Penemuan Mayat Bayi Laki-Laki di Sungai Cipurut Dayeuhkolot: Polisi Selidiki
Tim polisi menemukan mayat bayi laki-laki mengapung di Sungai Cipurut Dayeuhkolot Bandung. Jasad dalam kondisi membengkak, belum diketahui identitasnya, akan dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian.

Penemuan Mayat Bayi di Sungai Cipurut Dayeuhkolot
Suasana di Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung menjadi ramai dan penuh kegelisahan pada hari Selasa, 14 April 2026 sore, setelah warga menemukan sesosok mayat bayi laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Cipurut. Banyak warga yang datang ke lokasi untuk menyaksikan penemuan ini, memicu kepanikan ringan di antara warga setempat. Kejadian ini pertama kali dilaporkan kepada pihak Kepolisian Sektor Dayeuhkolot sekitar pukul 15.30 WIB, memicu langkah cepat dari tim kepolisian untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
Foto: Dok. Polresta Bandung
Kapolsek Dayeuhkolot AKP Triyono Raharja mengkonfirmasi penerimaan laporan dan kedatangan petugas ke lokasi kejadian. Dalam keterangan persnya, ia menyatakan bahwa tim kepolisian segera melakukan pengecekan menyeluruh di tempat kejadian untuk mengumpulkan bukti dan informasi terkait penemuan mayat.
Kondisi Jasad yang Ditemukan
Setelah tiba di lokasi, petugas menemukan jasad bayi dalam posisi telentang di aliran sungai, dengan kondisi yang sudah menunjukkan tanda-tanda kematian beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan analisis tim medis polisi, diperkirakan bayi telah meninggal dunia selama 3 hingga 4 hari, ditandai dengan pembengkakan tubuh, proses pembusukan yang sudah berlangsung, dan bau tidak sedap yang khas. Salah satu temuan yang menarik adalah bahwa tali pusar masih menempel pada jasad bayi, yang bisa menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan.
Tim Unit Investigasi Forensik (Inafis) Polresta Bandung melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad dan menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang jelas, seperti luka terbuka dari benda tajam atau memar akibat benda tumpul. Namun, Triyono menegaskan bahwa hasil pemeriksaan awal ini hanya bersifat sementara dan belum bisa dijadikan kesimpulan final. "Kami masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit untuk mengetahui penyebab pasti kematian bayi ini," ujarnya.
Langkah Selanjutnya Penyelidikan
Hingga saat laporan ini dibuat, identitas bayi yang ditemukan masih belum diketahui dan sementara dicatat sebagai "Mr X" dalam catatan kepolisian. Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jasad bayi telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih di Bandung untuk menjalani proses autopsi yang komprehensif.
Selain itu, tim kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti fisik di lokasi, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar sungai saat penemuan terjadi. Pihak kepolisian berjanji akan memberikan pembaruan informasi terkait penyelidikan ini seiring dengan perkembangan terbaru.
"Kami akan melakukan segala upaya untuk mengidentifikasi bayi ini dan menemukan penyebab kematiannya, serta memastikan bahwa tidak ada pelanggaran hukum yang terlibat dalam kasus ini," tambah Triyono.