Peran Strategis Akademisi: Kunci Kemajuan Desa di Garut
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menekankan peran strategis akademisi sebagai katalisator pembangunan desa. Melalui program KKN Gradasi, mahasiswa dan dosen didorong membawa inovasi demi kemajuan desa, terbukti mampu meningkatkan taraf hidup dan meraih prestasi tingkat provinsi.

Akademisi Jadi Kunci Kemajuan Desa di Garut
Garut, Jawa Barat – Pemerintah Kabupaten Garut secara konsisten mendorong kolaborasi strategis dengan kalangan akademisi. Tujuannya adalah menjadikan para intelektual sebagai katalisator utama dalam akselerasi pembangunan desa di wilayah tersebut. Melalui ide-ide inovatif dan pemikiran progresif, diharapkan desa-desa di Garut dapat mencapai kemajuan signifikan di berbagai sektor, demi peningkatan taraf hidup masyarakat yang lebih baik.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan pentingnya peran akademisi dalam setiap tahapan pembangunan. "Semua pembangunan itu sejatinya ada di desa. Artinya, desa harus kita dorong, harus kita majukan. Dan siapa yang hebat? Di otak saya, yang hebat itu adalah orang-orang yang memiliki pendidikan lebih dari orang lain," ujar Bupati dalam acara Penutupan Kegiatan Program Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN Gradasi) Tahun 2025 di Pendopo Garut, Kamis.
Ia melanjutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut telah menginisiasi program pengembangan desa melalui KKN Gradasi. Program ini secara aktif melibatkan banyak mahasiswa dan akademisi untuk terjun langsung ke tengah masyarakat desa. Kehadiran mahasiswa di lapangan, menurut Bupati, merupakan elemen krusial dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Garut yang maju, hebat, dan berkelanjutan. Apalagi, Garut saat ini masih menghadapi tantangan terkait ketertinggalan.
"Kita pada kondisi yang masih tertinggal. Jadi, kalau mobil maju, kita tertinggal jauh. Tidak ada pilihan lain, kita harus meningkatkan kecepatan," tegasnya, menggarisbawahi urgensi percepatan pembangunan.
Inti dari pembangunan daerah, lanjut Bupati, memang berada di desa. Namun, pembangunan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah atau kelompok tertentu, melainkan harus melibatkan sinergi dan kerja sama berbagai pihak, terutama mereka yang memiliki keunggulan dalam berbagai bidang keilmuan. Individu-individu dengan keunggulan ini diharapkan menjadi penggerak utama (katalisator) pembangunan di desa, yang pada akhirnya akan menginspirasi dan mendorong masyarakat untuk bergerak lebih maju dan berkembang.
"Harus ada pemimpin di tiap-tiap lokasi, harus ada orang yang lebih di tiap tempat yang akan mengajak, dan yang lain bisa bergerak lebih cepat," tambahnya.
Dampak Nyata KKN Gradasi
Koordinator KKN Gradasi, Gugun Geusan Akbar, melaporkan bahwa program KKN tahun ini telah berhasil dilaksanakan di 25 desa selama empat bulan. Program ini terbukti memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. "Mereka sangat merasakan manfaatnya, dan manfaat juga dirasakan oleh masyarakat desa dan aparatur desa, sehingga kemudian mudah-mudahan ini sesuai dengan tagline-nya, KKN Gradasi ini berdampak kepada desa," jelas Gugun.
Salah satu bukti keberhasilan implementasi program ini adalah capaian Kelompok 10 KKN Gradasi di Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan. Kelompok ini telah berhasil mengantarkan desa tersebut meraih juara di ajang Sri Baduga tingkat Provinsi Jawa Barat, dengan hadiah fantastis sebesar Rp9 miliar.
Ketua Kelompok 10 dari Institut Teknologi Garut (ITG), Furqon, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi solid timnya. Tim yang terdiri dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi ini menjalankan beragam program, mulai dari pengembangan kepemimpinan, etika pelayanan publik, administrasi desa, hingga pelatihan digital marketing dan edukasi kesehatan.
"Alhamdulillah, warganya sangat antusias ketika kami melaksanakan kegiatan-kegiatan ataupun itu proker (program kerja). Kami selalu didukung oleh aparatur desa, karang taruna, dan warga di Desa Pangauban," pungkas Furqon, menunjukkan antusiasme dan dukungan penuh dari masyarakat setempat.