Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkot Cirebon Pasang Tambahan Trash Barrier di Sungai Sukalila Cegah Penumpukan Sampah

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Pemkot Cirebon menambah pemasangan trash barrier di Sungai Sukalila untuk menangani lonjakan sampah yang mencapai 10 truk dalam satu minggu terakhir.

Pemkot Cirebon Pasang Tambahan Trash Barrier di Sungai Sukalila Cegah Penumpukan Sampah

Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat, mengambil langkah pencegahan tambahan untuk mengatasi masalah penumpukan sampah di aliran sungai, khususnya Sungai Sukalila, dengan menambah pemasangan jaring penghalang sampah (trash barrier). Langkah ini diumumkan oleh Wali Kota Cirebon Effendi Edo dalam keterangan pers pada Senin, sebagai respons atas lonjakan volume sampah yang signifikan dalam sepekan terakhir.

Latar Belakang Situasi Sampah Saat Ini

Menurut Edo, penumpukan sampah di Sungai Sukalila saat ini mencapai tingkat yang cukup memprihatinkan dan perlu penanganan cepat. Dalam satu minggu terakhir, petugas pembersihan kota telah mengerahkan hingga 10 truk sampah untuk membersihkan area sungai tersebut. Meskipun pemerintah daerah telah menjalankan program pembersihan sungai secara rutin—baik setiap minggu maupun setiap beberapa hari—lonjakan sampah dalam periode ini dianggap melebihi kondisi normal, sehingga membutuhkan langkah tambahan selain pembersihan rutin. Edo menjelaskan bahwa penumpukan sampah dengan volume tinggi berpotensi mengganggu aliran air sungai dan menurunkan kualitas lingkungan sekitar. Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat Sungai Sukalila sedang dalam tahap persiapan sebagai salah satu ruang publik dan ikon baru Kota Cirebon.

Langkah Pencegahan Tambahan Melalui Trash Barrier

Sebagai langkah pencegahan jangka pendek, pemerintah akan menambah pemasangan trash barrier dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan di sejumlah titik rawan di sepanjang Sungai Sukalila. Salah satu lokasi prioritas untuk pemasangan alat ini adalah area KS Tubun Cirebon, yang bertujuan untuk menahan aliran sampah mengapung agar tidak terbawa ke hilir dan menumpuk di area sungai yang lebih sensitif. Trash barrier sendiri berfungsi sebagai penghalang fisik yang dipasang di aliran sungai untuk menangkap sampah mengapung sebelum mencapai area yang lebih rawan atau tercampur dengan aliran air utama. Pemasangan tambahan ini diharapkan dapat mengurangi beban kerja tim pembersihan dan mencegah penumpukan sampah yang berulang di Sungai Sukalila.

Keterlibatan Masyarakat dalam Penanganan Sampah

Wali Kota Cirebon Effendi Edo juga menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah saja, dan membutuhkan dukungan aktif dari seluruh warga kota. Ia mengajak masyarakat Cirebon untuk lebih peduli dan bertanggung jawab dalam membuang sampah, dengan tidak membuang sampah sembarangan—terutama ke sungai atau saluran air lainnya.

"Sebentar lagi Sungai Sukalila ini akan menjadi ikon baru Kota Cirebon. Jadi mari kita jaga bersama, jangan buang sampah sembarangan, apalagi ke sungai," ujar Edo.

Selain itu, ia menambahkan bahwa sampah hasil pembersihan sungai akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kota, mengingat fasilitas pengolahan sampah di Kota Cirebon masih terpusat di lokasi tersebut. Pemerintah akan terus memantau situasi penumpukan sampah di Sungai Sukalila dan menyesuaikan langkah penanganan sesuai kebutuhan.

Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Situasi penumpukan sampah di Sungai Sukalila menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan sampah yang terkoordinasi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan kota. Langkah tambahan pemasangan trash barrier diharapkan dapat menjadi solusi sementara yang efektif untuk mengurangi risiko penumpukan sampah, sementara pengembangan Sungai Sukalila sebagai ruang publik dan ikon kota terus berlanjut. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan Sungai Sukalila dapat segera berfungsi sebagai ruang publik yang aman, bersih, dan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.