Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pengobatan Turun Temurun di Cihampelas Bandung Barat Klaim Panggul dan Paha Paling Sulit Sembuhkan

KBB · Oleh ·

Pengobatan tradisional patah tulang turun temurun di Citapen, Cihampelas Bandung Barat dikelola Cecep sejak 1997 dengan 8 tenaga ahli keluarga

Pengobatan Turun Temurun di Cihampelas Bandung Barat Klaim Panggul dan Paha Paling Sulit Sembuhkan

Pengobatan tradisional patah tulang di Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat sudah decades menemani masyarakat sekitar. Berdiri sejak zaman kakek Haji Obay, kini dikelola Cecep bersama keluarganya dengan metode yang relatif tidak berubah.

Cecep menceritakan dirinya mulai mempelajari teknik pengobatan sejak masih kecil. Setelah bertahun-tahun mengasah kemampuan, ia menangani pasien secara mandiri pada 1997 saat masih duduk di bangku kelas 3 SMP.

"Seluruh orang yang terlibat dalam pelayanan juga berasal dari lingkungan keluarga agar metode pengobatan tetap terjaga," katanya.

Baca Juga: DKPP Bandung Barat Distribusikan 157 Pompa Air ke 13 Kecamatan Antisipasi Kekeringan Pertanian

Saat ini praktik tersebut didukung lima tenaga ahli penanganan tulang dan tiga orang terapis. Mereka semua merupakan anggota keluarga maupun kerabat dekat. Pemeriksaan dilakukan melalui perabaan langsung untuk mengetahui posisi tulang yang mengalami patah.

"Pasien juga dianjurkan menjalani pemeriksaan rontgen di fasilitas kesehatan yang berada tidak jauh dari lokasi praktik sebagai pendukung diagnosis," lanjut Cecep.

Tempat ini melayani berbagai keluhan seperti patah tulang hingga keseleo setiap hari tanpa libur. Selain penanganan patah tulang, mereka juga melayani terapi bagi pasien yang mengalami cedera otot melalui teknik pijat atau pengurutan untuk melancarkan peredaran darah.

Baca Juga: Masyarakat Priangan Puasa Gula Bertahun-tahun Akibat Kebijakan Tanam Paksa, Cita Rasa Gurih Pedas Masakan Sunda Terbentuk

Menurut Cecep, setiap jenis cedera memiliki tingkat kesulitan berbeda. Patah tulang panggul dan tulang paha menjadi kasus paling sulit karena membutuhkan waktu penyembuhan lebih lama, bahkan bisa mencapai sekitar delapan bulan.

"Ada teknik yang diajarkan kepada saya, yaitu memfokuskan penyembuhan luka dalam terlebih dahulu agar proses pemulihan lebih baik," katanya.

Meski menjalankan pengobatan tradisional, Cecep menyatakan tidak menolak pengobatan medis. Keduanya saling melengkapi, terutama untuk pemeriksaan rontgen maupun penanganan kasus yang memerlukan tindakan lebih lanjut di rumah sakit. Banyak pasien datang dari berbagai daerah untuk menjalani terapi di tempat ini.

Cecep menyebutkan tiga alasan utama masyarakat memilih pengobatan tradisional. Pertama, biaya yang dinilai lebih terjangkau dibanding perawatan di rumah sakit. Kedua, proses pelayanan lebih cepat tanpa antrean panjang. Ketiga, kepercayaan terhadap metode yang telah diwariskan selama bertahun-tahun.

Di Bandung Barat sendiri, praktik pengobatan tradisional seperti ini masih banyak ditemukan di pedesaan. Mereka bertahan di tengah perkembangan fasilitas kesehatan modern karena menawarkan solusi yang dianggap lebih mudah diakses oleh masyarakat lapisan bawah.

Artikel tentang pengungsi longsor di Cisarua, Bandung Barat menunjukkan bahwa akses layanan di wilayah Bandung Barat belum merata. Kondisi ini menjadi salah satu faktor mengapa pengobatan tradisional masih menjadi pilihan sebagian masyarakat.

Pengobatan tradisional di Citapen tidak memposisikan diri sebagai pengganti tenaga medis profesional. Mereka justru menganjurkan pasien melakukan rontgen di fasilitas kesehatan terdekat sebelum maupun setelah penanganan sebagai bentuk kehati-hatian.