Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Persis 102 Tahun: Gelar Expo Ramadan Pertama di Bandung, Sasar Gen Z

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Persis usia 102 tahun gelar Expo Ramadan perdana di Bandung (6-8 Mar 2026), terbuka untuk umum dan menargetkan Gen Z serta UMKM binaan.

Persis 102 Tahun: Gelar Expo Ramadan Pertama di Bandung, Sasar Gen Z

Persatuan Islam (Persis) yang memasuki usia 102 tahun resmi menggelar Persis Ramadan Expo 2026, acara pertama dalam sejarah organisasi dakwah Islam ini. Acara yang digelar di Trans Studio Mall Bandung, 6-8 Maret 2026, terbuka untuk umum (tidak hanya anggota Persis) dan diperkirakan akan menarik lebih dari 48 ribu pengunjung dari wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. Kegiatan ini juga menjadi wujud penyimpulan perjalanan panjang Persis sejak didirikan, dengan menampilkan tiga pilar utama organisasi: dakwah, pendidikan, dan ekonomi.

Struktur Acara dan Panggung Pertunjukan

Acara ini akan dibagi menjadi tiga panggung utama dengan rangkaian kegiatan beragam selama tiga hari. Ketua Pelaksana Persis Ramadan Expo 2026, H. Tatan Ahmad Santana, menjelaskan bahwa setiap panggung memiliki fokus yang berbeda:

"Kami ada tiga panggung ada tausiah, dialog kebangsaan edufair, ada tenda pameran terutama di isi UMKM Binanan Persis dan himpunan pengusaha Persis. Ada fashion dan FnB. Semuanya bersamaan," ujar Tatan dalam wawancara Selasa (3/3/2026).

Selain itu, sebanyak 54 narasumber akan dihadirkan selama acara, dan Menteri Koperasi diundang untuk membuka acara secara resmi. Wakil Ketua Persis, Ketua Umum, dan Sekretaris Umum organisasi juga akan hadir dalam acara ini.

Menargetkan Generasi Z dengan Konten Edukatif dan Budaya

Salah satu fokus utama Persis Ramadan Expo 2026 adalah menjangkau generasi Z, melalui konten yang relevan dengan gaya hidup dan kebutuhan anak muda saat ini. Tatan menjelaskan bahwa acara ini dirancang untuk memperkuat dakwah melalui saluran kebudayaan dan kesenian, seperti puisi dan karinding yang akan dibawakan oleh santri Persis.

"Kami ingin berdakwah lewat saluran kebudayaan dan kesenian nantinya santri Persis akan bancakan puisi, kemudian karinding juga. Serta penampilan lainnya. Jemaah dari Jakarta, Banten, dan Jabar akan meramaikan perkiraan ada 48 ribu massa di kawasan Trans Studio Mal," jelasnya.

Acara juga menyediakan edukasi ekonomi syariah, yang bertujuan membantu Gen Z memahami dan mengelola keuangan dengan prinsip Islam. Selain itu, akan menghadirkan figur terkenal seperti Zainal Arifin Mochtar alias Uceng, pakar hukum tatanegara dari Universitas Gadjah Mada, serta Guru Gembul. Keduanya akan memberikan pandangan tentang kenegaraan dan cara melakukan kritik dengan santun.

Tatan menambahkan bahwa tiga visi utama yang ditekankan dalam acara ini adalah:

Dorong UMKM dan Strategi Rebranding Persis

Ketua Bidang Garapan Ekonomi PP Persis H. Fajar Sulaiman menambahkan bahwa acara ini juga bertujuan untuk menghapus sekat eksklusivitas dan menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang indah dan inklusif. Dia menjelaskan bahwa Persis ingin membuka ruang berpikir anak muda, serta mendorong potensi ekonomi mereka melalui literasi keuangan syariah.

"Transisi dakwah saat ini mulai bergeser ke generasi Gen Z. Kami ingin membuka ruang berpikir anak-anak muda, lalu mendorong potensi ekonomi mereka lewat literasi keuangan syariah," ujar Fajar.

Acara ini akan menampilkan puluhan UMKM binaan oleh Bidang Ekonomi Persis, yang merupakan bukti nyata dorongan organisasi terhadap kemandirian ekonomi umat. Lebih jauh, Fajar menyebut bahwa Persis Ramadan Expo 2026 adalah bagian dari strategi rebranding Persis untuk masuk ke ranah pop culture, yang telah disiapkan sejak 2023.

"Kami ingin memberikan pemahaman ke publik bahwa dakwah Persis itu inklusif. Secara pendidikan, kami ingin menegaskan peran kami dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini ikhtiar agar kami memiliki kebermanfaatan yang lebih luas," kata dia.

Persis Ramadan Expo 2026 bukan hanya sekadar acara perayaan bulan suci Ramadan, tapi juga bentuk evolusi dakwah Persis yang menyesuaikan dengan zaman. Dengan menggabungkan pendidikan, budaya, dan ekonomi, organisasi ini berharap dapat mencapai dampak yang lebih luas dan relevan bagi generasi mendatang.