Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Penjual Bendera di Sekitar Pasar Antri Cimahi Mengaku Penjualan Turun Imbas Belanja Online

Bandung · Oleh ·

Pedagang musiman bendera di depan Pasar Antri Kota Cimahi mengalami penurunan penjualan jelang HUT ke-81 RI akibat maraknya belanja online

Penjual Bendera di Sekitar Pasar Antri Cimahi Mengaku Penjualan Turun Imbas Belanja Online

Andi berhenti berjualan martabak dan batagor selama sebulan penuh. Lelaki 36 tahun itu sengaja menggeser dagangannya ke tepi jalan di depan Pasar Antri, Kota Cimahi, demi menangkap momentum penjualan tahunan yang hanya datang sekali.

Bendera Merah Putih mulai memenuhi trotoar di sejumlah titik Kota Cimahi sejak awal Agustus. Pedagang berjejer di Baros, sekitar Cimahi Mall, dekat Universitas Jenderal Achmad Yani, hingga kawasan Taman Alun-alun. Mereka semua memburu keuntungan dari euforia perayaan 17 Agustus.

Seluruh bendera yang dijual Andi datang dari dua daerah pemasok, Garut dan Cirebon. Kedua kota itu dikenal sebagai sentra pembuatan atribut kemerdekaan. Produk yang ditawarkan mencakup bendera kecil hingga bendera panjang bergambar Bhinneka Tunggal Ika, lengkap dengan pernak-pernik berwarna merah dan putih.

Baca Juga: Mixue Blueberry Series Laku 2 Juta Porsi dalam 20 Hari Peluncuran

Harga yang ditawarkan Andi bervariasi. Bendera ukuran kecil dibanderol Rp30 ribu, ukuran besar Rp100 ribu, dan bendera panjang Rp350 ribu. Pembeli yang melintas jadi konsumen utama, sementara pesanan dalam jumlah besar biasanya datang dari perangkat desa untuk kebutuhan upacara.

Hasil Penjualan Belumlah Menunjukkan Peningkatan

Andi mengakui penjualan tahun ini justru menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut belanja online sebagai salah satu penyebabnya.

Baca Juga: Stasiun Padalarang Sumbang 86 Persen Kedatangan Wisman Via Whoosh di Jawa Barat

"Sekarang penjualannya menurun karena banyak masyarakat yang membeli secara online. Harganya juga biasanya lebih murah," katanya.

Tekanan lain datang dari cuaca. Andi harus rutin mengecek setiap bendera agar tidak rusak. Hujan bisa membuat kain basah, angin besar berisiko membawa terbang dagangannya.

Kendati berjualan di tepi jalan, ia mengaku tidak mendapat hambatan dari petugas ketertiban. Selama musim peringatan Kemerdekaan, pedagang bendera masih diperbolehkan occupy trotoar di lokasi tersebut.

Andi berharap dagangannya habis terjual sebelum 17 Agustus nanti. Ia juga mendorong masyarakat menjaga tradisi memasang Bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan pahlawan.