Perjalanan Nanᴎ Alghani Soes: Dari Dapur Rumah hingga Tembus 50 Alfamart
Pengusaha Cileunyi berinovasi ciptakan soes kering karena masa simpan produk basah singkat. Kini produknya tembus 50 Alfamart.

Dari Kue Basah ke Soes Kering yang Tahan Lama
Kisah sukses Nana Alghani Soes di Cileunyi, Kabupaten Bandung, bermula dari hobi membuat kue basah sejak 2017. Produk andalannya, soes basah, mendapat respons positif dari pelanggan, bahkan hingga ke luar kota.
Namun, bisnis kue basah menghadapi tantangan besar: masa simpan yang sangat pendek. Dalam satu hingga dua hari saja, produk sudah tidak layak jual. Kondisi ini mendorong Nana untuk mencari solusi inovatif.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Luncurkan Fitur Imah Aing di Sapawarga untuk Warga Laporkan Rumah Tidak Layak Huni
"Kalau soes basah itu umur produknya pendek. Jadi saya mencoba membuat versi keringnya, ditambah tren snack soes kering juga mulai naik," jelas Nana.
Riset dan Percobaan Resep Berulang Kali
Untuk menghasilkan soes kering yang berkualitas, Nana melakukan riset dan berbagai percobaan resep. Proses ini tidak semulus yang dibayangkan.
Baca Juga: Pemprov Jabar Pindahkan Lokasi Upacara HUT ke-81 dari Gasibu ke Halaman Gedung Sate
- Produk pertama gagal total
- Melakukan perubahan bahan dan komposisi
- Mencoba berulang kali hingga menemukan resep terbaik
Hasil dari ketekunan tersebut adalah soes kering dengan dua varian rasa yang digemari, yaitu keju dan cokelat.
Strategi Pemasaran yang Berkembang
Nana menerapkan berbagai strategi untuk memperluas pasar:
- Menitipkan produk di toko oleh-oleh
- Mengembangkan jaringan reseller
- Membuka toko kue sendiri
Namun, membuka toko fisik membawa tantangan tersendiri. Permasalahan terbesar adalah menemukan karyawan yang amanah. Setelah beberapa kali berganti karyawan, Nana akhirnya memutuskan untuk fokus pada reseller dan toko oleh-oleh.
Bergabung dengan UMKM Binaan Pemerintah
Kesadaran akan keterbatasan diri mendorong Nana untuk mencari informasi mengenai pengembangan UMKM. Berawal dari bergabung sebagai UMKM binaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung, berbagai kesempatan pun mulai terbuka.
"Modal saya yakni mau mencari banyak informasi dan terbuka terhadap perubahan," tegas Nana.
Berbagai bantuan yang diperoleh meliputi:
- Pembuatan izin usaha
- Sertifikasi halal
- Desain kemasan
- Bantuan mesin produksi
Momen Berkesan: Tembus Pasar Ritel Modern
Kesempatan berharga datang ketika Nana mengikuti kegiatan kurasi produk UMKM yang diselenggarakan Alfamart bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung.
Dari puluhan produk yang dikurasi, Alghani Soes berhasil lolos dan masuk ke jaringan Alfamart.
Adaptasi dengan Sistem Ritel Modern
Masuk ke pasar ritel modern membutuhkan adaptasi khusus. Nana harus menyesuaikan diri dengan sistem yang lebih terstruktur dibandingkan dengan sistem penitipan produk pada umumnya.
"Dari Alfamart saya mendapatkan uji fasilitas lab kandungan produk, mendapatkan bantuan fasilitas konsultasi kemasan dan bantuan cetak kemasan," papar Nana.
Saat ini, Alghani Soes telah dipasarkan di 50 toko Alfamart di wilayah Kabupaten Bandung.
Harapan untuk Pengembangan Lebih Lanjut
Nana berharap produknya dapat masuk ke lebih banyak toko Alfamart. Salah satu tantangan utamanya adalah memperkenalkan produk dan membuat masyarakat semakin mengenalnya.
Solusi yang dipilih adalah aktif menggunakan media sosial untuk mempromosikan dan memasarkan produk.
"Jadi sebagai pelaku usaha harus terus semangat," tutup Nana, ibu tiga anak ini.
Kisah Nana membuktikan bahwa inovasi dan keterbukaan terhadap perubahan menjadi kunci penting bagi keberhasilan pelaku UMKM dalam menembus pasar yang lebih luas.