Penutupan TPS Liar di Kota Sukabumi: Volume Sampah Turun Rata-Rata 3 Ton
Penutupan TPS liar dan peningkatan kesadaran masyarakat menyebabkan penurunan volume sampah di TPA Cikundul Kota Sukabumi sebesar 3 ton per hari, menurut Wakil Wali Kota Bobby Maulana.

Kabar Baik Pengelolaan Sampah di Kota Sukabumi
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Sabtu (6/6) di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Wakil Wali Kota Bobby Maulana mengungkapkan kabar positif terkait pengelolaan sampah di wilayahnya: volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi Volume Sampah di TPA Cikundul
Sebelumnya, rata-rata volume sampah yang diterima TPA Cikundul, tempat pembuangan sampah resmi Kota Sukabumi, mencapai 135 ton per hari. Namun, angka ini turun drastis menjadi rata-rata 132 ton per hari, menurunkan sekitar 3 ton per hari dibandingkan periode sebelumnya.
"Alhamdulillah, ada pengurangan volume sampah sekitar tiga ton dibandingkan sebelumnya," ujar Bobby dalam kesempatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut.
Faktor Penyebab Penurunan Volume Sampah
Menurut Bobby, penurunan volume sampah ini tidak lepas dari dua faktor utama yang saling mendukung: peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya, serta penutupan sejumlah Tempat Pembuangan Sampah Liar (TPS liar) di wilayah Kota Sukabumi.
Sebelumnya, TPS liar menjadi tempat pembuangan sembarangan yang tidak terkontrol, di mana banyak masyarakat membuang sampah tanpa memperhatikan aturan. Dengan penutupan TPS liar, masyarakat diharapkan lebih tergerak untuk membuang sampah ke tempat pembuangan resmi, namun penurunan volume sampah juga menunjukkan bahwa upaya edukasi pemerintah telah berhasil mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan secara keseluruhan.
Program Pengelolaan Sampah yang Digalakkan Pemerintah Sukabumi
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, pemerintah Kota Sukabumi telah menggalakkan beberapa program pengelolaan sampah dari sumber, antara lain:
- Pemilahan sampah di rumah untuk memisahkan sampah organik dan anorganik
- Pengembangan biopori untuk mengurangi volume sampah organik melalui pengomposan alami
- Program edukasi lingkungan yang disampaikan ke sekolah-sekolah dan komunitas lokal
"Kami terus mendorong pengelolaan sampah melalui pemilahan sampah dari rumah, pengembangan biopori, serta berbagai program pengurangan sampah agar persoalan sampah dapat diselesaikan dari sumbernya," tegas Bobby. Melalui program-program ini, diharapkan masyarakat dapat mengurangi jumlah sampah yang akhirnya dibuang ke TPA, sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia untuk Aksi Konkrit
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini dijadikan momentum oleh pemerintah Kota Sukabumi untuk mengajak semua elemen masyarakat terlibat dalam aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim. Bobby menekankan bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan konkret dan kolaboratif antar semua pihak.
"Kami tidak dapat bekerja sendiri. Perlu dukungan seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, komunitas, serta berbagai pihak lainnya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," pungkas Bobby.
Peran Kolaborasi dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Penurunan volume sampah di TPA Cikundul menjadi bukti bahwa upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dapat memberikan dampak positif dalam pengelolaan sampah. Namun, pemerintah juga mengingatkan bahwa upaya ini harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan, mengingat persoalan sampah masih menjadi tantangan yang kompleks di banyak wilayah di Jawa Barat.
Selain dukungan masyarakat, pemerintah juga mengharapkan dukungan dari dunia usaha dan komunitas untuk berpartisipasi dalam program pengelolaan sampah, seperti mendukung program pemilahan sampah atau mengembangkan inisiatif daur ulang lokal. Dengan adanya partisipasi semua pihak, diharapkan Kota Sukabumi dapat terbebas dari masalah sampah yang menumpuk dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.