Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemprov Jabar Pindahkan Lokasi Upacara HUT ke-81 dari Gasibu ke Halaman Gedung Sate

KDM · Oleh ·

Pemprov Jawa Barat memindahkan lokasi upacara HUT ke-81 RI dari Lapangan Gasibu ke halaman Gedung Sate yang baru direvitalisasi. Persiapan fisik masih dikejar sementara pasukan pengibar bendera sudah gladi.

Pemprov Jabar Pindahkan Lokasi Upacara HUT ke-81 dari Gasibu ke Halaman Gedung Sate

Pekerjaan fisik di halaman Gedung Sate, Bandung, masih berlangsung saat Senin pagi. Beberapa bagian kawasan belum sepenuhnya rampung padahal waktu persiapan semakin sempit.

Tahun ini pemerintahan Provinsi Jawa Barat memindahkan lokasi upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Selama bertahun-tahun Lapangan Gasibu menjadi lokasi utama. Kali ini seluruh rangkaian dipusatkan di halaman Gedung Sate yang baru Direvitalisasi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Adi Komar, memastikan persiapan terus dikejar agar rampung sebelum hari pelaksanaan. "Ya ini sudah sesuai dengan perhitungan, ini sedang masih terus dilakukan ya, dikejar terus. Ya insyaallah pada hari H-nya insyaallah sudah siap semuanya," katanya.

Baca Juga: Farhan Panggil Semua Operator Transportasi di Stasiun Bandung untuk Atasi Kemacetan

Perpindahan ini bukan sekadar soal alamat. Selama ini Lapangan Gasibu identik dengan upacara 17 Agustus di tingkat provinsi. Desain dan tata ruang yang baru diharapkan memberikan nuansa berbeda bagi penonton dan pasukan pengibar bendera.

Konsep upacara tidak berubah drastis dari tahun sebelumnya. Posisi inspektur upacara tetap menghadap ke selatan dengan latar Gedung Sate di belakangnya. Namun area yang digunakan kini mencakup seluruh halaman gedung instead of hanya sebagian.

Persiapan teknis lainnya sudah berjalan. Pasukan pengibar bendera menjalani latihan selama sepekan. Gladi akan dilaksanakan menjelang hari H untuk memastikan seluruh barisan berjalan sesuai aturan. "Besok akan ada gladi ya, latihan-latihan sudah seminggu ini pasukan pengibar berlatih. Besok ada gladi dan sampai dengan Sabtu dan Minggu nanti gladi terus latihan terus kita sampai dengan pelaksanaan," kata Adi.

Baca Juga: Mahasiswa A Tersangka Tabrak Lari Aiptu Asep hingga Tewas, Positif Alkohol Saat Kejadian

Rangkaian peringatan sendiri dimulai lebih awal. Pada 16 Agustus dini hari pejabat provinsi akan mengunjungi Taman Makam Pahlawan. Puncaknya, 17 Agustus pukul 07.00 pagi seluruh pasukan berbaris di halaman Gedung Sate.

Pagi itu juga kirab Sang Merah Putih diberangkatkan dari Gedung Pakuan menuju Gedung Sate menggunakan Kereta Kencana. Tradisi ini biasanya menjadi pemandangan langka bagi warga karena iring-iringan bermanuver di jalan utama Bandung. "Nanti terakhir ada defile yang bisa disaksikan juga oleh masyarakat dari pasukan TNI, Polri, dan ada beberapa pasukan pendukung lainnya," tutur Adi.

Pemprov merujuk pada pedoman Menteri Sekretaris Negara untuk menyusun rangkaian peringatan. Siaran langsung pidato kenegaraan Presiden akan disiarkan pada 14 Agustus pukul 08.30 dan 14.30 WIB untuk masyarakat umum.

BAGIAN PENTING REKAMAN JALAN

Sepanjang tahun ini, perhatian pemerintah provinsi terhadap infrastruktur transportasi di Bandung dan sekitarnya terus meningkat. Belum lama ini, Gubernur Jawa Barat juga menyoroti kondisi perlintasan kereta api yang selama ini rawan dimonetisasi oleh kelompok tertentu. Dalam kesempatan itu, beliau menegaskan ormas dan preman tidak dibenarkan menguasai titik-titik perlintasan demi kepentingan pungutan liar.

Persiapan fisik yang masih dikejar di halaman Gedung Sate mencerminkan tantangan serupa dengan proyek-proyek infrastruktur lain di wilayah ini. Waktu yang ketat namun standar kualitas tidak boleh diturunkan.

Hingga artikel ini ditulis, pihak provinsi belum menyebut secara detail kapasitas penonton yang bisa ditampung di halaman Gedung Sate setelah direvitalisasi. Informationen lebih lanjut kemungkinan baru rilis menjelang minggu pertama Agustus.