Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Peningkatan Kejahatan di Bandung: Pemkot dan Polisi Perkuat Pengamanan

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengumumkan langkah pengamanan tambahan, sedangkan Polrestabes Bandung meluncurkan Tim Unit Respon Cepat untuk menanggapi peningkatan kejahatan jalan raya.

Peningkatan Kejahatan di Bandung: Pemkot dan Polisi Perkuat Pengamanan

Kondisi Kejahatan Jalanan di Bandung yang Meningkat

Kasus kejahatan di jalan raya Kota Bandung semakin memrihatinkan belakangan ini. Tidak hanya terjadi pada malam hari, pelaku kejahatan kini semakin nekat melakukan aksi mereka bahkan pada siang hari. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah kota dan pihak kepolisian setempat, yang telah mengambil serangkaian langkah untuk menanggapi peningkatan tingkat kejahatan.

Langkah Pencegahan dari Pemerintah Kota Bandung

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa pemerintah kota dan kepolisian telah membentuk Satgas Anti Begal untuk menangani masalah kejahatan jalanan. Selain itu, seluruh perangkat pemerintah termasuk TNI telah diajak untuk berkooperasi demi meminimalisir aksi kejahatan di wilayah Kota Bandung.

Farhan menegaskan bahwa patroli akan diperkuat terutama pada periode Juni sampai September 2026. Ia menyatakan bahwa tingkat kekerasan sedang meningkat dan pelaku kejahatan semakin nekat, sehingga pengamanan perlu diperkuat secara signifikan. "Yang pasti, kita akan melakukan patroli, terutama pada periode Juni, Juli, hingga September karena tingkat kekerasan sedang meningkat. Orang-orang juga mulai semakin nekat, sehingga pengamanan akan kita perkuat," kata Farhan dalam wawancara pada Senin (8/6/2026).

Selain patroli seragam, Farhan juga menekankan peran aktif masyarakat dalam pengamanan kewilayahan. Ia meminta masyarakat di pemukiman untuk memaksimalkan aktivitas ronda atau Siskamling, baik siang maupun malam hari. "Kalau siang ada Siskamling Siaga Bencana, maka malam hari ada Siskamling Keamanan Lingkungan. Warga menjaga warga, warga menjaga kota," ujarnya.

Menurut Farhan, Forkopimda akan meminta aparat kewilayahan untuk mengedepankan langkah preventif dalam setiap operasi patroli. Langkah ini termasuk membubarkan kerumunan masyarakat yang tidak jelas atau konvoi kendaraan bermotor yang berpotensi mengganggu keamanan publik. Farhan juga berbagi pengalaman pribadinya saat berkeliling Kota Bandung, di mana ia melihat perilaku pelaku kejahatan yang nekat, seperti menggedor-gedor mobil atau memepet pengendara motor.

Peluncuran Tim Unit Respon Cepat Polrestabes Bandung

Untuk lebih mengurangi potensi kriminalitas di jalan raya, Polrestabes Bandung meluncurkan Tim Unit Respon Cepat (URC) pada Jumat (29/5/2026). Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi menyatakan bahwa tim ini dibentuk untuk meningkatkan rasa keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bandung.

Tim URC merupakan gabungan dari tim Prabu, Perintis, dan unit Resmob, dengan jumlah 30 personel terpilih. Kemampuan para anggota tim akan terus dikembangkan agar mampu menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan. Fokus penindakan Tim URC adalah mengantisipasi kejahatan jalanan yang dikenal sebagai C3, yaitu Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor).

"Jadi kerjanya tim ini nanti akan dioptimalkan dalam rangka pelayanan, lebih kepada pelayanan masyarakat, membuat Kota Bandung ini lebih aman, nyaman, dan kondusif," kata Dedi di Mapolrestabes Bandung. Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil untuk menjawab peningkatan kasus kejahatan jalanan yang terjadi belakangan ini.

Harapan dan Langkah Selanjutnya

Dengan kombinasi langkah pengamanan dari pemerintah kota, kepolisian, dan peran aktif masyarakat, diharapkan Kota Bandung dapat kembali menjadi tempat yang aman dan kondusif bagi seluruh warga. Kerjasama antara semua pihak diharapkan dapat menurunkan angka kejahatan jalanan dan memberikan rasa aman yang lebih bagi masyarakat. Selain itu, pengembangan kemampuan personel Tim URC juga diharapkan dapat membuat tim ini lebih responsif dan efektif dalam menangani setiap situasi kriminal di lapangan.