Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemprov Jabar Percepat TPPAS Legok Nangka dengan Perubahan PKS Baru

KDM · Oleh Salsa Maharani ·

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menandatangani perubahan PKS dengan PT JES untuk mempercepat pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka di Indramayu, solusi pengelolaan sampah regional berbasis WtE.

Pemprov Jabar Percepat TPPAS Legok Nangka dengan Perubahan PKS Baru

Pada pertengahan Juni 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) dan PT Jabar Environmental Solutions (PT JES) resmi menandatangani perubahan dan pernyataan kembali perjanjian kerja sama (PKS) untuk proyek TPPAS Regional Legok Nangka di Kabupaten Indramayu. Langkah strategis ini menandai babak baru dalam pengembangan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis teknologi modern di wilayah Jabar, sekaligus memperkuat komitmen kedua belah pihak untuk mempercepat realisasi proyek yang telah direncanakan sejak lama.

Detail Acara Penandatanganan

Prosesi penandatanganan dilaksanakan di Kabupaten Indramayu, dengan kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) dan Kenichi Ishikawa, Direktur Utama PT Jabar Environmental Solutions. Selain penandatanganan perubahan PKS, agenda acara juga menyertakan dua dokumen penting lainnya: perjanjian penjaminan antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dan PT JES, serta penyerahan perjanjian regres dari Pemprov Jabar ke PII. Langkah ini bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan finansial bagi kedua pihak dan meminimalkan risiko selama pelaksanaan proyek.

Tujuan di Balik Perubahan PKS

Perubahan dan pernyataan kembali PKS ini tidak dilakukan tanpa alasan. Menurut keterangan resmi dari Pemprov Jabar, penyesuaian ini dibuat untuk mengakomodasi perkembangan teknis, perubahan regulasi perizinan, dan penyesuaian struktur finansial terbaru yang relevan dengan proyek pengelolaan sampah skala besar. Tujuan utama dari perubahan ini adalah memastikan bahwa proyek berjalan lebih akuntabel, efisien, dan berkelanjutan sepanjang masa konstruksi dan operasional. Dengan adanya perubahan PKS, kedua belah pihak dapat menyesuaikan rencana sesuai dengan kondisi terkini tanpa menghambat kemajuan proyek.

Skala dan Manfaat Strategis Proyek

TPPAS Regional Legok Nangka dirancang sebagai infrastruktur pengelolaan sampah skala regional dengan kapasitas olah sampah mencapai 2.131 ton per hari. Teknologi yang akan digunakan adalah Waste to Energy (WtE), yang mengubah sampah organik dan non-organik yang tidak dapat didaur ulang menjadi energi listrik yang dapat disalurkan ke jaringan kelistrikan umum. Proyek ini akan melayani enam wilayah di wilayah metropolitan Bandung Raya, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang. Banyak dari wilayah ini saat ini bergantung pada fasilitas pembuangan akhir sampah (TPA) yang telah mencapai atau melebihi kapasitas maksimum, sehingga menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Dalam pernyataan resminya, Gubernur Dedi Mulyadi menekankan bahwa keberadaan TPPAS Regional Legok Nangka akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah di wilayah Jabar:

"TPPAS Regional Legok Nangka akan mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pembuangan akhir yang telah mengalami keterbatasan kapasitas," ujar Dedi Mulyadi dalam acara penandatanganan. "Selain itu, proyek ini juga akan menghasilkan energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi regional, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan."

Rencana Tahapan Selanjutnya

Setelah penandatanganan perubahan PKS dan dokumen pendukungnya, tahapan selanjutnya dalam proyek TPPAS Legok Nangka adalah mencapai financial close, yaitu tahapan di mana semua sumber pembiayaan proyek telah terkonfirmasi dan tersedia. Pemprov Jabar menargetkan financial close selesai pada akhir tahun 2026. Setelah financial close tercapai, konstruksi fisik di lapangan akan dipercepat secara signifikan, dengan target menyelesaikan proyek dan memulai operasional dalam waktu sesingkat mungkin. Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau kemajuan proyek untuk memastikan bahwa semua tahapan dilaksanakan sesuai dengan jadwal dan standar yang telah ditetapkan.

Inisiatif Terkait di Kawasan Indonesia

Selain proyek TPPAS Legok Nangka, beberapa inisiatif serupa sedang berjalan di berbagai wilayah Indonesia untuk mengatasi masalah pengelolaan sampah dan meningkatkan energi terbarukan. Beberapa contohnya meliputi: