Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Penataan PKL Cicadas Bandung: Sukses dengan Pendekatan Humanis

KDM · Oleh Salsa Maharani ·

Penataan PKL Cicadas Bandung berhasil dilakukan dengan pendekatan humanis melalui dialog panjang, tanpa tindakan represif, menjaga kepentingan pedagang dan mengembalikan fungsi ruang publik.

Penataan PKL Cicadas Bandung: Sukses dengan Pendekatan Humanis

Latar Belakang dan Proses Penataan

Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan ikonik Cicadas, Bandung, berhasil diselesaikan tanpa menimbulkan konflik atau gesekan, berkat pendekatan humanis yang mengutamakan dialog dan kesepakatan bersama antara pemerintah dan pelaku usaha kecil. Langkah ini menjadi contoh baru dalam penegakan tata ruang kota yang seimbang antara kebutuhan publik dan kesejahteraan masyarakat ekonomi lemah.

Pada Selasa (19/5/2026) dini hari, proses pembongkaran lapak PKL di Cicadas berjalan lancar, dengan para pedagang sendiri yang melakukan pembersihan area trotoar yang semula tertutup oleh gerai mereka. Hal ini berbeda dengan penertiban PKL pada umumnya yang sering menimbulkan gesekan karena menggunakan tindakan represif. Para pedagang juga mendapatkan kesempatan untuk merenegosiasikan lokasi gerai mereka di area yang telah ditentukan oleh pemerintah, sehingga mereka dapat tetap beroperasi tanpa mengganggu ruang publik.

Kunci Keberhasilan: Pendekatan Humanis dan Komunikasi Intens

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa komunikasi intens menjadi kunci utama keberhasilan proses ini.

"Kalau mau menggusur orang itu harus ngobrol dulu. Memang prosesnya lama, tapi hasilnya lebih baik,"

>

Ujar Farhan saat ditemui di Bandung, Kamis (21/5/2026).

Pendekatan humanis ini diambil untuk memastikan bahwa kepentingan masyarakat kecil tetap terjaga, sambil mengembalikan fungsi ruang publik yang semula terganggu oleh keberadaan lapak PKL yang tidak teratur. Farhan menambahkan bahwa tujuan utama penataan ini bukan hanya membersihkan kawasan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua pihak.

Pembenahan Infrastruktur untuk Kesejahteraan Publik

Setelah area Cicadas bersih dari lapak yang mengganggu, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) segera melaksanakan langkah pembenahan infrastruktur dasar. Fokus utama dari kegiatan ini adalah normalisasi sistem drainase di kawasan Cicadas. Normalisasi drainase diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di kawasan yang sering mengalami genangan air saat musim hujan. Selain itu, pembenahan ini juga akan meningkatkan kenyamanan bagi pejalan kaki dan pengunjung kawasan Cicadas yang merupakan salah satu titik destinasi populer di Bandung.

Cetak Biru untuk Penataan Kawasan Lain di Jawa Barat

Kesuksesan penataan PKL di Cicadas tidak hanya menjadi prestasi tersendiri, tetapi juga menjadi blueprint bagi Pemerintah Kota Bandung untuk menata kawasan lain di wilayahnya. Wali Kota Farhan mengungkapkan bahwa ruas Jalan Cipadung akan menjadi target penataan selanjutnya, dengan menggunakan metode yang sama yaitu pendekatan humanis dan dialog dengan pedagang. Langkah ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Farhan mengapresiasi peran Gubernur Jawa Barat yang memberikan dorongan kuat sehingga proses penataan yang berjalan bertahap ini dapat terlaksana dengan efektif. Dukungan dari tingkat provinsi ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan penataan PKL di berbagai kawasan di Jawa Barat.

Analisis: Pentingnya Keseimbangan antara Tata Ruang dan Kemanusiaan

Penataan PKL Cicadas membuktikan bahwa penegakan aturan tata ruang tidak harus dilakukan dengan cara yang keras dan menyinggung pihak ketiga. Dengan mengedepankan dialog dan keterlibatan aktif pedagang, pemerintah dapat mencapai tujuan penataan ruang publik tanpa mengorbankan kesejahteraan pelaku usaha kecil. Hal ini sangat penting mengingat sebagian besar pedagang kaki lima adalah anggota masyarakat ekonomi lemah yang bergantung pada usaha mereka untuk hidup. Pendekatan humanis tidak hanya membantu meningkatkan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu, kesuksesan ini juga menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak hanya harus fokus pada peningkatan infrastruktur, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat yang tinggal dan berusaha di kawasan tersebut.

Kesimpulan

Dengan selesainya penataan PKL di Cicadas, Kota Bandung kini bersiap menyambut wajah baru kawasan yang lebih rapi, bebas banjir, dan tetap ramah bagi ekonomi rakyat. Langkah ini menjadi contoh yang dapat diadopsi oleh kota lain di Indonesia dalam menghadapi tantangan penataan PKL yang kompleks. Penataan PKL Cicadas bukan hanya tentang membersihkan trotoar, tetapi juga tentang menciptakan sistem tata ruang yang adil dan berkelanjutan bagi semua warga kota.