Persib Bandung Dikenakan Denda Rp148 Juta Oleh AFC di ACL 2 Thailand
Persib Bandung dikenakan denda Rp 148 juta oleh AFC akibat kericuhan suporter saat laga kontra Ratchaburi FC di Thailand ACL 2 2025/26. Ini adalah pelanggaran ke-4 klub dalam masa residivisme.

Laga ACL 2 dan Insiden Kericuhan
Persib Bandung menghadapi Ratchaburi FC di leg pertama babak 16 besar AFC Champions League 2 (ACL 2) musim 2025/26 pada 11 Februari 2026 di Dragon Solar Park, Thailand. Pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan telak bagi tim asal Jawa Barat, dengan skor 0-3 atas tuan rumah.
Setelah pertandingan resmi berakhir, terjadi insiden kericuhan antara sekelompok suporter Persib dengan suporter tuan rumah. Kericuhan ini menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan penonton dan disiplin etis dalam kompetisi sepak bola internasional.
Keputusan Denda AFC
Beberapa waktu setelah insiden, AFC mengumumkan keputusan sanksi kepada kedua klub yang terlibat. Menurut laporan resmi, Persib Bandung terbukti melanggar Pasal 65 Kode Disiplin dan Etika AFC, yang mengatur tentang perilaku penonton yang terafiliasi dengan klub.
Sanksi yang dikenakan kepada Persib adalah denda sebesar USD 8.750, yang setara dengan Rp 148 juta pada kurs saat ini. Klub resmi diminta untuk melunasi denda ini dalam waktu 30 hari sejak tanggal pengumuman keputusan. Hal ini juga menjadi pelanggaran ke-4 Persib dalam masa residivisme, artinya klub telah mengulangi pelanggaran disiplin sepak bola internasional sebelumnya.
Sebaliknya, Ratchaburi FC juga dikenakan dakwaan serupa, tetapi denda yang diberikan hanya USD 5.000 (sekitar Rp 85 juta). Perbedaan jumlah denda ini disebabkan oleh fakta bahwa Ratchaburi tidak memiliki riwayat pelanggaran serupa dalam periode waktu terakhir, sedangkan Persib masuk dalam kategori residivisme.
Hasil Laga dan Akhir Perjalanan Persib di ACL 2 2025/26
Sebelum insiden kericuhan, Persib telah mengalami kekalahan di leg pertama laga. Beberapa hari kemudian, klub melakukan pertandingan leg kedua di Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, dan berhasil menang 1-0 atas Ratchaburi FC. Namun, skor agregat 1-3 membuat Persib harus tersingkir dari kompetisi ACL 2 musim 2025/26.
Menariknya, insiden kericuhan juga terjadi setelah leg kedua berakhir di Bandung. Namun, sampai saat artikel ini diterbitkan, AFC belum mengeluarkan keputusan sanksi terkait insiden kericuhan di kandang sendiri.
Analisis Dampak Sanksi Bagi Persib
Denda sebesar Rp 148 juta tentu menjadi beban finansial tambahan bagi Persib Bandung, terutama setelah mereka harus menanggung biaya perjalanan, akomodasi, dan fasilitas selama laga di luar negeri. Selain itu, status residivisme juga berisiko membuat klub mendapatkan sanksi yang lebih berat di masa depan, seperti larangan bermain di stadion tertentu atau denda yang lebih tinggi jika terjadi pelanggaran lagi.
Insiden kericuhan suporter juga menjadi catatan buruk bagi nama baik Persib Bandung dan sepak bola Indonesia di mata internasional. Hal ini memicu pertanyaan tentang efektivitas pengawasan suporter dan langkah-langkah keamanan yang diambil oleh klub dan federasi sepak bola untuk mencegah insiden serupa di masa depan.