PG Tersana Baru Cirebon Target 271.500 Ton Gula Musim Giling 2026
Pabrik Gula Tersana Baru di Cirebon Jawa Barat target produksi gula 271.500 ton musim giling 2026 dengan optimasi proses dan efisiensi operasional.

CIREBON, Jawa Barat — Pabrik Gula Tersana Baru, unit PT PG Rajawali II di Kabupaten Cirebon, telah menetapkan target produksi gula sebesar 271.500 ton pada musim giling 2026. Target ini diusung melalui upaya optimalisasi proses produksi dan peningkatan efisiensi operasional pabrik yang telah beroperasi sejak tahun 1937.
Target Utama Musim Giling 2026
General Manager PG Tersana Baru Sigit Ermunanto mengatakan pihaknya menargetkan penggilingan tebu sebesar 3,4 juta kuintal selama musim giling tahun ini. Selain itu, rendemen produksi diproyeksikan mencapai 7,45, yang menjadi kunci untuk mencapai target produksi gula.
"Kami berupaya agar target rendemen 7,45 bisa tercapai melalui kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam musim giling tahun ini," ujar Sigit dalam keterangan di Cirebon, Senin.
Sigit menambahkan, operasional penggilingan pada 2026 ditargetkan berlangsung selama 130 hari secara optimal tanpa hambatan teknis. Untuk itu, pabrik telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan mesin dan fasilitas produksi berfungsi maksimal sepanjang musim giling berlangsung.
Tantangan dan Upaya Antisipasi
Meski telah menyiapkan target yang ambisius, Sigit mengakui bahwa musim tanam tahun ini masih dihadapkan pada persoalan pembiayaan petani, yang berdampak terhadap produktivitas tebu di lapangan. Namun, ia menilai bahwa proses giling yang berjalan lancar dapat membantu menjaga capaian rendemen sehingga target produksi gula tetap dapat dioptimalkan.
"Harapannya proses giling berjalan baik sehingga rendemen sesuai target dan mampu menopang produksi gula tahun ini," tambahnya.
Selain mengatasi masalah teknis, pabrik juga telah melakukan modernisasi mesin dan revitalisasi fasilitas produksi secara bertahap. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri gula nasional, meskipun pabrik telah beroperasi selama hampir satu abad. Pembaruan teknologi dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu operasional yang sedang berjalan, sambil tetap memastikan bahwa pabrik dapat memenuhi standar produksi modern.
Tradisi Selamatan Giling sebagai Simbol Optimisme
Sebagai bagian dari kesiapan memasuki musim giling 2026, pabrik telah melaksanakan tradisi selamatan giling yang menjadi agenda rutin setiap tahun. Tradisi ini bukan hanya sebagai simbol dimulainya rangkaian produksi gula, tetapi juga bentuk optimisme pihak pabrik dalam menghadapi musim giling tahun ini. Acara ini diikuti oleh seluruh tenaga kerja dan pihak terkait, sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja sama tim dalam mencapai target produksi.
Optimisme Petani Tebu
Di sisi lain, Ketua DPC APTRI Tersana Baru Haji Mulyadi mengatakan para petani tebu tetap optimistis menghadapi musim giling tahun ini meskipun terdapat sejumlah tantangan dalam proses budidaya.
"Kami berharap bisa mendapatkan rendemen dan bagi hasil gula yang terbaik agar hasil usaha tani tetap optimal," kata Mulyadi.
Peran petani tebu sangat penting dalam mencapai target produksi pabrik, karena kualitas dan kuantitas tebu yang dipasok akan mempengaruhi hasil akhir produksi gula. Kolaborasi antara pabrik dan petani menjadi kunci keberhasilan musim giling tahun ini, dengan saling mendukung dalam memenuhi target yang telah ditetapkan.
Target produksi 271.500 ton gula pada musim giling 2026 ini menunjukkan komitmen PT PG Rajawali II untuk meningkatkan kontribusi industri gula Jawa Barat terhadap perekonomian lokal. Dengan fokus pada efisiensi, kualitas, dan kolaborasi dengan petani, pabrik berharap dapat memenuhi target dan bahkan melebihinya di tahun-tahun mendatang. Upaya modernisasi yang dilakukan juga menunjukkan bahwa industri gula tradisional di Indonesia masih dapat bersaing secara global dengan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produksi.