Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkot Cirebon mulai uji coba budidaya udang vaname salinitas rendah

Jabar · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pemerintah Kota Cirebon menjalankan uji coba budidaya udang vaname salinitas rendah dengan metode bioflok kolam bundar selama satu tahun, berhasil panen dalam 60-90 hari. Inovasi ini membuka peluang budidaya skala rumah tangga di perkotaan tanpa air laut, mendukung ketahanan pangan lokal.

Pemkot Cirebon mulai uji coba budidaya udang vaname salinitas rendah

Latar Belakang Inovasi Budidaya Udang Vaname di Kota Cirebon

Kota Cirebon, Jawa Barat, tengah mengembangkan inovasi baru dalam sektor perikanan yang berpotensi mengubah landscape budidaya udang di wilayah perkotaan. Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) telah memulai uji coba budidaya udang vaname dengan tingkat salinitas rendah, solusi yang dirancang untuk memungkinkan budidaya udang tanpa menggunakan air laut.

Metode Bioflok Kolam Bundar: Kunci Sukses Budidaya Tanpa Air Laut

Salah satu kunci utama dari inovasi ini adalah penggunaan metode bioflok dengan kolam bundar. Menurut Kepala DKP3 Kota Cirebon Elmi Masruroh, metode ini memungkinkan udang vaname hidup di air payau dengan salinitas rendah, sehingga tidak memerlukan akses ke air laut yang sulit didapat di area perkotaan.

"Airnya harus terus dipantau supaya salinitasnya tetap rendah. Ini masih uji coba, tapi menjadi inovasi yang kami kembangkan," ujar Elmi pada Senin di Cirebon.

Monitoring kualitas air secara terus-menerus menjadi hal yang tidak bisa diabaikan dalam budidaya ini, karena salinitas yang tidak stabil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname.

Hasil Uji Coba Selama Satu Tahun: Panen Berhasil dalam 60-90 Hari

Uji coba ini telah berjalan selama satu tahun dan kini memasuki tahap kedua pelaksanaan. Pada tahap awal, DKP3 Kota Cirebon menebar sekitar 2.000 hingga 3.000 ekor benur udang vaname per kolam bundar. Hasilnya, udang dapat dipanen dalam jangka waktu 60 hingga 90 hari, dengan kualitas yang sesuai standar.

Keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa metode budidaya salinitas rendah ini layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, udang vaname dipilih karena memiliki daya tahan yang baik terhadap perubahan kondisi air dan pertumbuhan yang cepat, sehingga cocok untuk budidaya skala kecil maupun menengah.

Peluang Ekonomi untuk Warga Perkotaan: Budidaya Skala Rumah Tangga

Salah satu manfaat terbesar dari inovasi ini adalah peluang untuk mengembangkan budidaya udang vaname di skala rumah tangga di pekarangan warga. Karena tidak memerlukan air laut, warga perkotaan yang memiliki lahan terbatas dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk membuat kolam bundar kecil.

Hal ini tidak hanya memberikan sumber pendapatan tambahan bagi warga, tetapi juga mendukung ketahanan pangan lokal di Kota Cirebon. Dengan budidaya skala rumah tangga, warga dapat memproduksi udang sendiri untuk konsumsi maupun dijual ke pasar lokal.

Tantangan dan Langkah Selanjutnya

Meskipun uji coba telah menunjukkan hasil yang positif, masih ada beberapa tantangan yang harus diatasi. Salah satunya adalah memastikan bahwa warga dapat memahami dan menerapkan teknik monitoring kualitas air dengan benar. DKP3 Kota Cirebon berencana memberikan pelatihan kepada warga yang tertarik untuk mengikuti inovasi ini.

Selain itu, pihaknya juga akan terus mengoptimalkan metode budidaya ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas udang. Dengan dukungan yang tepat, inovasi budidaya udang vaname salinitas rendah ini dapat menjadi salah satu strategi utama untuk mengembangkan sektor perikanan di wilayah perkotaan Jawa Barat.