Pencegahan DBD: Fogging dan Edukasi Bersama Warga Hegarmanah Bekasi
Kegiatan fogging dan edukasi kesehatan oleh Puskesmas Cipayung bersama warga Hegarmanah Bekasi bertujuan mencegah penyebaran DBD dengan membasmi nyamuk Aedes aegypti dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Pada Minggu, 25 Mei 2026, Puskesmas Cipayung melaksanakan kegiatan pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kampung Panyosogan RT 01 RW 03, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. DBD merupakan penyakit menular serius yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, dan dapat menyebabkan komplikasi parah bahkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Cipayung, Ajat Jatnika, bersama jajaran petugas kesehatan dan didukung partisipasi aktif masyarakat setempat.
Tujuan dan Cara Kerja Kegiatan Pencegahan DBD
Fogging dilakukan sebagai langkah preventif untuk meminimalisir perkembangan nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan penyebab utama penyebaran DBD. Menurut penjelasan petugas kesehatan, fogging adalah penyemprotan insektisida dalam bentuk kabut untuk membunuh nyamuk dewasa, yang dapat memberikan perlindungan cepat bagi masyarakat dari risiko gigitan nyamuk yang terinfeksi virus DBD. Namun, Ajat Jatnika menegaskan bahwa fogging hanya merupakan langkah antisipatif jangka pendek, dan upaya paling penting dalam pencegahan DBD adalah kesadaran bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Fogging ini merupakan langkah cepat dan antisipatif guna melindungi masyarakat dari ancaman DBD, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu yang dapat meningkatkan pertumbuhan populasi nyamuk. Namun demikian, upaya paling penting tetap berasal dari kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan," ujar Ajat Jatnika dalam keterangan resminya.
Kegiatan ini tidak hanya fokus pada fogging, tetapi juga edukasi kesehatan yang diberikan secara langsung kepada warga setempat. Petugas kesehatan menyampaikan informasi tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta cara mengidentifikasi dan menghilangkan tempat potensial bagi perkembangan birahi nyamuk.
Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus
Ajat Jatnika juga mengajak masyarakat untuk terus menerapkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui langkah 3M Plus, yang telah dijadikan program pemerintah dalam pencegahan DBD. Langkah-langkah tersebut meliputi:
- Menguras tempat penampungan air secara rutin: Tempat seperti bak mandi, gentong, dan wadah penyimpanan air harus dikuras setiap minggu untuk menghilangkan telur nyamuk yang mungkin ada di dalamnya.
- Menutup rapat wadah air: Semua wadah yang digunakan untuk menyimpan air, seperti ember, galon, dan pot bunga, harus ditutup rapat untuk mencegah nyamuk bertelur di dalamnya.
- Mendaur ulang barang bekas: Barang bekas seperti botol plastik, kaleng, dan ban bekas yang berpotensi menampung air harus didaur ulang atau dibuang ke tempat sampah yang tertutup rapat.
- Menjaga kebersihan lingkungan secara teratur: Masyarakat diharapkan membersihkan lingkungan sekitar rumah secara rutin, termasuk membersihkan daun kering, sampah, dan genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Menurut Ajat, penerapan 3M Plus secara konsisten dapat mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti secara signifikan, sehingga menurunkan risiko penyebaran DBD di lingkungan setempat.
Tanggapan Positif dari Masyarakat Hegarmanah
Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari warga Kampung Panyosogan. Salah satu warga, yang tidak ingin disebut namanya, mengatakan bahwa ia sangat mengapresiasi respon cepat dan kepedulian Puskesmas Cipayung dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat setempat. "Kehadiran petugas kesehatan di lingkungan kami tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga meningkatkan kesadaran saya tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan," ujarnya.
Warga lain juga menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan informasi yang berguna tentang cara mencegah DBD, dan mereka akan menerapkan langkah-langkah 3M Plus di rumah mereka sendiri. "Saya akan menguras bak mandi setiap minggu dan menutup rapat wadah air saya, agar tidak ada nyamuk yang berkembang biak di sekitar rumah," kata seorang warga lainnya.
Menurut beberapa warga, kehadiran petugas kesehatan di tengah lingkungan masyarakat juga membantu membangun kepercayaan antara masyarakat dan tenaga kesehatan, yang penting dalam upaya pencegahan penyakit menular di masa depan.
Harapan dan Tujuan Akhir Kegiatan
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara tenaga kesehatan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta terbebas dari ancaman penyakit menular, khususnya Demam Berdarah Dengue. Ajat Jatnika juga menegaskan bahwa Puskesmas Cipayung akan terus melaksanakan kegiatan serupa di daerah lain di Kecamatan Cikarang Timur untuk memastikan bahwa semua warga mendapatkan perlindungan kesehatan yang memadai.
"Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan masyarakat dalam mencegah penyebaran DBD, dan kami akan memberikan edukasi kesehatan secara rutin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan," ujar Ajat.