Perindo Jabar Lantik Rifqi Ali Mubarok, Strategi Pemilu 2029 Berbasis Ekonomi Kerakyatan
Perindo Jawa Barat melantik Rifqi Ali Mubarok sebagai Ketua DPW, menyiapkan strategi Pemilu 2029 berbasis ekonomi kerakyatan dan penguatan struktur partai di seluruh wilayah Jabar.

Jawa Barat kembali menjadi sorotan dalam peta politik nasional menjelang Pemilu 2029. Dengan jumlah pemilih mencapai 35,9 juta jiwa, provinsi ini bukan hanya wilayah dengan basis suara terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi penentu arah kontestasi politik dalam beberapa tahun ke depan. Melihat potensi besar ini, Partai Perindo meluncurkan langkah strategis awal dengan pelantikan Rifqi Ali Mubarok sebagai Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat di Bandung, Minggu (26/4/2026).
Pelantikan sebagai Titik Awal Konsolidasi Politik
Pelantikan ini bukan hanya acara seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan langkah konkret untuk membangun kekuatan politik di Jawa Barat dan memperluas pengaruh partai menuju Pemilu 2029. Menurut Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Jawa Barat menjadi wilayah prioritas utama dalam strategi politik partai saat ini.
Alasan Jawa Barat Sebagai Prioritas Utama
Ferry menjelaskan bahwa provinsi ini dijadikan barometer utama untuk mengukur efektivitas kerja politik serta kedekatan partai dengan masyarakat. "Jawa Barat termasuk wilayah prioritas Partai Perindo. Dengan basis pemilih terbesar, langkah kita menuju 2029 harus dimulai dari sini, melalui kerja nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, karena bagi kami yang penting adalah manfaat kehadiran Perindo dirasakan warga Jawa Barat," ujar Ferry dalam keterangan resmi.
Fokus pada Legitimasi Politik Bukan Hanya Perebutan Suara
Ia menekankan bahwa strategi Perindo di Jawa Barat tidak semata berorientasi pada perebutan suara elektoral. Sebaliknya, partai ingin membangun legitimasi melalui kerja konkret di tengah masyarakat. Bagi Perindo, politik bukan hanya soal kontestasi kekuasaan, tetapi alat untuk mendorong kesejahteraan warga.
"Perindo bukan sekadar partai politik, tetapi partai pejuang yang bekerja dari bawah. Politik adalah alat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, mulai dari pelaku UMKM, pekerja informal, hingga generasi muda," lanjut Ferry.
Visi Kepemimpinan Rifqi Ali Mubarok
Setelah dilantik, Rifqi Ali Mubarok langsung menegaskan arah kepemimpinannya. Ia menyebut Jawa Barat bukan hanya penting sebagai lumbung suara, tetapi juga ruang strategis untuk melahirkan kepemimpinan politik yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Fokus utama kepengurusannya adalah memastikan kader partai hadir langsung di tengah warga sepanjang tahun, bukan hanya saat musim politik. Kehadiran itu harus dibarengi dengan solusi konkret atas persoalan yang paling dekat dengan masyarakat, terutama pengangguran muda dan penguatan UMKM.
"Jawa Barat bukan hanya basis suara, tetapi ruang pembentukan kepemimpinan. Kami akan memastikan kader hadir langsung di tengah masyarakat, membawa solusi atas persoalan ekonomi, terutama pengangguran muda dan penguatan UMKM," kata Rifqi.
Penguatan Struktur Hingga Tingkat Akar Rumput
Untuk mewujudkan target tersebut, Rifqi menegaskan konsolidasi partai akan difokuskan pada penguatan struktur hingga ke 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Langkah ini dinilai penting agar agenda politik dan program pemberdayaan yang disusun partai bisa berjalan efektif hingga tingkat akar rumput. Menurutnya, struktur partai yang kuat akan menjadi fondasi utama untuk memperluas basis dukungan sekaligus memastikan program-program ekonomi kerakyatan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Strategi Berbeda dalam Peta Politik Jawa Barat
Perindo tampaknya ingin memainkan strategi berbeda dalam membaca peta politik Jawa Barat. Alih-alih hanya bertumpu pada manuver elektoral, partai ini justru menempatkan isu ekonomi kerakyatan sebagai pintu masuk memperluas dukungan. Beberapa fokus utama yang akan terus didorong di Jawa Barat meliputi:
- Penguatan UMKM lokal
- Perhatian terhadap hak dan kesejahteraan pekerja informal
- Penciptaan peluang ekonomi bagi generasi muda
Pendekatan ini dinilai relevan dengan tantangan riil yang dihadapi masyarakat Jawa Barat, terutama soal lapangan kerja dan daya tahan ekonomi keluarga. Selain itu, strategi ini juga menunjukkan bahwa Perindo ingin membangun basis dukungan jangka menengah dengan menempatkan program yang langsung menyentuh kebutuhan publik sebagai instrumen politik utama.
Dari perspektif politik, Jawa Barat kini diposisikan bukan hanya sebagai target kemenangan elektoral, tetapi juga poros perjuangan politik partai. Perindo ingin membangun model kepemimpinan yang dinilai lebih dekat dengan masyarakat, berorientasi pada kerja nyata, dan punya dampak langsung terhadap kesejahteraan warga. Dengan pelantikan Rifqi Ali Mubarok, Perindo memberi sinyal bahwa persiapan menuju Pemilu 2029 sudah dimulai sejak dini. Jawa Barat kini menjadi panggung awal untuk menguji seberapa jauh strategi politik berbasis kerja nyata itu bisa diterjemahkan menjadi dukungan publik dari masyarakat luas.