Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Penurunan Kemiskinan dan Pengangguran di Jabar 2025: Analisis dan Program

KDM · Oleh Salsa Maharani ·

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat penurunan kemiskinan dan pengangguran terbuka pada 2025, berkat program daerah dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di beberapa sektor.

Penurunan Kemiskinan dan Pengangguran di Jabar 2025: Analisis dan Program

Provinsi Jawa Barat berhasil mencatat penurunan signifikan pada tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka sepanjang tahun 2025, sesuai data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan keterangan resmi Pemerintah Daerah. Capaian ini juga didukung dengan skor pembangunan daerah tinggi sebesar 3,6672 dari Kementerian Dalam Negeri, menandai kinerja pembangunan daerah yang positif.

Data Kemiskinan di Jawa Barat 2025

Pada tahun 2025, persentase penduduk miskin di Jawa Barat tercatat sebesar 6,78% atau setara dengan 3,55 juta jiwa. Angka ini turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 7,08%, sesuai data BPS yang diakui keakuratannya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan penurunan ini merupakan hasil dari sejumlah program terintegrasi yang dijalankan Pemprov Jabar untuk mengatasi kemiskinan. Salah satu langkah utama adalah pemetaan kerawanan pangan:

"Dalam mengurangi kantong kemiskinan, Pemprov Jabar mengawasi lokasi daerah rentan rawan pangan dan menyusun peta kerawanan serta ketahanan pangan," ujar Erwan dalam keterangan pers kemarin.

Selain pemetaan, Pemprov juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 1.874 kali di 27 kabupaten dan kota sepanjang 2025, serta melaksanakan Operasi Pasar Bersubsidi (OPB). Kegiatan ini bertujuan untuk menekan beban pengeluaran masyarakat dengan menyediakan komoditas pangan dengan harga terjangkau.

Pemerintah daerah juga melakukan langkah untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin di sektor kesehatan dan energi. Salah satunya dengan membiayai iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat tidak mampu, sehingga mereka dapat mengakses layanan kesehatan tanpa beban biaya tambahan. Di sektor energi, Pemprov Jabar meningkatkan akses listrik bagi masyarakat kurang mampu, dengan mencatat 76.123 sambungan listrik yang akan disalurkan di 1.367 desa dan kelurahan.

Selain menekan pengeluaran, Pemprov juga fokus pada peningkatan pendapatan masyarakat miskin. Langkah yang diambil meliputi pelatihan bagi pekerja migran Indonesia dan penyaluran bantuan modal usaha kepada 57 Kelompok Usaha Bersama (KUBE). "Kami juga menyalurkan bantuan modal usaha kepada kelompok usaha bersama untuk meningkatkan pendapatan fakir miskin," tambah Erwan.

Analisis Pengangguran Terbuka di Jawa Barat 2025

Selain kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat juga mengalami penurunan pada tahun 2025. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional per November 2025, angka pengangguran tercatat sebesar 6,66%, turun dari 6,75% pada tahun 2024. Capaian ini bahkan melampaui target yang ditetapkan sebesar 6,99%.

Penurunan pengangguran didorong oleh peningkatan penyerapan tenaga kerja di beberapa sektor utama, dengan rincian sebagai berikut:

Sebaliknya, sektor pertambangan dan penggalian mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,04 juta orang.

Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Jawa Barat adalah reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor dengan persentase 22,44%, diikuti industri pengolahan sebesar 18,61%, dan sektor pertanian, kehutanan, serta perikanan sebesar 15,43%.

Secara keseluruhan, penurunan kemiskinan dan pengangguran di Jawa Barat pada 2025 menunjukkan kinerja pembangunan daerah yang positif. Meskipun begitu, pemerintah daerah perlu terus memantau dan meningkatkan program-program yang ada untuk memastikan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara merata di seluruh wilayah.