang, Hipertensi Jadi Fokus Guna Cegah Stroke pada 2035
Saat itulah pelaku lain yang membuntuti dari belakang langsung memecahkan kaca mobil bagian kanan dan menggasak tas berisi Rp1,3 miliar.
"Dari keterangan korban, pelaku diduga sindikat yang terdiri atas empat orang atau lebih, dan telah membuntuti korban sejak dari bank," kata Kasatreskrim Polresta Karawang Kompol Ali Jupri.
Polisi kini masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi. Belum ada ditangkap hingga berita ini ditulis.
WNA di kawasan industri Karawang
Kasus ini menambah daftar ancaman keamanan bagi warga negara asing yang bekerja di kawasan industri Karawang. Kabupaten itu merupakan salah satu sentra industri terbesar di Jawa Barat dengan puluhan perusahaan asing dan ribuan tenaga kerja asing.
Perusahaan-perusahaan di Karawang biasanya menarik uang tunai dalam jumlah besar untuk keperluan operasional. Ritme pengambilan uang itu kemungkinan besar sudah dipetakan oleh jaringan kriminal yang beroperasi di koridor jalan antarbank dan kawasan industri.
Modus ban kempes bukan hal baru di jalur kendaraan logistik dan pengusaha. Pelaku memancing korban untuk berhenti, lalu memanfaatkan momen saat korban lengah di pinggir jalan.
Polresta Karawang belum merinci apakah ada kaitan antara sindikat ini dengan jaringan kriminal lain yang pernah beroperasi di kawasan yang sama.